Kelebihan dan Kekurangan BMW F30 Seri-3 '12-'18

Ulasan Spesifikasi dan Harga BMW F30 Seri-3 - Kiprah BMW sebagai brand asal Eropa yang cukup disegani di seluruh dunia ternyata mampu menorehkan rekor manis di Indonesia. Bagaimana tidak, BMW seakan sudah menjadi lambang kebanggaan bagi siapa saja yang memilikinya, meski unit yang dimiliki telah memasuki usia uzur ataupun hanya sebatas tipe terendah. Memang sudah sewajarnya, tipikal orang Indonesia sangat mempertimbangkan arti sebuah gengsi. Khususnya para eksekutif muda, yang merupakan sasaran empuk BMW ataupun brand mewah lainnya dengan cara mengembangkan platform agar sempurna di mata para calon konsumen. Salah satunya adalah BMW Seri-3, yang berkecimpung dalam segmen sedan kompak eksektutif atau entry level luxury cars.

Hingga sekarang, BMW Seri-3 telah mencapai hingga generasi keenam. Generasi keenam ini menggunakan kode sasis F30, menggeser posisi dari BMW E90 yang telah menemani konsumen hingga 7 tahun lamanya. BMW F30 pertama kali dikenalkan secara global pada pergelaran Geneva Motor Show tahun 2012. Sama halnya dengan E90, BMW F30 juga menggunakan kode sasis yang berbeda antara setiap konfigurasi body style. Antara lain F30 untuk sedan, F31 untuk touring/estate/wagon, F34 untuk hatchback 4 pintu (Gran Turismo) serta F35 untuk versi Long Wheelbase yang hanya dijual di pasar Tiongkok. Selain itu, generasi ini juga sekaligus menandai lenyapnya varian sport 2 pintu pada keluarga Seri-3. Bahkan untuk versi M3 sebagai varian flagship di keluarga ini juga menggunakan body 4 pintu. Sebab, varian sport 2 pintu kini menggunakan basis nama menjadi Seri-4 untuk pertama kalinya. Meski begitu, baik Seri-3 dan Seri-4 masih menggunakan platform dan mesin yang sama.

Di Indonesia, BMW F30 pertama kali hadir pada bulan Juni tahun 2012 di bawah naungan PT. BMW Indonesia. Ia dikenalkan melalui tiga pilihan tipe, yaitu 320i, 328i, dan 335i. Tipe 320i dan 328i menggunakan mesin yang sama dengan kode N20B20 4 silinder berkapasitas 2.000cc tapi output keduanya berbeda dikarenakan adanya perbedaan pada software pendukung dan juga ECU. Sedangkan tipe 335i yang merupakan hasil import CBU dari Jerman mengandalkan mesin N55B30 6 silinder segaris berkapasitas 3.000cc. Kedua mesin diatas mengadopsi twin-scroll turbocharger. Mulai generasi ini, BMW pertama kali menerapkan turbocharger untuk varian bensin bagi Seri-3 sekaligus tidak lagi mewariskan mesin yang telah teruji dari generasi sebelumnya. Selain itu, BMW kembali tidak mengikuti sistem nomenklatur penamaan tipe mobil sesuai dengan kapasitas mesin. Kejadian ini sebelumnya telah terjadi pada generasi BMW E36 Seri-3 dan BMW E46 Seri-3 yang selanjutnya diperbaiki pada BMW E90 Seri-3. Setahun berselang tepatnya pada tahun 2013, BMW merilis varian baru bermesin N47D20 turbodiesel 2.000cc 4 silinder melalui tipe 320d. Khusus untuk tipe 320i dan 328i  dijual dalam trim Luxury dan Sport dengan perbedaan pada kelengkapan fitur, model eksterior dan harga. Sedangkan untuk tipe 335i yang hanya ada trim Luxury. Dengan begitu, para calon konsumen lebih leluasa untuk menentukan pilihan sesuai kriteria dan keinginannya masing-masing. Pada tahun 2014, BMW kembali merilis varian baru untuk pasar lokal dengan body hatchback yang dinamakan sebagai tipe 320i GT (Gran Turismo) secara terbatas. Dari segi permesinan tidak ada bedanya dengan tipe 320i sedan. Sehingga, dari keempat jenis body dari generasi keenam Seri-3, dua diantaranya dijual di Indonesia.

