Kelebihan dan Kekurangan BMW E90 Seri-3 '05-'11

Kelebihan dan Kekurangan BMW E90 Seri-3 '05-'11

Ulasan Spesifikasi dan Harga BMW E90 Seri-3 - Citra BMW sebagai produsen otomotif yang mengedepankan unsur dinamisme berkendara khususnya pada Seri-3 memang benar adanya. Berbeda dengan kasta-kasta di atasnya, semua elemen sporty diterapkan dengan sempurna pada Seri-3 dan telah terbukti pada beberapa generasi seperti BMW E30 Seri-3, BMW E36 Seri-3 dan juga BMW E46 Seri-3. Berkaca dari kesuksesan tersebut, akhirnya BMW lahirlah sebuah mahakarya baru yang menggunakan kode E90. Tugas BMW E90 adalah untuk melanjutkan kesuksesan dari E46, yang meraih torehan penjualan mengagumkan di seluruh dunia.

BMW E90 sendiri pertama kali dirilis pada tahun 2005 sebagai model 2006. Sedan yang bergeming di kelas sedan kompak eksekutif ini di desain oleh Joji Nagashima yang merupakan desainer asal Jepang, dimana desainnya telah dikembangkan sejak tahun 2002. Sedangkan untuk varian converible dan coupe di desain oleh Marc Michael Markefka. Pada generasi ini, terdapat sedikit perubahan pada sistem penamaan berdasarkan body style. Setiap varian generasi kelima dari BMW Seri-3 mengenakan kode body yang berbeda pada ujungnya dengan kode awalan tetap E9. Antara lain E90 untuk sedan, E91 untuk Wagon, E92 untuk Coupe dan E93 untuk model Convertible. Berbeda dengan generasi sebelumnya dimana seluruh varian menyandang kode E46.

Di Indonesia, kehadiran BMW E90 juga dimulai pada akhir tahun 2005, yang diimpor secara langsung (CBU) di bawah tanggung jawab BMW Indonesia sebelum mobil ini dirakit secara lokal. Kelebihan utama unit CBU adalah adanya perlengkapan sunroof dan engine push start button sebagai standar. Untuk tipe-tipenya, pertama kali muncul melalui tipe 320i, 325i dan juga 330i yang hadir sangat terbatas. Kebanyakan tipe 320i dijual dalam pilihan trim business, lifestyle, executive, sport, dan ultimate. Untuk tipe 320i, dibekali mesin N46B20 berkapasitas 2.000 cc, 325i bermesin N52B25 2.500cc sedangkan tipe 330i menggunakan mesin N52B30 dengan kapasitas 3.000cc. Pada generasi ini, BMW kembali menggunakan kode nama mesin untuk masing-masing tipe sesuai dengan nomenklatur yang sebelumnya pernah acak adut pada generasi E36 dan E46.

Selanjutnya, BMW melakukan inovasi dengan cara melakukan facelift pada tahun 2009. Facelift pada generasi ini hingga sekarang lebih dikenal dengan sebutan LCI (Life Cycle Impulse). Pada periode ini, BMW menghapuskan varian lifestyle sehingga hanya terdapat trim Business, Executive, Sport, Ultimate. Disini, tipe 325i menjadi tipe tertinggi karena tipe 330i hanya dapat dibeli melalui orderan khusus ke dealer BMW. Di sektor dapur pacu, BMW menggantikan mesin 320i yang mulanya berkode N46B20 menjadi N43B20 dan mesin 325i yang awalnya berkode N52B25 menjadi N53B25. Sedangkan 330i facelift bermesin baru tidak lagi dijual di Indonesia karena minim peminat serta harganya yang terlampau mahal.

Di segmentasi sedan kompak eksekutif, BMW E90 yang marketnya diposisikan di bawah BMW E60 Seri-5 dan BMW E66 Seri-7 ini mendapatkan perlawanan yang cukup sengit dari para rivalnya. Beberapa rival E90 diantaranya yaitu Mercedes W204 C-Class, Audi A4 B7 dan Audi A4 B8 untuk varian facelift, Peugeot 407 Sedan, serta Volvo S40 Gen2. Sedangkan dari kubu pabrikan Jepang terdapat Honda Civic FD, Toyota Corolla Altis Gen2, dan juga Mitsubishi Lancer EX. Penjualan BMW E90 akhirnya dihentikan pada tahun 2012 setelah BMW F30 Seri-3 dikenalkan ke hadapan publik sebagai generasi keenam dari BMW Seri-3.

