Kelebihan Kekurangan Chevrolet Estate & Estate Magnum

Ulasan Spesifikasi dan Harga Chevrolet Estate - Pasar Indonesia merupakan pangsa gemuk untuk pemasaran MPV. Kendaraan MPV yang merupakan singkatan dari Multi Purpose Vehicle ini dianggap mampu memenuhi segala kriteria orang Indonesia dimana dapat memuat seluruh anggota keluarga, mampu membawa barang banyak dan tidak penting apakah mobilnya nyaman atau tidak. Begitulah realitanya. Namun di sisi lain, terdapat segmen khusus yang dinamakan station wagon, yaitu pencampuran antara sedan dan MPV. Segmentasi station wagon selalu menarik untuk dibahas karena sangat minim pabrikan yang masuk ke segmen ini. Di Indonesia sendiri, pangsa station wagon bukanlah segmen baru. Pada awal tahun 90-an, Mazda Vantrend menjadi pelopor kehadiran station wagon karena beredar secara resmi dengan dukungan penuh dari ATPM. Berpuluh tahun kemudian setelah lama mati suri, akhirnya segmen ini kembali dihidupkan oleh Chevrolet selaku anak pabrikan General Motors (GM), melalui peluncuran produknya yang dinamakan sebagai Chevrolet Estate.

Di pasar lokal, Chevrolet Estate pertama kali diluncurkan pada akhir awal tahun 2006 setelah sebelumnya dipamerkan pada even Gaikindo Motor Show 2005 melalui trim LS (standar) dan LT (tertinggi). Ia hadir bersamaan dengan kembarannya yang berbentuk sedan, Chevrolet Optra. Berbekal body style ala MPV, mobil ini mampu menarik perhatian bagi calon konsumen yang mengidamkan kenyamanan sebuah sedan namun menginginkan ruang yang cukup untuk area bagasi. Berbeda dengan MPV pada umumnya yang mengusung suspensi lebih rigid sehingga bantingannya tergolong keras. Itulah mengapa sebabnya MPV dan Station Wagon sulit dibandingkan head to head antara satu sama lain karena keduanya berkecimpung di dalam kelas yang berbeda.   

Di dalam segmennya sebagai station wagon, mobil ini sama sekali tidak memiliki rival. Meski begitu, ia sering di komparasi dengan MPV sejenis untuk tahun yang sama antara lain Nissan Livina, KIA Carens II, Proton Exora, Suzuki Ertiga dan Mazda VX-1. Setelah dijual selama 4 tahun, akhirnya penjualan Chevrolet Estate berhenti pada tahun 2009 dimana sebelumnya ia pernah mendapatkan facelift pada tahun 2008 dan namanya menjadi Chevrolet Estate Magnum. Hingga sekarang, belum ada penerus dari mobil ini karena permintaan pasar yang cenderung lesu.