Selanjutnya, BMW melakukan update tampilan bagi F30 pada akhir tahun 2015 sebagai facelift ringan (LCI/Life Cyle Impulse) yang akan dijelaskan pada subjudul bagian eksterior di bagian bawah. Disini, BMW merilis tipe tertinggi dari keluarga F30 melalui tipe 340i M-Sport Individual menggantikan kiprah 335i dengan mesin 3.000cc berkode B58B30 yang sebelumnya telah dipamerkan pada ajang GIIAS 2015. Tipe 340i ditujukan bagi penantang adrenalin karena outputnya yang sangat besar. Selain itu, BMW juga merilis tipe 330i sebagai pengganti tipe 328i dengan trim M-Sport. Sedangkan untuk tipe 320i, tersedia dengan pilihan Sport dan M-Sport. Khusus tipe 320d hanya ada trim Sport. Artinya tak ada lagi trim Luxury disini seperti sebelumnya. Pada sektor dapur pacu, tipe 330i menggunakan mesin B48B20 4 silinder 2.000cc. Mesin ini juga digunakan sebagai dapur pacu bagi tipe 320i LCI yang sebelumnya menggunakan mesin N20B20. Meski begitu, perbedaan output keduanya berbeda bak langit dan bumi.

Pada segmen sedan entry level luxury cars, BMW F30 yang diposisikan di bawah market BMW F10 Seri-5 ini memiliki tugas yang cukup berat. Tidak hanya memenuhi keinginan calon konsumen, ia juga memanggul beban dimana harus menyerobot calon pembeli rivalnya. Rivalnya yang juga berasal dari daratan Eropa yaitu Mercedes-Benz W205 C-Class dan Audi A4 B8 facelift. Sedangkan kompetitornya yang berasal dari daratan Asia adalah Honda Civic FB dan Toyota Corolla Grand Altis. Namun jika dilihat dari segi harga, fitur serta teknologi, kompetitor yang lebih seimbang disandingkan bagi BMW F30 diantaranya yakni Honda Accord CR2, Mazda 6 Gen3, Kia Optima Gen4, Hyundai Sonata Gen6, Nissan Teana Gen3, dan Toyota Camry XV50.

