Perbandingan Terbaik LCGC vs Mobil Bekas, Pilih Mana?

Dana Terbatas, Pilih Mobil Bekas atau LCGC? - Dalam dunia otomotif Indonesia, adanya kebijakan dan dukungan penuh dari pemerintah terhadap peredaran mobil LCGC (Low Cost Green Car) di Indonesia membawa perubahan drastis terhadap pasaran mobil bekas. Berbagai gencaran produk baru yang berbanding lurus dengan pola konsumtif masyarakat memberi imbas bagi harga mobil bekas yang terus menerus merosot seiring berjalannya waktu. Imbas ini memang memiliki efek negatif tapi disisi lain juga membawa efek positif. Adanya berbagai ragam pilihan mobil bekas dengan harga terjangkau akhirnya memberikan peluang bagi penduduk untuk mencicipi kenyamanan sebuah mobil. Mobil bekas dianggap sebagai pilihan paling bijak karena kemampuannya yang jauh lebih baik dibandingkan membeli banyak sepeda motor dan dibagikan kepada seluruh anggota keluarga. Faktor kenyamanan dan keselamatan adalah alasan utama mengapa mobil memang patut menjadi tunggangan sehari-hari apabila digunakan oleh dua orang lebih.

Namun permasalahan baru muncul. Dengan pilihan yang sangat beragam, seringkali calon konsumen menjadi bingung jika dihadapkan dengan pertanyaan antara memilih mobil murah (LCGC) atau mobil bekas biasa yang dielu-elukan oleh banyak orang sebagai pilihan terbaik. Oleh karena itu, Topgir selaku salah satu website otomotif Indonesia akan sedikit membahas tuntas mengenai problema ini. Sama seperti menuntaskan problema pada artikel khusus dengan tema Haruskah Malu Membeli Mobil LCGC? 
Perbandingan Mobil Bekas vs LCGC
Pasar Mobil Bekas
Berikut adalah beberapa faktor penentu sebelum Anda memilih unit mobil bekas atau sebuah LCGC baik itu baru atau bekas. Mohon dibaca teliti penjelasan setiap poin berikut agar tidak salah dalam melangkah yang akan membuat Anda menyesal di kemudian hari. Poin-poin tersebut antara lain :
  1. Desain.
  2. Kapasitas kabin dan bagasi.
  3. Fitur interior dan keselamatan.
  4. Perawatan dan sparepart.
  5. Handling.
  6. Konsumsi BBM.
  7. Pajak dan harga jual kembali.

Desain
Dari segi desain, LCGC menggunakan desain fresh yang biasanya diambil dari kakak-kakaknya yang berkecimpung di segmen lain. Ada yang proporsional, ada juga yang tidak. Mengingat dimensinya yang jauh lebih kompak dibandingkan hatchback atau city car pada umumnya sehingga tampak adanya kesan "memaksa". Contohnya adalah Honda Brio Satya, desain depannya sangat serupa dengan Honda Mobilio dengan desain yang apik. Tapi bagian belakangnya jauh dari kesan menarik. Bahkan ada yang bilang jika desain kaca belakangnya mirip cermin WC karena terlalu datar dan aneh. Sedangkan untuk mobil bekas, modelnya relatif menarik tapi tergantung dari model yang ditawarkan. Disini, mungkin Honda Jazz GE8 adalah pilihan terbaik dari segi desain dibandingkan LCGC baru karena harga bekasnya kurang lebih sama untuk keluaran tahun rendah.

Kapasitas kabin dan bagasi
Poin cukup penting jika Anda sering bepergian ke luar kota bersama keluarga. Dengan beranggotakan 4 orang plus bawaan sedikit, mungkin hatchback LCGC masih mampu mengakomodasi kebutuhan Anda. Tapi jika lebih dari itu, sebaiknya melirik mobil bekas (selain LCGC) dengan ukuran lebih besar khususnya segmen MPV seperti Chevrolet Spin, Toyota Avanza atau Suzuki Ertiga. Mengingat ketiga-tiganya masih cukup bisa diandalkan karena dampak dari depresiasi harga yang terjadi di setiap tahun.

