Kelebihan dan Kekurangan Jip Mercy G-Class

Kelebihan dan Kekurangan Jip Mercy G-Class

Ulasan Spesifikasi dan Harga Jip Mercy G-Class - No Road No Problem. Itulah tagline dari salah satu majalah online terkemuka yang membahas mengenai dunia offroad di Indonesia. Website ini membahas secara lengkap tentang mobil dengan basis SUV 4x4 atau Pickup 4x4 atau lebih dikenal dengan sebutan Jip. Kata Jip ini sebenarnya serapan yang di-Indonesiakan dari kata Jeep yang merupakan merk otomotif asal Amerika. Brand Jeep bisa dikatakan sebagai pelopor industri offroad karena mereka telah memproduksi kendaraan berpenggerak 4 roda sejak perang dunia pertama. Berpuluh tahun kemudian, segmen baru tercipta dan mobil offroad tak hanya sekedar berfungsi sebagai sarana bermain lumpur namun turut digunakan sebagai kendaraan harian karena kesannya yang gagah dan dibalut dengan model maskulin seiring berjalannya waktu.

Mendengar kata Jip, biasanya orang awam khususnya di tanah air, akan langsung teringat merk asal Jepang seperti Suzuki Jimny ataupun Daihatsu Taft. Tapi dari kalangan pehobi offroad, Jip ini berarti segmen mobil berbasis SUV dengan penggerak 4 roda, sama halnya seperti segmen sedan, hatchback ataupun MPV. Segmen ini juga turut diisi oleh pabrikan Eropa yaitu Mercedes-Benz melalui keluarga G-Class. Huruf G bermakna sebagai Geländewagen yang berarti mobil lintas alam. Sengaja disingkat karena pelafalannya cukup sulit bagi orang non-Jerman. G-Class pertama kali dirilis ke hadapan publik pada tahun 1979 dan terus berlanjut hingga sekarang tanpa perubahan bentuk kecuali pada sektor mesin, interior, kelengkapan fitur dan aksesoris tambahan guna menyesuaikan dengan kondisi zaman.

Di Indonesia, Jip Mercy mulanya hadir melalui jasa Importir Umum di era Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto dengan kode body W460 sebagai kendaraan Presidan hingga operasional Paspampres dan kebutuhan lainnya yang dianggap penting. Varian yang hadir pada saat itu secara resmi hanya 280GE sasis panjang / Long Wheel Base (LWB) mulai tahun 1984 sampai 1990. Pada tahun 1985, ATPM saat itu turut menjual Mercy 280GE sasis pendek  / Short Wheel Base (SWB). Tipe 280GE bersasis pendek ini peredarannya cukup langka karena hanya dijual setahun saja. Selanjutnya pada tahun 1993 hingga 1994, tipe 280GE LWB digantikan oleh kehadiran 300GE LWB dengan mengusung kode W463. Kode W463 sendiri pertama kali digunakan sejak tahun 1990 guna menggantikan kode W460. Selain kode tersebut, terdapat kode lain yaitu W461 dan W462. Dari segi peruntukannya, model W461 lebih ditujukan sebagai kendaraan militer dan kebutuhan khusus. Sedangkan W462 khusus di desain untuk kendaraan tempur Yunani. Tepat pada akhir tahun 1995, tipe G300 LWB mulai dijual sebagai penerus tipe 300GE, bedanya ada pada kelengkapan penunjang dan penamaan baru sesuai perubahan pada nomenklatur Mercedes-Benz pada saat itu, dimana huruf GE di belakangnya dipindahkan ke depan dan hanya menjadi huruf G saja. Selain dari tipe-tipe yang disebutkan di atas, muncul juga tipe lain di era yang sama seperti 290GE, 290GD (Diesel), G280 dan G320, yang keempat-empatnya juga terbilang langka. Jadi bisa dikatakan, tipe 300GE dan G300 adalah amunisi ATPM saat itu yang dijual massal ke masyarakat umum.

Memasuki era millenium, tipe baru kembali beredar dengan badge G500, namun peredarannya juga terbilang terbatas. Kehadirannya sekaligus menjadi varian paling bertenaga dari seluruh G-Class yang pernah hadir sebelumnya. Lalu memasuki tahun peralihan 2010 ke 2011, pihak ATPM menyediakan varian G55 dengan trim AMG Line guna menggantikan G500. Terakhir, PT. MBI selaku ATPM Mercedes-Benz di Indonesia hanya menyediakan unit baru dari W463 G-Class CBU melalui tipe G63 AMG yang harganya kurang lebih mencapai 4.79 milyar.

Di pasar lokal, mobil ini bersaing dalam segmentasi mid-size four-wheel drive luxury SUV yang juga diisi oleh Land Rover Defender dan Jeep Wrangler sebagai kompetitor terdekat. Dari pabrikan Jepang, segmen ini turut diikuti oleh Nissan Patrol, Mitsubishi Pajero (bukan Pajero Sport), serta produk legendaris Toyota yakni Land Cruiser VX80 dan juga Land Cruiser VX200.