Eksterior BMW F30 Seri-3
Untuk bagian luar, BMW melakukan perombakan besar-besaran terhadap desain Seri-3 generasi keenam ini dengan cara mengambil desain dari kakaknya, Seri-5. Sentuhan baru yang tampak disini menjadikan BMW F30 sebagai sedan dengan tampilan paling sporty di kelasnya. Hal ini tampak dari dimensi yang lebih lebar dari pendahulunya, kap bonnet yang rendah serta desain fascia baru dengan garis-garis tajam dan kekar. Pada generasi ini, BMW merubah ciri khas lampu Seri-3 yang sebelumnya membulat menjadi pipih dengan adanya trademark corona ring pada reflektor di sekeliling lampu halogen yang menyambung dengan kidgey grille khas BMW. Grill yang digunakan disini terkesan cukup lebar dan tajam, dengan lapisan chrome. Tepat dibawahnya, baik itu trim Luxury ataupun Sport menggunakan bumper yang sama dengan desain tonjolan persegi pada setiap sisi serta adanya foglamp yang penempatannya agak menjorok ke dalam. Bedanya, trim luxury menggunakan aksen krom di atas foglamp sedangkan trim sport menggunakan garis dengan aksen silver memanjang di sekitar area foglamp. Pada varian awal sebelum LCI ini, tidak ada trim yang dijual dengan M-Package, melainkan pemilik mobil harus membeli paket tersebut secara terpisah.
Eksterior BMW F30 Prefacelift
Eksterior Depan BMW F30 Prefacelift
Ketika varian LCI dikenalkan kepada publik pada akhir tahun 2015, BMW sedikit merombak tampilan pada eksterior Seri-3. Menjadi paket standar bagi tipe 320i dan 320d karena tidak ada lagi trim Luxury pada periode LCI. Dilihat sepintas, bahkan keduanya sangat serupa nyaris tanpa perbedaan. Namun jika diteliti, varian LCI telah mengadopsi desain lampu baru dengan dukungan DRL (daytime running lights) yang tepiannya menyambung antara batas reflektor dan kidney grille. Selain itu, bumper depan juga sedikit dirombak dimana lekukan pada tepiannya menjorok ke bawah serta diperpanjangnya garis dengan aksen silver di samping foglamp.
Eksterior BMW F30 LCI
Eksterior Depan BMW F30 LCI
Selanjutnya ada varian yang dipaketkan dengan bodykit M-Aerodynamics (disebut juga M-Package) melalui trim M-Sport. Paket ini disediakan untuk tipe 320i, 330i dan 340i. Dibandingkan 320i trim Sport biasa (Non M), paket ini harganya 40 juta lebih mahal, sedangkan untuk tipe 330i dan 340i menjadi paket standar karena tidak disediakan melalui trim lain. Bedanya ada pada bentuk bumper dengan tampilan yang lebih agresif dan hampir menyerupai bumper M-Series. Dari fitur-fitur tidak ada yang berbeda antara eksterior trim Sporty dan M-Sport kecuali bagi tipe 340i yang mendapatkan fitur lampu adaptif full LED dengan Auto High-Beam System.
Eksterior BMW F30 LCI M-Sport
Eksterior Depan BMW F30 LCI M-Sport
Kini beralih ke profil samping BMW F30. Tampak perubahan total dilakukan disini. Dibandingkan pendahulunya, E90, F30 ini tampak lebih bongsor dikarenakan panjangnya bertambah 93 mm, lebih lebar 37 mm, lebih tinggi 9 mm dan sumbu rodanya juga lebih panjang 50 mm. Di atas kertas, dimensi spesifik F30 adalah panjang  4.624 mm, lebar 1.811 mm, tinggi 1.429 mm dengan panjang wheelbase 2.810 mm. Dengan begitu dapat dipastikan bahwa ruang interior menjadi lebih luas dan menutupi kelemahan utama dari keluarga Seri-3 yang terkenal sempit. Di bagian ini, baik varian pre-LCI Luxury atau Sport, LCI Sport dan juga M-Sport tidak memiliki perbedaan signifikan kecuali pada ukuran dan model velg standar yang digunakan. Namun kali ini tidak dijelaskan secara detail sebab informasi yang didapatkan sangat terbatas.
Eksterior BMW F30
Eksterior Samping BMW F30 
Pada bagian belakangnya, BMW masih mempertahankan desain L terbelah di bagian bodi dan pintu bagasi yang sebelumnya pernah dihilangkan pada BMW E90 pre-LCI. Adanya pengkombinasian desain ini memberikan efek positif dimana tampilan F30 kian elegan tanpa mengurangi cita rasa sporty. Desainnya sendiri merupakan hasil adopsi dari F10 Seri-5. Jika keduanya dijejerkan tampak sangat serupa, hanya saja pada F30 belum mengadopsi stoplamp LED. Selain itu, BMW juga menghadirkan aksen krom di bagian tengah bawah bumper agar tampilannya lebih elegan.
Eksterior BMW F30 Prefacelift
Eksterior Belakang BMW F30 Prefacelift
Untuk buntut belakang varian LCI, perubahan yang dilakukan terbilang lumayan banyak. Antara lain menyambahi stoplamp, bumper, reflektor dan juga aksen krom pada bagian bawah yang diperpanjang. Sebelumnya, mika stoplamp masih berupa garis-garis lurus memanjang dirubah menjadi garis-garis tidak beraturan layaknya yang diterapkan pada BMW X1. Sementara itu, stoplamp ini juga sudah full LED. Ketika dinyalakan, lampu ini akan menghasilkan cahaya yang sangat indah.
Eksterior BMW F30 LCI
Eksterior Belakang BMW F30 LCI
Sedangkan pada trim M-Sport, bagian belakangnya juga menggunakan bodykit M-Package guna mendukung tampilan depannya yang sangar. Perbedaan dari trim Sport biasa yaitu pada bumper bagian bawah dengan lekukan ekstrim meskipun tidak seekstrem M3. Reflektor yang digunakan juga lebih panjang dan lebih besar, dimana letaknya diposisikan di bawah lekukan bumper. Khusus untuk tipe 340i, mengadopsi sistem pembuangan berupa knalpot ganda.
Eksterior BMW F30 LCI M-Sport
Eksterior Belakang BMW F30 LCI M-Sport
Interior BMW F30 Seri-3
Dari sektor interior, BMW F30 masih mempertahankan layout yang elegan dan simpel ciri khas Seri-3 dengan dibalut dengan tampilan sporty. Panel konsol dashboard posisinya diarahkan condong ke kursi pengemudi sehingga membuat semua tombol mudah difungsikan. Jika Anda pernah menggunakan Seri-3 sebelumnya, Anda akan merasakan kenyamanan yang luar biasa di dalam F30 ini dikarenakan kabinnya yang luas serta kualitas kabin yang lebih baik dari para pendahulunya. Khususnya untuk roda kemudi 3 spoke dengan bahan karet tebal. Meski begitu, kabin depan masih memiliki kelemahan dimana bagian atas klaster instrumen akan memantulkan sinar ke arah pengemudi ketika berkendara di bawah terik matahari. Dari segi tampilan, bagian depan kabin F30 trim Sporty pre-LCI hadir dengan adanya aksen merah memanjang pada dashboard dan jahitan merah pada jok. Untuk tipe Sport, disediakan dengan pilihan warna interior hitam atau merah. Sedangkan untuk trim Luxury biasanya hadir dengan ornamen krom serta pilihan warna interior berupa beige ataupun hitam.