Eksterior Chevrolet Estate
Pada bagian eksterior Chevrolet Estate, mobil hasil rebadge dari Daewoo Lacetti ini mengandalkan buah tangan dari kreatifitas ahli desain Pininfarina asal Italia. Tampilannya terkesan cukup modern dan sangat identik dengan varian sedannya, Chevrolet Optra karena keduanya memang menggunakan basis yang sama. Lekukan-lekukan lembut di area kap mesin yang simetris dengan garis lampu depan kian menguatkan aura elegan. Sama halnya dengan area bumper dengan posisi grill berkelir krom agak menjorok ke depan. Guna memaksimalkan pencahayaan di malam hari dan melawan kabut, turut pula disediakan sepasang foglamp sebagai fitur standar untuk seluruh varian.
Eksterior Chevrolet Estate Tampak Depan
Eksterior Chevrolet Estate Tampak Depan
Menginjak tahun 2008, Chevrolet memutuskan untuk melakukan minor facelift guna merombak penampilan Estate agar kian menarik. Peningkatan kasat mata yang ada untuk bagian depan merambah area lampu depan baru yang lebih lebar dengan bentuk meruncing, garis desain baru pada kap mesin dan bonnet yang melandai, grill baru dan juga bumper baru. Alhasil, daya pandang ke depan dan ke samping bonnet yang dahulu terganggu oleh bentuk bonnet mengotak, tak lagi terjadi pada varian facelift ini. Dengan adanya sentuhan baru tersebut, mampu menciptakan kesan modern dan sporty tanpa harus mengorbankan aura elegan yang telah tercipta pada model sebelumnya. Selain itu, penampilannya identik dengan varian sedan Chevrolet Optra Magnum yang juga merupakan model facelift dari varian sedan dan namanya juga berubah menjadi Estate Magnum.
Eksterior Chevrolet Estate Magnum Tampak Depan
Eksterior Chevrolet Estate Magnum Tampak Depan
Kini beranjak ke profil samping dari Chevrolet Estate. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, mobil ini mengandalkan basis yang sama seperti Chevrolet Optra. Sama-sama memiliki sumbu roda dengan jarak 2.600 mm dan lebar 1.725 mm. Untuk dimensi panjangnya mencapai 4,580 mm atau lebih panjang 79 mm dibandingkan varian sedan. Selain itu, mobil ini juga lebih tinggi 6 mm dengan kisaran angka 1.501 mm. Meski tak banyak, namun angka-angka tersebut cukup membantu mengingat station wagon peruntukannya memang untuk para konsumen menginginkan sebuah mobil yang fleksibel, praktis, dan mampu membawa barang banyak tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara. Dari segi tampilan, tidak ada perbedaan antara Estate dan Estate Magnum. Keduanya sama-sama dibekali roof rail sebagai fitur standar pada bagian atas, hanya berbeda pada model velg yang digunakan saja.
Eksterior Chevrolet Estate / Estate Magnum Tampak Samping
Eksterior Chevrolet Estate / Estate Magnum Tampak Samping
Berikutnya ke area belakang. Buntuk Chevrolet Estate ataupun Estate Magnum juga sama persis tanpa adanya perbedaan ketika facelift. Keduanya mengadopsi lampu belakang memanjang ke bawah dengan klaster lampu mundur dan lampu sein berada di area bundaran tengah dilapisi mika bening. Kelengkapan lainnya adalah wiper, reflektor di sisi kiri dan kanan bawah bumper serta lampu rem tambahan di bawah kaca belakang. Tepatnya di atas logo Chevrolet. 
Eksterior Chevrolet Estate / Estate Magnum Tampak Belakang
Eksterior Chevrolet Estate / Estate Magnum Tampak Belakang
Interior Chevrolet Estate
Kini saatnya membahas interior Chevrolet Estate. Kesan pertama yang terlihat adalah bahan atau material dashboard berkualitas tinggi dengan penggunaan plastik lembut di seluruh area dashboard, trim pintu, knob transmisi dan juga setir. Dibandingkan dengan MPV yang harganya setara, kualitas kabin mobil ini jauh lebih tinggi. Sementara itu, desain dashboard tampak minimalis dan sedap dipandang dengan layout tombol di panel konsol tertata rapi dan mudah diakses dan dioperasikan tanpa mengganggu konsentrasi mengemudi. Fitur-fitur standar yang tertanam di dalamnya antara lain 
airbag, power steering, power windowseat height adjuster, tilt steering,  air-conditioning dengan cooled glove box, immobilizer, 2 power outlet, illumination adjuster, in-dash audio system, seat height adjuster, lumbar support, serta juga 16 tempat penyimpanan yang tersebar di dalam kabin seperti cup holder, under seat storage tray dan bahkan special compartments untuk kacamata dan ponsel. Khusus trim LT sebagai tipe tertinggi, turut dibekali oleh AC dengan pengaturan digital climate control dan tambahan audio control di sisi kiri bawah roda kemudi. Untuk fitur keselamatan tambahan, diantaranya terdapat ABS dan sistem EBD (Electronic Brake Distribution). Sama seperti sebelumnya, tidak ada perbedaan fitur antara Chevrolet Estate dan Estate Magnum, kecuali pada bagian head unit.
Interior Dashboard Chevrolet Estate
Dashboard Chevrolet Estate
Untuk area kabin belakang, mampu mengakomodasi hingga 3 penumpang dewasa tanpa berdesakan. Masing-masing headroom dan legroom yang tersedia cukup lapang dikarenakan ketiadaan row ketiga. Dimana row ketiga hanya berfungsi sebagai bagasi yang dapat menampung barang yang cukup banyak. Apabila ruang tersebut dirasa belum cukup, dapat diekspansi hingga 1.750 liter berkat sistem 60-40 split-folding kursi row kedua. Cukup ideal untuk menyimpan barang berukuran besar tas golf atau seperti sepeda gunung.
Interior Kabin Chevrolet Estate
Kabin Chevrolet Estate
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, mobil ini tidak menyediakan row ketiga. Inilah sebab utama mengapa ia kalah sebelum bersaing dari MPV 7-seater, dalam hal daya angkut penumpang. Mindset ini rasanya sulit dihilangkan karena karakteristik orang Asia khususnya Indonesia lebih mengutamakan mobil berdaya angkut besar dibandingkan membayar lebih untuk kenyamanan dan fitur keselamatan. Disini, area bagasi Chevrolet telah dilengkapi oleh cargo net dan tonneau cover untuk menjaga barang bawaan agar tidak tumpah ke kabin penumpang.
Interior Bagasi Chevrolet Estate
Bagasi Chevrolet Estate
Kinerja dan Performa Mesin Chevrolet Estate
Di seluruh dunia, Chevrolet Estate disediakan dengan 4 jenis pilihan mesin bensin dan 1 diesel dengan masing-masing kapasitasnya berbeda. Antara lain 1.400cc, 1.600cc, 1.800cc dan juga 2.000cc, khusus diesel hanya ada 2.000cc. Untuk pasar Indonesia, hanya dijual melalui varian bermesin 1.6000cc, serupa dengan yang dipakai oleh Chevrolet Optra Magnum. Mesin yang digunakan ini berkode E-TEC II, dengan konfigurasi 4 silinder segaris 16 katup DOHC. Tenaga yang dihasilkan hanya sebatas 110 HP pada putaran 5.800 RPM dan torsi puncak 150 Nm pada 4.000 RPM yang disalurkan ke roda depan dengan bantuan transmisi manual 5 percepatan atau matic 4 percepatan. Outputnya memang tergolong kecil namun baiknya, mobil ini dipastikan oleh ATPM dapat menggunakan oktan rendah atau setara premium. Meski begitu, banyak pemilik yang mengeluh karena bensin beroktan rendah mengakibatkan gejala ngelitik sehingga tenaganya ngempos. Oleh karenanya, para pemilik lebih disarankan untuk menggunakan bensin sekelas Pertamax agar proses pembakarannya jadi lebih maksimal. Untuk topspeed sendiri, mobil ini dapat berlari hingga kecepatan 180 km/jam. Hanya saja, pengaplikasian gear rasio yang rapat membuat akselerasinya boyo karena gear rasio rapat kurang sesuai dengan kondisi lalu lintas padat dan mendaki. Tetapi, keuntungannya adalah rasio gear ini dapat mengakomodir kecepatan pada putaran mesin tinggi. Hal ini dapat dimaklumi karena sejatinya mobil keluarga bukan diciptakan untuk berakselerasi kencang pada jarak pendek namun pada kecepatan menengah hingga tinggi.
Foto Mesin Chevrolet Estate
Mesin Chevrolet Estate
Impresi dan Handling Chevrolet Estate
Selain kabin yang sangat praktis dan fleksibel, sektor ini merupakan kekuatan utama dari Chevrolet Estate untuk bersaing. Menggunakan basis sedan dengan modal suspensi ala Euro-Ride Tuning Suspension shock-absorbing system, menjadikan bantingannya cukup nyaman dan dapat menyajikan dinamika berkendara terbaik di kelasnya. Segala permukaan kontur aspal yang kurang rata dapat diredam dengan baik sehingga kenyamanan penumpang dapat terjaga. Sehingga gejala bodyroll yang biasanya ditemukan pada MPV, dapat diminimalisir sekecil mungkin. Belum lagi untuk handlingnya yang sangat presisi, membuat sensasi berkendara menjadi lebih fun. Namun sayang, kelebihan dari sektor ini tidak didukung oleh transmisi yang sigap, dimana transmisi otomatis yang diadopsinya memberikan respon yang lamban. 