Eksterior Jip Mercy G-Class
Pada bagian luarnya, keluarga Jip G-Class sangat lekat dengan aura sangar dan gagah seakan-akan mencerminkan bahwa ia sesosok penaklut jalanan rusak hingga berlumpur. Memang benar, mobil ini memang ditujukan dalam segmentasi offroad kelas menengah hingga kelas ekstrim dengan sedikit modifikasi pada bagian kaki-kaki tentunya. Bukan rahasia lagi, Mercedes G-Class yang telah hadir di era 80-an hingga sekarang sangat konsisten dalam mempertahankan bentuknya yang mengotak, dengan sudut-sudut dan garis desain kaku. Tanpa perubahan bentuk bodi melainkan hanya sebatas penambahan aksesoris dan juga perlengkapan penunjang guna menyesuaikan dengan jaman. 

Dalam artikel ini akan dijelaskan secara rinci satu per satu dari setiap edisi dan varian berdasarkan keluaran tahun. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Indonesia mulanya kebagian varian W460 melalui tipe 280GE. Tipe lainnya yang dijual dalam waktu bersamaan adalah 290GE dan juga 290GD Diesel. Ketiganya hadir pada masa dimana Mercedes masih menggunakan nomenklatur lama. Huruf G berarti kasta G Class, huruf E (Einspritzer) di depannya menandakan varian yang menggunakan mesin injeksi sedangkan D untuk mesin diesel. Penampilan W460 sendiri benar-benar sederhana, dengan menggunakan grill berkelir hitam, lampu sein oranye dan bumper depannya masih full besi. Berikut adalah contoh foto bagian depannya. 
Eksterior Jip Mercy G-Class W460 280GE
Eksterior Jip Mercy G-Class W460 280GE Tampak Depan
Mulai tahun 1990, seluruh varian dengan kode W460 dipensiunkan dan diganti oleh W463 yang ditujukan untuk konsumen sebagai mobil harian. Penjualan W463 pada awalnya juga masih menerapkan sistem penamaan lama dan barulah pada tahun 1995 mendapatkan sistem penamaan sesuai nomenklatur baru dimana huruf yang sebelumnya masih di belakang angka tipe dipindahkan ke depan. Huruf E (Einspritzer) yang berati Injeksi sengaja dihilangkan karena pada era ini seluruh produk Mercedes sudah tidak ada yang mengandalkan mesin karburator. Di tanah air, tipe yang resmi dijual saat itu adalah 300GE dan G300 pada akhir 1995. Ada juga beberapa unit dari tipe G280 dan G320 yang masuk melalui Importir Umum namun keberadaannya sangat langka. Agar tidak membingungkan, varian bermesin diesel ditambahkan huruf CDI di belakang nama tipe, misalkan G280 CDI (Common-rail Direct Injection). Kembali ke pokok pembahasan, varian W463 ini dijual bersamaan dengan kode W461 yang lebih ditekankan sebagai mobil parapublik seperti ambulance, truk pickup, mobil polisi, dll. Sedangkan kode W462 khusus dijual sebagai kendaraan tempur milik negara Yunani. Baik W461 ataupun W462, menggunakan unit dan basis yang sama seperti W463, hanya saja penampilannya terkesan kuno bahkan lebih mirip dengan W460 di atas. Khusus Mercy W463, penampilannya mendapatkan sentuhan modern atau bisa dikatakan sebagai major facelift dari model sebelumnya, dengan menggunakan bumper metal lebih tebal yang disisipkan sepasang foglamp berbentuk persegi panjang di sisi kiri dan kanan bumper. Selain itu, ia juga mendapatkan pembaruan desain grill, housing headlamp dengan sudut yang diberi lekukan landai, mika lampu sein berwarna putih clear dan juga menggunakan spion model baru yang lebih modern. 
Eksterior Jip Mercy G-Class W463 300GE/G300
Eksterior Jip Mercy G-Class W463 300GE/G300 Tampak Depan
Menginjak era millenium yang dimulai pada tahun 2000, W463 kembali mendapatkan pembaruan eksterior yang diikuti oleh penjualan G500 di Indonesia yang langka. Hampir sama seperti sebelumnya, pada pembaruan ini merambah pada area bumper dengan adanya air dam pada bagian tengah, grill yang sama namun dibalut kelir krom dan juga lampu sein tambahan di spion yang didukung oleh fitur electic mirror. Tapi, lampu sein tersebut hanya ada untuk keluaran tahun 2003 ke atas. Selain dari hal yang disebutkan di atas, tidak ada yang berubah. Dengan adanya pembaruan ini, penampilan G-Class tampak lebih mewah dan maskulin tanpa mengorbankan segi estetika. Maka tak heran jika banyak dari unit 280GE, 300GE ataupun G300 telah berganti wajah layaknya G500 yang bermodalkan paket facelift asal Taiwan dengan material plastik yang kualitasnya tergolong cukup bagus.