Tidak lengkap rasanya jika tidak menyebutkan apa fitur apa saja yang ikut dibenamkan untuk semua varian pre-LCI. Disini, semua tipe telah dilengkapi oleh jok elektrik dengan memery seat pada kursi pengemudi, dual-zone climate control, cupholder, fitur audio switch steering wheel, fitur servotronic guna menyesuaikan bobot setir sesuai gaya berkendara, tombol auto start/stop, fitur iDrive dengan monitor 8.8 inci beresolusi tinggi, fitur Driving Experience Control dengan ECO PRO, dan juga fitur BMW Connected Drive yakni sistem navigasi profesional dengan dukungan koneksi USB dan Bluetooth. Pada tipe 328i dan 335i, BMW memberikan fitur tambahan sebagai kelengkapan standar antara lain sunroof, pedal shift di belakang kemudi, sound system surround Harman Kardon output 600 W dengan speaker sebanyak 16 titik yang tersebar di seluruh area kabin dan juga Comfort Access System. Fitur terakhir ini memungkinkan Anda membuka bagasi dengan cara mengayunkan kaki di sensor yang berada di bumper belakang sehingga bagasi otomatis terbuka dengan sendirinya tanpa harus menekan sebuah tombol terlebih dahulu. Berikut adalah contoh foto kabin dan dashboard F30 pre-LCI.
Interior BMW F30 Prefacelift
Dashboard BMW F30 Prefacelift
Untuk kabin belakangnya juga mampu pengalaman yang mengesankan bagi penumpang berkat dimensinya yang bongsor. Kabin bongsor ini menyediakan ruang kaki 4 inci lebih besar dari E90. Bahan jok yang digunakan juga terbilang lebih nyaman ditambah lagi sudut kemiringan jok direvisi ulang agar tidak terlalu tegak seperti yang terjadi pada E90 sebelumnya. Selain itu berkat adanya fitur dual-zone climate control, penumpang belakang dapat mengatur suhu kabin sesuai keinginan sendiri tanpa harus mengharapkan suplai udara dari bagian depan.
Interior BMW F30 Prefacelift
Kabin Belakang BMW F30 Prefacelift
BMW juga melakukan sedikit improvisasi pada bagian interior F30 untuk varian LCI. Seperti yang disebutkan pada bagian awal, trim Luxury tidak lagi dijual dan hanya ada trim Sport dan M-Sport disini. Kedua trim ini membawa fitur yang sama (tergantung tipe). Diantaranya adalah roda kemudi sporty 3 spoke model baru hasil adopsi dari M3, penambahan peta Indonesia yang jauh lebih lengkap dengan dukungan 3D, ambient light baru, konsol tengah hitam gloss, aksen krom di sekitar kursi dan kisi-kisi AC, serta cupholder yang tutupnya dapat digeser. Sunroof menjadi fitur bagi tipe 330i dan 340i. Sedangkan untuk kabin belakang tidak ada yang berubah.
Interior BMW F30 Facelift LCI
Dashboard BMW F30 LCI
Kinerja dan Performa Mesin BMW F30 Seri-3
Seperti yang telah disebutkan di atas, BMW F30 mulanya dikenalkan melalui tipe 320i, 328i, dan 335i. Tipe 320i mengadopsi mesin N20B20 2.000cc dengan konfigurasi 4 silinder segaris 16 katup DOHC berteknologi Double VANOS. Sebagai tipe dengan kapasitas terkecil di keluarganya, ia hanya mampu menelurkan tenaga sebesar 184 HP pada putaran 5.000 RPM dan torsi maksimum sebesar 270 Nm pada 1.250 hingga 4.500. Jika dibandingkan dengan mesin-mesin BMW 2.000 cc sebelumnya, tenaga tipe 320i ini terbilang cukup besar. Ini dikarenakan instalasi twinscrool turbocharger yang disebut oleh BMW dengan sebutan TwinPower.