Spesifikasi Chevrolet Estate
  • Mesin : E-TEC II 1.6 liter.
  • Konfigurasi : 4 silinder segaris 16 katup DOHC.
  • Tenaga : 110 HP @5.800 RPM.
  • Torsi : 150 Nm @4.000 RPM.
  • Bore x stroke : 79 mm x 81.5 mm.
  • Rasio kompresi : 9.5:1.
  • Konsumsi BBM : 6-8 km/L (dalam kota) ; 9-12 km/L (luar kota). 
  • Transmisi : Manual 5 percepatan dan matic 4 percepatan.
  • Suspensi : Depan MacPherson strut independen, belakang multilink dengan stabilizer bar.
  • Rival : Nissan Livina, Proton Exora, KIA Carens II, Suzuki Ertiga dan Mazda VX-1.
  • Tahun Penjualan : 2006 - 2007 (prefacelift) ; 2008 - 2009 (facelift).

Harga Chevrolet Estate
  • Tahun 2006 : 65 - 75 juta.
  • Tahun 2007 : 72 - 80 juta.
  • Tahun 2008 : 78 - 85 juta.
  • Tahun 2009 : 82 - 90 juta.

Kelebihan Chevrolet Estate
  • Built quality.
  • Bantingan empuk dan nyaman.
  • Kabin cukup luas dan fleksibel.
  • Sangat praktis.
  • Biaya perawatan relatif murah.
  • Fitur melimpah.
  • Konsumsi BBM irit.
  • Handling memukau.

Kekurangan Chevrolet Estate
  • Depresiasi harga.
  • Tidak ada jok baris ketiga.
  • Akselerasi boyo.
  • Transmisi kurang responsif.
  • Minimal menggunakan pertamax.
  • Ground clearance rendah.
  • Airbag hanya untuk driver.
  • Belum ada layar Multi Information Display (MID).
  • Ketersediaan suku cadang dan biasanya harus indent.

Demikian ulasan lengkap mengenai review spesifikasi, harga, serta keunggulan dan kelemahan Chevrolet Estate. Secara keseluruhan, Station Wagon adalah keseimbangan antara mobil dengan ground clearance rendah yang nyaman, memiliki fleksibilitas layaknya MPV dan juga value bertemu dengan build quality serta keselamatan yang tinggi. Hanya saja, kelemahan yang tidak mampu mengakomodasi hingga 7 penumpang membuatnya kalah sebelum bersaing di Indonesia. Semoga membantu, baca juga :
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Artikel Terkait : Kelebihan Kekurangan Chevrolet Estate & Estate Magnum