Eksterior BMW E90 Seri-3
BMW Seri-3 generasi kelima membawa desain atau styling yang lebih modern daripada pendahulunya berkat garis-garis meruncing di sekitar bodi. Bentuk body keduanya jauh berbeda dimana E46 mengkurva sedangkan E90 lebih tegas dengan potongan lampu depan tak lazim. Tampilan depannya tampak semakin sporty, plus dukungan garis-garis grille yang menyatu dengan bumper dari atas hingga ke bagian bawah. Pada model prefacelift, E90 khususnya tipe 320i belum mengadopsi lampu proyektor sehingga para pemilik banyak menggantinya dengan lampu proyektor aftermarket. Selain itu, bentuk bumper tampak elegan dengan sebuah garis memanjang dari di samping foglamp. Khusus tipe 320i business, belum dilengkapi foglamp karena ia ditujukan sebagai tipe paling ekonomis.
Eksterior BMW E90 Prefacelift
Eksterior Depan BMW E90 Prefacelift
Ketika facelift dilakukan, BMW LCI mendapatkan penyegaran dengan sentuhan sporty. Salah satunya adalah desain kidney grill khas BMW yang kini lebih lebar dan lebih membulat, lampu utama proyektor dengan reflektor model baru plus lampu sein LED serta desain baru pada bumper. Disini, desain bumper yang awalnya tampak elegan diganti menjadi lebih sporty berkat lekukan di sekitar area foglamp. Tak hanya itu, di sekeliling area foglamp juga diberi aksen krom agar tampak lebih mewah.
Eksterior BMW E90 Facelift LCI
Eksterior Depan BMW E90 LCI
Selanjutnya beralih ke bagian samping. Perubahan terbesar dari pendahulunya tampak pada bagian ini dimana dimensi E90 lebih panjang 49 mm dan lebar 78 mm dari BMW E46. Dengan begitu, ruang penumpang yang menjadi kelemahan pada E46 tertutupi oleh kehadiran E90. Dimensi spesifiknya yaitu panjang 4.520 mm, lebar 1.817 mm dan tinggi 1.421 mm dengan sumbu roda sepanjang 2.760 mm. Disini, tampak adanya fitur baru dalam keluarga Seri-3 yaitu sebuah shark fin antenna yang dijadikan sebagai kelengkapan standar pada seluruh tipe.
Eksterior BMW E90 Prefacelift
Eksterior Samping BMW E90 Prefacelift
Pada varian facelift, tidak banyak perubahan untuk profil samping E90 antara prefacelift dan juga facelift. Seperti biasanya, BMW hanya mengganti model velg pada varian terbaru. Selebihnya, BMW menggantukan spion standar dari awalnya berbentuk membulat menjadi lebih ramping dan aerodinamis.
Eksterior BMW E90 Facelift LCI
Eksterior Samping BMW E90 LCI
Untuk area belakang, garis-garis tegas juga ikut melekat di sepanjang area bagasi. Desainnya jauh lebih tegas dan tampak lebih menarik daripada E46. Tapi sayangnya, BMW mendapatkan banyak kritikan pedas karena desain ini dinilai tidak lebih cantik dari E46. Awalnya, lampu belakang yang digunakan pada varian prefacelift belum menggunakan lampu LED. Terlebih lagi ciri khas sporty ala BMW L shape sama sekali sirna disini. Maka dari itu, reputasi E90 bisa dikatakan belum mampu menyaingi E46 yang memiliki banyak fans fanatik di seluruh belahan dunia.
Eksterior BMW E90 Prefacelift
Eksterior Belakang BMW E90 Prefacelift
Guna menutupi kekurangan sebelumnya, akhirnya BMW memperbaiki desain E90 ketika melakukan facelift (LCI), Disini, BMW mengembalikan ciri khas desain L shape yang sebelumnya hilang pada E90. Desain lampu bagian bagasi berubah total dengan bentuk reflektor baru dan grafik mika baru. Stoplamp ini sudah mengadopsi lampu LED yang dipercaya mampu memancarkan sinar yang lebih terang serta memiliki umur yang lebih panjang dibandingkan bohlam biasa. Selain itu, desain bumper belakang juga sedikit dirubah sehingga mendukung tampilan depannya kian sporty.
Eksterior BMW E90 Facelift LCI
Eksterior Belakang BMW E90 LCI
Interior BMW E90 Seri-3
Kini saatnya beralih ke sektor interior. Nuansa yang mampu ditawarkan oleh BMW E90 adalah nuansa mewah berkat penggunaan bahan yang lebih berkualitas dibandingkan pendahulunya serta peningkatan built quality. Kabin depannya juga terasa lebih lega. Tapi sensasi driver oriented yang akrab pada generasi-generasi 3-Series sebelumnya terasa berkurang signifikan pada E90 karena arah dashboard tidak lagi condong ke posisi pengemudi. Meski begitu, tombol-tombol pada panel kontrol di dashboard masih mudah dijangkau oleh pengemudi. Untuk fiturnya sendiri terbilang lengkap dimana pada unit CBU turut dipasangkan sunroof, push start button, jok kulit dan tirai belakang. Sedangkan untuk unit CKD, fitur ini tak lagi digunakan kecuali jok kulit yang hanya hadir di tipe-tipe tertentu. Fitur-fitur elektrikal lainnya adalah kursi depan elektrik, lampu interior ambient light, dan lampu pada kaki penumpang belakang. Fitur tersebut tidak hadir pada trim business melainkan hanya hadir pada trim executive dan ultimate dengan fitur yang jauh lebih lengkap seperti tombol audio di setir dan MID. Sebagai info tambahan, mayoritas E90 yang beredar di Indonesia hadir dalam pilihan warna interior hitam. Sementara itu warna beige menjadi warna favorit dan langka.