Eksterior Jip Mercy G-Class W463 G500
Eksterior Jip Mercy G-Class W463 G500 Tampak Depan
Berikutnya terdapat tipe G55 AMG yang masuk ke Indonesia pada tahun 2011. Tipe ini muncul sebagai varian sekaligus trim tertinggi dibandingkan model yang sebelumnya pernah ada di tanah air. Pada sektor eksterior, ia telah membawa desain kulit baru yang belum pernah ada sebelumnya yakni grill 3 lapis yang tebal mengapit sepasang headlamp proyektor, ketersediaan braket plat nomor dengan posisi lebih tinggi dan juga bentuk housing foglamp yang kini menjadi lonjong. Tak hanya lebih maskulin, ia mampu memancarkan aura mewah dibalik sosok sangarnya. Sama halnya seperti G500, penampilan G55 ini juga kerap menjadi inspirasi bagi varian lain bagi tahun keluaran rendah karena adanya paket facelift asal Taiwan.
Eksterior Jip Mercy G-Class W463 G55 AMG
Eksterior Jip Mercy G-Class W463 G55 AMG Tampak Depan
Terakhir, Mercedes Indonesia menjual varian terbaru melalui tipe G63 AMG guna menggantikan tipe G55 AMG di atas. Tipe ini memiliki tampilan yang sangat inovatif dibandingkan facelift dari beberapa model sebelumnya. Yakni penggunaan bumper dengan air dam yang berukuran cukup besar di sepanjang bumper, penambahan LED DRL di bawah headlamp sekaligus menggantikan fungsi foglamp, perubahan grill krom menjadi 2 baris yang sekelilingnya juga diberi aksen krom, serta ia telah menggunakan spion model baru yang jauh lebih menarik.
Eksterior Jip Mercy G-Class W463 G53 AMG
Eksterior Jip Mercy G-Class W463 G53 AMG Tampak Depan
Setelah menjelaskan panjang lebar mengenai area eksterior depan Mercedes G-Class antara setiap facelift, kini saatnya beralih ke bagian profil samping. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat dua varian G-Class yang ada di Indonesia berdasarkan dimensi bodinya. Bagi varian sasis pendek yang hanya dijual pada tahun 1985 dengan kode W460, memiliki panjang keseluruhan 3.945 mm, lebar 1.790 mm, tinggi 1.836 mm dan jarak antara kedua sumbu rodanya sepanjang 2.400 mm. Uniknya, varian SWB ini masih tampak cukup besar meski mengusung 2 pintu karena area kabin belakangnya yang panjang.
Eksterior Jip Mercy G-Class W460 280GE SWB
Eksterior Jip Mercy G-Class W460 280GE SWB Tampak Samping
Sedangkan untuk W460 maupun W463 varian long wheelbase (LWB), panjang bodinya mencapai 4.661 mm dengan lebar 1.760 mm, tinggi 1.836 mm, dan sumbu roda 2.850 mm. Seluruh varian LWB mengusung 4 pintu dengan ciri khas pintu belakangnya dengan potongan mengukuti garis fender. Untuk beberapa varian facelift sesuai tahun keluaran, pada area ini sedikit berbeda dari lis bodi, velg dan juga foostep yang tidak mungkin dibahas secara detail pada artikel ini.
Eksterior Jip Mercy G-Class W460/W463 LWB
Eksterior Jip Mercy G-Class W460/W463 LWB Tampak Samping
Sejauh ini, terdapat pengecualian dari segi dimensi yang tidak mengikuti dimensi di atas untuk W463 tipe G55 AMG dan G63 AMG. Panjang bodi keduanya mencapai 4.686 mm dengan lebar 1.857 mm serta tinggi 1.930 mm. Meskipun begitu, dari sumbu rodanya tidak ada yang berubah. Perbedaan lainnya hanya sebatas pada ukuran dan cabang velg dimana model AMG biasanya mengandalkan velg dengan diameter lingkaran yang lebih besar. Khusus tipe G63 AMG, saluran ujung pipa knalpot berada di bawah footstep tepatnya di bawah pintu belakang pada sisi kiri dan kanan sehingga ia tampak lebih macho dibandingkan tipe-tipe lainnya.
Eksterior Jip Mercy G-Class W463 G55 AMG/G63 AMG
Eksterior Jip Mercy G-Class W463 G55 AMG/G63 AMG Tampak Samping
Beralih ke bagian belakang, Mercy Jip mempunyai ciri khas utama yakni potongan pintu belakang yang berada tepat di tengah dengan engsel sebelah kiri. Hampir sama seperti SUV offroad pada umumnya, Mercy G-Class juga menganut model yang ban serepnya diletakkan pada pintu belakang sehingga tampak lebih gagah. Khusus varian W460, bagian ini dapat dengan mudah dikenali melalui posisi tutup tangki yang berada di belakang tepatnya di atas stoplamp sebelah kanan. Selain itu, model stoplamp yang digunakan ukurannya terbilang kecil dengan masing-masing lampu sein berada di bagian dalam, lampu rem di tengah dan lampu mundur di klaster terluar. Sama seperti bagian depan, bumper belakangnya juga menggunakan bahan full besi.