Pada tipe 328i, BMW juga memasangkan mesin 4 silinder 2.000cc dengan kode N20B20 yang sama seperti tipe 320i. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah BMW dimana varian yang melewati angka 323i mengenakan mesin 4 silinder sekaligus berkapasitas di bawah 2.800cc. Tenaga yang dihasilkan memang jauh lebih besar, yakni 245 HP pada 5.000 RPM hingga 6.500 RPM dan torsi sebesar 350 Nm pada 1.250 RPM hingga 4.800 RPM. Antara mesin 320i dan 328i, konfigurasinya tidak ada yang berbeda alias sama persis. Lantas perbedaan besar output keduanya disebabkan oleh jenis piston dengan kompresi yang berbeda, perbedaan firmware pendukung, ECU serta diameter inlet dan outlet pipa pembuangan (exhaust). Maka dari itu, banyak tuner dari luar negeri yang menyediakan paket upgrade 320i menjadi 328i. Tentunya dengan perhitungan matang dan tidak boleh dilakukan oleh mekanik sembarangan agar sistem elektrikal tetap dalam kondisi normal dan tidak mengalami disfungsi. 
Foto Mesin 320i dan 328i BMW F30
Mesin N20B20 BMW F30
Selanjutnya untuk tipe 335i, menggunakan mesin yang berbeda dengan kedua tipe di atas dimana kodenya berupa N55B30, berkapasitas 3.000cc. Mesin ini mengusung konfigurasi 6 silinder segaris 24 katup DOHC Double VANOS dan juga didukung oleh twin-scroll turbocharger. Pada periode prefacelift, mesin N55 ini menjadi satu-satunya mesin yang menggunakan layout 6 silinder. Selain minim getaran, suara yang dihasilkan juga lebih merdu. Tenaga yang dapat dipompa mencapai 306 HP pada 5.800 RPM hingga 6.000 RPM dan torsi maksimum 400 Nm pada 1.200 hingga 5.000 RPM.
Foto Mesin 330i BMW F30
Mesin N55B30 BMW F30
Berikutnya terdapat varian mesin turbodiesel dengan mengenakan emblem 320d. Mesin ini sebelumnya telah digunakan pada tipe 320d E90 yang tidak masuk ke Indonesia. Di tanah air, tipe 320d menjadi varian sedan diesel pertama Seri-3 yang masuk ke Indonesia secara resmi melalui jaringan BMW secara langsung. Mesinnya berkapasitas 2.000cc dengan kode N47D20, mampu menghasilkan tenaga maksimum hingga 184 HP pada 4.000 RPM dan torsi 380 Nm pada 1.750 hingga 2.750 RPM. Mesin ini menggunakan konfigurasi 4 silinder segaris 16 katup DOHC. Seperti mesin turbodiesel canggih pada umumnya, mesin diesel BMW N47 juga telah mengadopsi teknologi common rail direct diesel injection sebagai sistem pengabut bahan bakar.
Foto Mesin 320d BMW F30
Mesin N47D20 BMW F30
BMW juga turut memperkenalkan jenis mesin baru bagi 320d LCI dengan menggunakan kode B47D20. Konfigurasi dan sistem asupan bahan bakar tak ada yang berbeda dengan mesin sebelumnya. Hanya saja, mesin ini mampu melontarkan tenaga yang lebih besar. Yakni 190 HP pada 4.000 RPM dan torsi 400 Nm pada 1.750 hingga 2.750 RPM
Foto Mesin 320d LCI BMW F30
Mesin B47D20 BMW F30
Ketika facelift dilakukan, tipe 320i ternyata mendapatkan jenis mesin baru dengan kode B48B20 berkapasitas 2.000cc, 4 silinder segaris 16 katup DOHC Double VANOS. Mesin ini juga dibekali dengan twin scrool turbocharger dan mampu memompa tenaga hingga 184 HP pada putaran 5.000 RPM hingga 6.500 RPM dan torsi puncak 270 Nm pada 1.350 RPM hingga 4.600 RPM. Di atas kertas, output antara tipe 320i dan 320i LCI ini tidak berbeda.