Fitur Interior dan keselamatan
Faktor ini adalah kelemahan paling telak di setiap mobil LCGC di Indonesia. Peranti keselamatan yang dipasang sebagai fitur standar hanyalah seatbelt, sepasang airbag dan rem ABS. Itupun biasanya hanya dapat ditemukan pada trim menengah hingga tertinggi saja. Sedangkan untuk mobil bekas yang harganya setara LCGC baru, perangkat tersebut telah menjadi standar plus beberapa fitur lain. Diantaranya rem dengan teknologi EBD, Brake Assist hingga curtain airbag.

Perawatan dan Sparepart
Harus diakui, LCGC menjadi primadona di Indonesia disebabkan oleh poin ini. Dengan adanya dukungan pemerintah, maka segala biaya pajak dari produksi hingga distribusi suku cadang mendapatkan subsidi khusus. Oleh karenanya, sparepart LCGC bisa dijual dengan harga murah. Selain itu, perawatannya juga relatif lebih mudah dibandingkan mobil bekas sebab minimnya peranti elektronik yang seringkali membuat kantong jebol serta piston mesinnya berjumlah 3. Sehingga setiap kali pergantian oli hanya membutuhkan kurang lebih 3 liter kecuali saat oli mesin dikuras.

Handling
Poin ini sangat bergantung dari cara Anda mengemudi. Jika Anda maniak mengemudi mobil ala seorang petrolhead, bisa dikatakan tidak cocok memilih sebuah LCGC. Bodinya yang ringin plus ukuran ban yang kurus (kurang lebar) dan tenaga pas-pasan pasti akan membuat Anda kecewa. Alternatif terbaik adalah membeli hatchback bekas sebab segmen ini identik akan produk mobil dengan sensasi fun to drive dan juga bantingan hampir menyerupai sedan.

Konsumsi BBM
Mesin 3 silinder yang biasanya dipasangkan pada setiap produk LCGC terkenal irit BBM. Hal ini dipengaruhi oleh power to weight ratio yang sebanding. Meski tenaga dan torsinya kecil, namun berbekal bobotnya yang ringan maka akan membuat akselerasi dari setiap produk LCGC bisa mengalahkan MPV bermesin lebih besar. Bayangkan saja dengan sedikit menyentuh pedal gas, mobil langsung melaju, tanpa harus memancing torsi dengan cara membejek gas dalam-dalam. Masalah ini sebelumnya telah terbukti dari pengakuan pemilik Daihatsu Xenia 1.000cc yang mengeluhkan konsumsi BBM mobilnya yang jauh lebih boros dari Xenia bermesin 1.300cc sebab  power to weight ratio yang tidak sebanding.

Pajak dan harga jual kembali
Kekuatan utama terakhir dari produk LCGC adalah pajak yang murah. Bila dibandingkan dengan mobil bekas tahun tinggi seperti hatchback, MPV atau lebih-lebih lagi sebuah sedan, mungkin pajak LCGC hanya setengahnya. Sedangkan dari harga jual kembali, depresiasi harga terhadap produk LCGC juga tergolong rendah sebab peminatnya cukup banyak. Kecuali untuk model-model tertentu yang kurang diminati seperti Suzuki Karimun Wagon atau Datsun Go Panca.

Konklusi :
Jika dari poin-poin di atas jawaban Anda lebih dominan ke nomor 1, 2, 3 dan 5. Berarti kebutuhan Anda lebih condong ke mobil bekas dan lupakan untuk membeli LCGC baru. Sebab kebutuhan tersebut tidak akan pernah Anda temukan di berbagai produk LCGC yang saat ini telah dilempar ke pasaran. Namun bila kebutuhan Anda persis seperti yang ada pada poin nomor 4, 6 dan 7, maka LCGC adalah pilihan yang sangat bijak. Terakhir, benar atau tidaknya, pembagian antara kedua golongan ini juga dipengaruhi oleh faktor umur. Golongan pertama adalah berbagai kriteria dari target umur antara 25 hingga 40 tahunan sedangkan golongan kedua relatif mengarah ke orang yang berusia lebih dari 40 tahun. Semoga membantu, baca juga :
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Artikel Terkait : Perbandingan Terbaik LCGC vs Mobil Bekas, Pilih Mana?
Loading...