Eksterior Jip Mercy G-Class W460 280GE
Eksterior Jip Mercy G-Class W460 280GE Tampak Belakang
Berikutnya untuk bagian belakang W463. Pada model ini, tutup tangki tidak lagi berada di atas stoplamp melainkan dipundah ke sebelah kanan bodi bagian belakang, tepatnya di bagian atas belakang fender. Hal ini tentunya lebih memudahkan ketika melakukan pengisian bahan bakar dibandingkan W460. Disini, dari model keluaran pertama yang dimulai oleh 300GE era 90-an hingga G500 di era 2000-an, tampilan belakangnya sangat identik. Peningkatan yang dilakukan antara lain ukuran stoplamp yang diperbesar dan adanya reflektor, tutup ban serep dengan model baru, pergantian bumper dengan desain lebih modern dan lampu mundur yang dipindahkan ke bumper sebelah kanan, dimana lampu merah yang berada di sebelah kiri seperti di bawah ini berfungsi sebagai foglamp belakang. 
Eksterior Jip Mercy G-Class W463 300GE/G300/G500
Eksterior Jip Mercy G-Class W463 300GE/G300/G500 Tampak Belakang
Setelah beredar hingga lebih dari dua dekade, akhirnya Mercedes kembali memperbarui tampilan belakang W463. Perbedaan kasat mata hanya ada pada stoplamp dimana lampu sudah LED dan mikanya membentuk letter U terbalik 90 derajat dan juga kehadiran spakbor kolong di bawah bumper. Fitur baru turut ditambah untuk bagian ini yakni adanya kamera belakang guna mempermudah ketika mobil akan diparkirkan
Eksterior Jip Mercy G-Class W463 G55 AMG/G63 AMG
Eksterior Jip Mercy G-Class W463 G55 AMG/G63 AMG Tampak Belakang
Interior Jip Mercy G-Class
Citra Mercedes-Benz memang sangat lekat dengan aura kemewahan pada setiap produk di eranya. Namun tidak berlaku bagi varian W460 yang memang peruntukannya saat itu hanyalah sebatas kendaraan offroad. Fitur-fiturnya masih serba manual dan baiknya, ia telah dibekali power steering , tape dan juga AC sebagai kelengkapan standar. Penampilan dashboardnya pun benar-benar sederhana, dengan garis-garis tegas dan tonjolan sebagai klater instrumen yang tegak di hadapan pengemudi. Untuk setir, varian W460 menggunakan setir yang sama seperti pada Mercy Tiger dengan cabang empat. Kesan setir yang digunakannya ini terbilang cukup mendongkrak penampilan karena beberapa unit yang beredar di negara lain masih berupa dua cabang yang identik dengan mobil pick-up. Sementara transmisinya hanya sebatas manual 4 percepatan, tanpa ketersediaan varian bertransmisi otomatis. Sedangkan dari drive train, W460 juga masih manual dimana ia belum full 4WD dan menitikberatkan penggerak melalui roda belakang, tanpa adanya center differential dan center differential lock. Meski begitu, penguncian drive train juga dapat dioperasikan karena hanya membutuhkan diff lock depan dan belakang saja. Pengaturan diff lock dapat dilakukan secara manual melalui lever hidrolik di depan tuas transfer case (tidak tampak pada gambar). Tapi jangan salah, karena saking sederhananya dan minim fitur eletrikal, W460 adalah salah satu incaran bagi maniak offroad ekstrim di seluruh dunia karena lebih mudah dimodifikasi pada sektor penggerak dan juga kaki-kakinya. 
Interior Jip Mercy G-Class W460 280GE
Interior Mercy W460 280GE
Ketika varian W463 dikenalkan ke hadapan publik, image sebelumnya yang berkesan sederhana berubah menjadi tampak lebih mewah. Mewah disini bukan berarti mewah seperti keluarga sedan Mercy, namun mewah dibandingkan kompetitornya. Ia mendapatkan desain dashboard baru, jok yang lebih berkualitas, setir dengan bentuk baru, ketersediaan varian otomatis 4 percepatan, transmisi manual sudah 5 percepatan, serta sistem penggerak dengan pengoperasian dari dalam kabin yang jauh lebih mudah. Varian ini juga sekaligus menjadi varian pertama dari Jip Mercy yang mengadopsi power window sebagai fitur standar.
Interior Jip Mercy G-Class W463 300GE
Interior Mercy W463 300GE
Ketika peralihan dari penamaan awal menjadi penamaan baru yang dimulai ketika G300 hadir, varian best seller Jip Mercy ini membawa beberapa perubahan pada bagian interior. Diantaranya melimpahnya wood panel di dashboard, panel konsol, trim pintu serta bagian atas dan bawah setir. Setirnya sendiri juga menggunakan setir baru dan dipasangkan airbag. Roda kemudi ini persis sama dengan yang digunakan oleh Mercy Boxer facelift. 