Berikutnya, terdapat tipe 330i pada periode LCI yang diposisikan untuk menggeser tipe 328i. Yang cukup disayangkan adalah tipe 330i mendapatkan mesin yang sama seperti tipe 320i di atas. Dengan kapasitas dan konfigurasi yang sama. Hanya saja output keduanya yang berbeda seperti yang telah terjadi antara tipe 320i dan 328i sebelum facelift karena perbedaan pada ECU dan software. Outputnya sendiri mampu menghasilkan tenaga maksimum hingga 252 HP pada 5.200 RPM hingga 6.500 RPM dan torsi puncak sebesar 350 Nm pada 1.450 hingga 4.800 RPM.
Foto Mesin 320i LCI dan 330i BMW F30
Mesin B48B20 BMW F30
Terakhir, BMW menyediakan pilihan tipe 340i sebagai tipe tertinggi bagi keluarga F30 di Indonesia di periode LCI, menggantikan posisi dari 335i. Tipe ini menjadi jembatan antara Seri-3 biasa dan M3 berkat outputnya yang begitu besar. Berbekal mesin B58B30 6 silinder 24 katup DOHC dengan kapasitas 3.000cc, ia mampu merilis tenaga sebesar 326 HP pada putaran 5.500 RPM hingga 6.500 RPM serta torsi maksimum 450 Nm pada 1.380 RPM hingga 5.000 RPM.
Foto Mesin 340i BMW F30
Mesin B58B30 BMW F30
Impresi dan Handling BMW F30 Seri-3
Seperti pendahulunya, generasi keenam dari BMW Seri-3 ini juga unggul dalam hal dinamika berkendara dengan cara meningkatkan kenyamanan bagi pengemudi. Hal ini dilakukan bertujuan untuk mempertahankan definisi dari slogan The Ultimate Driving Machine yang sudah melekat puluhan tahun lamanya. Untuk itu, BMW menghadirkan fitur drive mode dimana pengemudi dapat memilih karakter mengemudi yang diinginkan antara lain ECO PRO, Comfort, Sport dan Sport+. Selain itu, dibalik ukurannya yang semakin besar ternyata bobot total F30 tidak jauh berbeda dengan E90. Penggunaan konstruksi aluminium dan carbon di beberapa titik membuat bobot sasis tetap ringan dan ini sangat membantu ketika mobil berakselerasi. Terlebih lagi dengan adanya turbo ternyata terbukti dapat membangkitkan tenaga dan torsi secara signifikan. Hadirnya pedal shift dibalik kemudi (kecuali 320i) juga ikut menyajikan sensasi fun to drive jika Anda merasa kemampuan maticnya lemot. Dari segi bantingan, terbilang cukup nyaman meski mobil ini juga menggunakan ban run flat meskipun ia menyebabkan suara bising ketika mobil melaju kencang.