Interior Jip Mercy G-Class W463 G300
Interior Mercy W463 G300
Perubahan besar pada bagian interior selanjutnya terjadi pada era millenium di kala G500 merambah pasar lokal. Area dashboard kini dibuat lebih modern dengan garis-garis tegas pada bagian atas sedangkan area panel konsol di desain membulat sehingga aura mewah lebih melekat bagi SUV tangguh ini. Dilihat sekilas, model interiornya terinspirasi dari sedan Mercy W203 C-Class. Tak hanya itu saja, Mercedes juga memberikan fitur-fitur elektrikal terkini. Diantaranya AC climate control, CD Player, jok depan elektrik dengan memory seat, MID di panel instrumen yang memuat informasi mengenai radio, waktu, odometer, indikator posisi gear, dan tripmeter, serta audio terintegrasi dengan dukungan steering audio control di setir. Mulai dari seri ini, pengaturan roda penggerak dapat dioperasikan secara otomatis melalui tombol dan sudah tidak ada lagi varian bertransmisi manual.
Interior Jip Mercy G-Class W463 G500
Interior Mercy W463 G500
Berikutnya untuk G55 AMG. Tipe ini dijual mulai 2011 dan ia memiliki fitur-fitur di atas dan mendapatkan penambahan fitur yang lebih canggih dari pendahulunya. Semua fitur yang terkait dengan elektrikal dan media terhubung ke sistem yang dinamakan sebagai COMAND APS (Cockpit Management and Data System). Segala bentuk pengoperasiannya dapat dilakukan melalui LCD 6.5 inci touchscreen di tengah panel konsol. Teknologi ini memungkinkan driver untuk mengaktifkan navigasi peta, voice control, mengontrol CD/DVD Player berkat adanya 6 disc changer dan juga menampilkan kondisi belakang ketika parkir karena penggunaan kamera mundur. Selain itu, pengguna dapat mensinkronkan data seperti musik antara fitur ini ke smartphone melalui konektivitas Bluetooth. Demi memanjakan pemilik G55 AMG, turut disediakan sound system Harman Kardon Logic 7 yang kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Peningkatan lainnya yang tampak kasat mata adalah panel ketersediaan airbag penumpang depan, instrumen dengan MID baru, setir model baru seperti Mercy W211 E-Class Facelift. Sedangkan bentuk dashboardnya sendiri masih serupa dengan model sebelumnya, kecuali untuk area panel konsol.

Interior Jip Mercy G-Class W463 G55 AMG
Interior Mercy W463 G55 AMG
Terakhir, Mercedes kembali mempermak penampilan interior G-Class seiring hadirnya G63 AMG. Desain bagian atas dashboard dengan bentuk mengkotak masih dipertahankan tapi panel konsol di desain ulang guna menyesuaikan zaman dan ukurannya pun jauh lebih ringkas, tanpa mengorbankan aura kemewaan. Posisi LCD Monitor yang mulanya berada di tengah panel konsol panel, dipindahkan ke atas sehingga sedangkan kisi-kisi dipindahkan ke posisi tengah, tepatnya di atas tombol-tombol pengaturan media. Instrumen cluster dan roda kemudi juga mendapat sentuhan baru yang mirip dengan Mercy W212 E-Class. Menariknya, pengaturan fitur COMAND dapat dioperasikan melalui roda dial yang berada di belakang tuas transmisi seperti sedan Mercy terbaru lainnya. Sensasi berkendara juga jauh lebih menyenangkan berkat ketersediaan tuas pedal shifter di balik kemudi. Fitur lainnya tidak dijelaskan spesifik disini karena fitur G63 AMG sangat banyak dan artikel ini lebih fokus untuk membahas spesifikasi secara umum bagi setiap tipe dan varian yang pernah dijual di Indonesia.
Interior Jip Mercy G-Class W463 G63 AMG
Interior Mercy W463 G63 AMG
Kini beralih ke bangku belakang. Secara keseluruhan, setiap varian G-Class menawarkan ruang yang cukup lapang baik itu legroom ataupun headroom untuk baris kedua. Hanya saja, varian dengan kode W460, kabinnya terbilang inferior karena masing-masing jok belum memiliki pengaturan individual. Mungkin untuk pasar Indonesia sedikit berbeda ataupun bisa jadi telah diganti oleh pemilik sebelumnya. Gagang pintu pun masih lekat dengan image SUV pekerja keras dan juga belum dibekali power window.