Spesifikasi BMW F30 Seri-3
  • Mesin : N20B20 2.0 liter (320i, 328i) ; N47D20 2.0 liter (320d) ; B47D20 2.0 liter (320d LCI) ; N55B30 3.0 liter (335i) ; B48B20 2.0 liter (320i LCI, 330i) ; B58B30 3.0 liter (340i).
  • Konfigurasi : 4 silinder segaris 16 katup DOHC (320i, 320i LCI, 320d, 320d LCI, 328i, 330i) ; 6 silinder segaris 24 katup DOHC (335i, 340i).
  • Tenaga : 184 HP @5.000 RPM (320i) ; 184 HP @5.000-6.500 RPM (320i LCI) ; 184 HP @4.000 RPM (320d) ;  190 HP @4.000 RPM (320d LCI) ; 245 HP @5.000-6.500 RPM (328i) ; 252 HP @5.200-6.500 RPM (330i) ; 306 HP @5.800-6.000 RPM (335i) ; 326 HP @5.500-6.500 RPM (340i).
  • Torsi : 270 Nm @1.250-4.500 RPM (320i) ; 270 Nm @1.350-4.600 RPM (320i LCI) ; 380 Nm @1.750-2.750 RPM (320d) ; 400 Nm @1.750-2.750 RPM (320d LCI) ; 350 Nm @1.250-4.800 RPM (328i) ; 350 Nm @1.450-4.800 RPM.(330i) ; 400 Nm @1.200-5.000 RPM (335i) ; 450 Nm @1.380 RPM-5.000 RPM (340i).
  • Bore x stroke : 84 mm x 90.1 mm (320i, 328i) ; 84 mm x 90 mm (320d, 320d LCI) ; 82 mm x 94.6 mm (320i LCI, 330i, 340i) ; 84 mm x 89.6 mm (335i).
  • Rasio kompresi : 10:1 (328i) ; 10.2:1 (330i, 335i) ; 11:1 (320i, 320i LCI, 340i) ; 16.5:1 (320d, 320d LCI).
  • Konsumsi BBM : 7-9 km/L (dalam kota) ; 10-14 km/L (luar kota).
  • Transmisi : Matic streptonic 8 percepatan dengan paddle shift.
  • Suspensi : Depan Double-joint tension-strut, belakang 5-arm axle.
  • Rival : Mercedes-Benz W205 C-Class dan Audi A4 B8 facelift, Honda Accord CR2, Mazda 6 Gen3, Kia Optima Gen4, Hyundai Sonata Gen6, Nissan Teana Gen3, dan Toyota Camry XV50.
  • Tahun Penjualan : 2012 - 2015 (prefacelift) ; akhir 2015 - sekarang (LCI).

Harga BMW F30 Bekas Seri-3
  • Tahun 2012 : 350 - 450 juta.
  • Tahun 2013 : 380 - 500 juta.
  • Tahun 2014 : 410 - 590 juta.
  • Tahun 2015 : 450 - 640 juta.
  • Tahun 2015 LCI : 530 - 710 juta.
  • Tahun 2016 LCI : 580 - 760 juta.
  • Tahun 2017 LCI : 620 - 800 juta.

Kelebihan BMW F30 Seri-3
  • Image sedan sporty.
  • Banyak tipe dan trim.
  • Kenyamanan dan kepraktisan kabin.
  • Sangat nyaman dikemudikan sendiri.
  • Fitur standar lumayan banyak.
  • Fitur canggih.
  • Tenaga besar.
  • Relatif irit.
  • Suara mesin 6 silinder sangat merdu.

Kekurangan BMW F30 Seri-3
  • Perawatan mahal.
  • Harga sparepart mahal.
  • Mesin 4 silinder untuk tipe 328i dan 330i.
  • Getaran mesin 4 silinder.
  • Ban RFT menyebabkan suara bising.
  • Finishing interior kurang rapi untuk tipe rendah.
  • Tidak ada head up display dan kamera belakang kecuali pada tipe 340i.

Demikian ulasan lengkap mengenai review spesifikasi, harga, serta keunggulan dan kelemahan BMW F30 Seri-3. Secara keseluruhan, BMW F30 mampu memperbaiki segala kekurangan generasi-generasi pendahulunya dan juga mampu menyeimbangkan antara kenyamanan berkendara dan kemewahan bagi penumpang dalam sebuah paket sedan sporty. Semoga membantu, baca juga :
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Artikel Terkait : Kelebihan dan Kekurangan BMW F30 Seri-3 '12-'18