Kabin Belakang Jip Mercy G-Class W460 280GE
Kabin Belakang Mercy G-Class W460 280GE
Sedangkan untuk W463 yang dimulai oleh 300GE, masing-masing ketiga jok telah dipisah sehingga setiap penghuni kabin belakang dapat mengatur sudut kemiringan kursi sesuai keinginan. Gagang pintu turut dirubah dengan dimensi yang lebih lebar dan lebih besar serta dapat digunakan sebagai armrest. Model ini juga telah dibekali power window sebagai standar dan digunakan hingga G500 pada era millenium. Beberapa diantaranya telah mengadopsi jok kulit asli.
Kabin Belakang Jip Mercy G-Class W463 300GE/G300/G500
Kabin Belakang Mercy G-Class W463 300GE/G300/G500
Memasuki tahun 2011 ketika G55 AMG dijual, area belakang dirubah untuk kesekian kalinya dan jok kulit Alcantara menjadi kelengkapan standar. Area doortrim seluruhnya dirubah dengan gagang pintu baru dan armrest baru yang jauh lebih nyaman dibandingkan model sebelumnya. Masing-masing kursi tersebut juga mengadopsi sistem ventilasi dan didukung oleh jok elektrik dengan memory seat. Ini berlaku hingga sekarang dan digunakan juga pada G63 AMG tanpa perubahan lain kecuali untuk aksesori tambahan ataupun pernak-pernik lainnya.
Kabin Belakang Jip Mercy G-Class W463 G55 AMG/G63 AMG
Kabin Belakang Mercy G-Class W463 G55 AMG/G63 AMG
Lantas bagaimana untuk row ketiga? Sebagaimana SUV sera 80-an dan 90-an pada umumnya, tidak menyediakan baris ketiga dengan kursi menghadap ke depan melainkan saling berhadapan menyamping antara satu sama lain. Varian SWB kursi belakangnya sangat kecil dan hanya cocok diisi oleh anak-anak.
Bagasi Jip Mercy G-Class W460 SWB
Bagasi Jip Mercy G-Class W460 SWB
Sementara itu, varian LWB kursinya lebih panjang dan dapat diisi oleh orang dewasa. Kursi untuk row ketiga ini hanya tersedia untuk model W460 saja. Dimana pada model W463, sudah tak lagi menyediakan kursi seperti ini dan dialihfungsikan sebagai bagasi tambahan.
Bagasi Jip Mercy G-Class W460 LWB
Bagasi Jip Mercy G-Class W460 LWB
Berikut adalah contoh area interior belakang generasi W463. Mulai dari tipe G55 AMG dan seterusnya, disediakan net cargo yang berfungsi sebagai sekat antara kabin penumpang dan bagasi belakang.
Bagasi Jip Mercy G-Class W463 G55 AMG/G63 AMG
Bagasi Mercy G-Class W463 G55 AMG/G63 AMG
Kinerja dan Performa Mesin Jip Mercy G-Class
Dari sektor dapur pacu, sudah kebiasaan Mercedes-Benz bahwa seluruh kasta baik itu sedan, MPV ataupun SUV dijual dalam beberapa varian mesin dan itu juga berlaku untuk Seri G-Class. Namun kali ini, kami hanya membahas mesin dari varian yang dijual di Indonesia secara umum dan tidak termasuk ke dalam golongan bermesin langka, dimulai berdasarkan tahun keluaran dan kapasitas mesin. Dari varian yang paling awal hadir di pasar lokal, terdapat tipe 280GE dengan mesin berkapasitas 2.800cc berkode M110.994 6 silinder segaris DOHC yang tenaganya hanya sebatas 156 HP pada 5.250 RPM dan torsi puncak 226 Nm pada 4.250 RPM. Mesin ini digunakan baik itu untuk 280GE LWB ataupun SWB dan mengadopsi sistem injeksi banci seperti mesin Mercy Tiger 280E namun output yang dihasilkan berbeda kontras karena kode belakangnya berbeda. Tenaga dan torsinya tersebut lantas disalurkan ke sistem penggerak depan dan belakang dengan bantuan transmisi transmisi manual 4 percepatan. 
Foto Mesin Jip Mercy G-Class 280GE
Foto Mesin Jip Mercy G-Class 280GE
Pada medio 90-an, tipe 300GE hadir dengan kapasitas yang lebih besar yaitu 3.000cc menggantikan tipe 280GE yang selanjutnya mengenakan kode G300. Mesin yang diandalkan berkodekan M103.980, dengan konfigurasi 6 silinder SOHC. Cukup unik mengingat tipe sebelumnya sudah DOHC. Dari sisi tenaga, mesin ini mampu menyalurkan daya maksimum mencapai 177 HP pada 5.700 RPM dan torsi hingga 255 Nm pada 4.400 RPM. Mulai dari generasi ini, ia telah mengandalkan transmisi manual 5 percepatan dan juga ketersediaan melalui pilihan transmisi otomatis 4 percepatan.
Foto Mesin Jip Mercy G-Class 300GE/G300
Foto Mesin Jip Mercy G-Class 300GE/G300
Ketika memasuki era millenium, Mercedes kembali menelurkan beberapa tipe baru dan salah satunya adalah tipe G500 yang menjadi tipe tertinggi di Indonesia saat itu. Di balik kap mesinnya, tersimpan mesin M113.E50 yang berbeda dengan mesin sebelum-sebelumnya karena ada update nomenklatur baru dari sistem penamaan mesin. Mesin ini menggunakan konfigurasi V8 yang juga SOHC namun memiliki 3 katup pada tiap kepala silinder, dengan tenaga maksimum sebesar 306 HP pada 5.600 RPM dan torsi 460 Nm pada 2.700 hingga 4.250 RPM.
Foto Mesin Jip Mercy G-Class G500
Foto Mesin Jip Mercy G-Class G500
Berikutnya kembali masuk tipe baru di Indonesia tepatnya pada tahun 2010 hingga 2011 melalui tipe G55 AMG. Trim AMG ini adalah trim AMG pertama dalam keluarga G-Class yang masuk secara resmi dengan dukungan ATPM. Ia juga mengandalkan mesin dengan kode dan konfigurasi yang sama seperti G500 namun berbeda pada kapasitas dan adanya penambahan Kompressor (Supercharger) dan juga ditunjang oleh twin-intercooler. Kode mesin ini adalah  M113.E55K (Kompressor) berkapasitas 5.4 liter dengan tenaga 507 HP pada putaran 6.100 RPM dan torsi puncak sebesar 700 Nm pada 2.750 hingga 4.000 RPM. Hampir dua kali lipat dari output G500 di atas.
Foto Mesin Jip Mercy G-Class G55 AMG
Foto Mesin Jip Mercy G-Class G55 AMG
Terakhir, terdapat tipe G63 AMG yang posisinya menggantikan penjualan dari G55 AMG sebelumnya. Inilah seri yang diedarkan oleh ATPM mulai tahun 2013 dan menjadi varian paling bertenaga sekaligus termahal dalam keluarga G-Class di Indonesia, karena varian G65 AMG tidak dijual disini. Tipe G63 AMG mengadopsi mesin M157 AMG '63' 5.500cc V8 twin-turbo  (bi-turbo). Sudah bukan rahasia lagi jika angka yang biasanya menandakan kapasitas mesin di belakang penamaan tipe tidak lagi dapat dijadikan patokan terutama dalam keluaga sedan Mercy. Hal ini bahkan telah terjadi lebih dari 10 tahun dan juga berlaku dalam tubuh BMW. Sementara itu, dari sisi outputnya, ia mampu memuntahkan tenaga hingga 544 HP pada putaran 5.500 RPM dengan torsi 761 Nm dari 2.000 hingga 5.000 RPM. Selain peningkatan output sebesar 37 HP dan 61 Nm dibandingkan mesin G55 AMG, mesin G63 diklaim lebih irit dalam perihal penggunaan bahan bakar dengan tingkat efesiensi 13 persen.
Foto Mesin Jip Mercy G-Class G63 AMG
Foto Mesin Jip Mercy G-Class G63 AMG
Impresi dan Handling Jip Mercy G-Class
Mercedes G-Class atau lebih dikenal dengan sebutan G-Wagen di luar negeri ini merupakan kendaraan offroad yang diadopsi dari kendaraan militer dan akhirnya dibuatkan versi produksi massal. Kapabilitas offroadnya tak perlu diragukan lagi karena memang sudah terbukti dari era 70-an sehingga ia digadang-gadang sebagai rival utama bagi Land Rover dimana keduanya merupakan mainan bagi kalangan yang mampu. Namun seiring berjalannya waktu, keluarga G-Class tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan offroad namun juga bagi kenyamanan berkendara. Maka dari itu, perkembangannya begitu pesat, jauh berbeda dibandingkan Land Rover yang hanya mendapatkan fitur elektrikal standar seperti yang telah ada pada mobil 90-an lainnya. Meski peruntukannya sebagai kendaraan offroad, ternyata G-Class mampu menawarkan kenyamanan hampir setara dengan E-Class dan kualitas jempolan. Maka tak heran jika jarang G-Class jarang ditemukan dengan kondisi menggenaskan seperti bangkai besi karena kualitasnya yang sangat dijaga. Di salah satu situs otomotif disebutkan bahwa W460 memiliki bantingan yang paling nyaman dan menyamai bantingan Mercy Tiger serta sasisnya lebih rigid. Sedangkan mulai dari generasi W460 khususnya tipe 300GE atau G300 lebih berkesan layaknya Mercy Boxer W124 yang bantingannya sedikit lebih kaku namun handling lebih sempurna. Begitulah seterusnya, setiap produk Jip Mercy tahun lebih tinggi, kenyamananya hampir mirip dengan E-Class pada tahun yang sama. 

Spesifikasi Jip Mercy G-Class
  • Mesin : M110.994 2.8 liter (280GE) ; M103.980 3.0 liter (300GE, G300) ; M113.E50 5.0 liter (G500) ; M113.E55K 5.5 liter (G55 AMG) ; M157 AMG '63' 5.5 liter (G63 AMG).
  • Konfigurasi : 6 silinder segaris 24 katup DOHC (280GE) ; 6 silinder 12 katup SOHC (300GE, G300) ; V8 24 katup SOHC (G500, G55 AMG) ; V8 36 katup DOHC (G63 AMG).
  • Tenaga : 156 HP @5.250 RPM (280GE) ; 177 HP @5.700 RPM (300GE, G300) ; 306 HP @5.600 RPM (G500) ; 507 HP @6.100 RPM (G55 AMG) ; 544 HP @5.500 RPM (G63 AMG).
  • Torsi : 226 Nm @4.250 RPM (280GE) ; 255 Nm @4.400 RPM (300GE, G300) ; 460 Nm @2.700-4.250 RPM (G500) ; 700 Nm @2.750-4.000 RPM (G55 AMG) ; 761 Nm @2.000-5.000 RPM (G63 AMG).
  • Bore x stroke : 86 mm x 78.8 mm (280GE) ; 88.5 mm x 80.2 mm (300GE, G300) ; 97 mm x 84 mm (G500) ; 97 mm x 92 mm (G55 AMG) ; 98 mm x 90.5 mm (G63 AMG).
  • Rasio kompresi : 8.7:1 (280GE) ; 9.2:1 (300GE, G300) ; 10:1 (G500, G55 AMG, G63 AMG).
  • Konsumsi BBM : 5-7 km/L (dalam kota) ; 8-11 km/L (luar kota).
  • Transmisi : Manual 4 percepatan (280GE) ; Manual 5 percepatan ; Matic 4 percepatan (300GE, G300, G500), Matic 5 percepatan (G55 AMG) ; 7G-Tronic 7 percepatan (G63 AMG).
  • Suspensi : Depan Leading Link, belakang Trailing Link.
  • Rival : Land Rover Defender, Jeep Wrangler, Nissan Patrol, Mitsubishi Pajero, Toyota yakni Land Cruiser.
  • Tahun Penjualan : 1980 - 1989 (W460) ; 1990 - sekarang (W463).

Harga Jip Mercy G-Class
Berbicara masalah harga, G-Class tergolong sulit untuk diberi patokan khusus untuk harga pasarannya karena ia tergolong ke mobil pehobi dan penikmat SUV sejati. Namun pada umumnya, tipe 280GE LWB dijual di rentang harga 250 hingga 300 juta dengan kondisi normal tanpa modifikasis sementara model SWB mampu menembus angka 400 jutaan karena peredarannya yang langka. Bagi tipe 300GE ataupun G300, harga normal berada di kisaran 500 jutaan. Tipe-tipe di atas bisa saja dijual lebih mahal jika telah di facelift oleh pemilik sebelumnya ke tahun lebih tinggi dan biasanya lebih mahal 100 hingga 150 jutaan tergantung ketelitian detail dan kerapian pemasangan paket modifikasi. Kecuali modifikasinya juga merambah ke bagian interior, patokannya bisa jauh lebih mahal. Untuk tipe G500, harga bekasnya masih berada di angka 1 milyar sedangkan G55 masih bertahan di angka 2 hingga 2.2 milyar. Khusus tipe G63 AMG, harga barunya dijual oleh ATPM sebesar 4.79 milyar dan itupun belum termasuk pajak barang sangat mewah. Tipe terakhir ini harga pasaran unit bekasnya masih tergolong sangat gelap karena hingga sekarang hanya dimiliki oleh kalangan tertentu saja.

Kelebihan Jip Mercy G-Class
  • Citra SUV eksklusif.
  • Sangat tangguh.
  • Kemampuan offroad.
  • W463 memiliki fitur melimpah.
  • Sparepart mesin dapat disubstitusi dengan sedan yang bermesin sama.
  • Resale value sangat terjaga.

Kekurangan Jip Mercy G-Class
  • Harga terlalu mahal.
  • W460 sangat minim fitur.
  • Minim varian diesel untuk pasar Indonesia (hanya 290GD yang sangat langka).
  • Kurang inovatif dari desain bodi.
  • Perawatan mahal untuk tahun keluaran 2000 ke atas.
  • Kedinamisan berkendara masih dipertanyakan.

Demikian ulasan lengkap mengenai review spesifikasi, harga, serta keunggulan dan kelemahan Jip Mercy G-Class W460 atau W463. Bagi Anda yang telah bosan gonta-ganti mobil dan belum pernah menemukan yang cocok, mungkin Jip Mercy dapat dijadikan sebagai pilihan utama. Sebab, sangat sedikit dari kalangan pemilik G-Class yang menjual mobil ini karena alasan tidak puas, kecuali pemiliknya ingin mengganti ke tahun yang lebih tinggi atau karena terdesak dana guna keperluan lain. Jika ada spesifikasi yang kurang tepat, mohon hubungi kami melalui menu Contact. Semoga membantu, baca juga :