Interior BMW E90 Prefacelift
Interior BMW E90 Prefacelift
Ubahan desain interior juga turut hadir ketika E90 LCI hadir. Peningkatan yang dilakukan dinilai cukup signifikan karena BMW menambahkan fitur baru yaitu fitur iDrive dengan LCD (kecuali business) yang dapat dioperasikan melalui roda dial yang berada tepat di samping tuas rem tangan. LCD yang berada pada bagian tengah atas dashboard ini memiliki resolusi yang cukup tinggi dan mampu menampilkan fitur iDrive dengan sigap sehingga kesannya lebih futuristis. Dengan adanya iDrive, Anda dimungkinkan untuk mengoperasikan GPS offline secara akurat serta memutar musik melalui iPod, MP3 player atau USB dengan cara menyalinnya secara otomatis terlebih dahulu karena iDrive telah dibekali penyimpanan data lokal sebesar 80GB. Peningkatan yang mencolok selanjutnya adalah desain roda kemudi dengan aksen aluminium di setiap sisi yang lebih sporty,  posisi panel pengatur sirkulasi AC (kecuali trim terendah tanpa perubahan) serta absennya lubang kunci. Sebagai gantinya, mobil dapat dinyalakan melalui tombol push start button (sebelumnya pernah hadir pada varian CBU prefacelift). Khusus untuk tipe 325i facelift, sudah menggunakan paddle shift di balik roda kemudi sehingga memudahkan driver mengatur posisi gigi tanpa harus menggunakan tuas matic dan juga hadirnya sunroof sebagai kelengkapan standar.
Interior BMW E90 Facelift LCI
Interior BMW E90 Facelift (LCI)
Berikut adalah contoh foto kabin belakang E90. Kabinnya menjadi lebih luas dengan ketersediaan ruang kaki dan ruang lutut yang lebih lapang. Tapi sayang, posisi jok belakang E90 terlalu tegak dan terkadang terasa kurang nyaman digunakan ketika melakukan perjalanan luar kota. Meski begitu, faktanya BMW menyimpulkan posisi yang tegak seperti ini lebih menyehatkan dibandingkan posisi yang terlalu rebah. Selebihnya, BMW E90 juga mendapatkan fitur baru dimana terdapat sepasang lubang sirkulasi AC pada bagian belakang panel konsol yang sebelumnya belum hadir pada E46. 
Interior Kabin BMW E90
Kabin Belakang BMW E90
Kinerja dan Performa Mesin BMW E90 Seri-3
Tidak seperti pendahulunya yang dikenalkan dengan pilihan mesin yang cukup banyak, untuk BMW E90 hanya dikenalkan melalui tiga pilihan mesin saja. Mesin pertama berkapasitas 2.0 liter 4 silinder segaris 16 katup dengan kode N46B20. Mesin ini sebelumnya pernah menjadi dapur pacu pada varian 320i E46 keluaran terakhir, dengan teknologi Double VANOS sebagai andalannya. Tenaga yang mampu dihasilkan hanya sebatas 148 HP pada 6.200 RPM dan torsi maksimum 200 Nm pada 3.600 RPM. Sama halnya dengan mesin N42, mesin N46 juga terkenal agak rewel karena banyak penyakit. Salah satunya adalah radiator yang bercampur oli dan juga knalpot ngebul dikarenakan pelapis nikasil yang sensitif terhadap sulfur tinggi dan biasanya dijumpai pada bahan bakar berkualitas rendah.
Mesin BMW 320i E90 Prefacelift
Mesin N46B20 BMW E90 
Memasuki periode LCI, BMW menggantikan mesin N46 pada tipe 320i menjadi N43B20. Konfigurasinya sama seperti N46 yakni 4 silinder segaris 16 katup DOHC dengan Double VANOS. Bedanya, mesin N43 ini telah mengusung teknologi direct injection dan tanpa dibekali sistem pengangkat katup yaitu valvetronic. Selain itu, piston baru dipasangkan guna menaikkan rasio kompresi menjadi 12:1. Untuk tenaganya sendiri naik menjadi 170 HP pada putaran 6.700 RPM dan torsi puncak 210 Nm pada 4.250 RPM. Menurut rumor yang beredar, mesin N46 terus digunakan di Indonesia hingga akhir hayat dari E90, sedangkan mesin N43 hanya dijual di market Eropa saja.
Mesin BMW 320i E90 Facelift LCI
Mesin N43B20 BMW E90 
Selanjutnya terdapat mesin N52B25 yang menjadi dapur pacu utama untuk tipe 325i prefacelift menggantikan M54 yang sebelumnya ada pada E46. Mesin ini mengusung konfigurasi 6 silinder segaris 24 katup DOHC dan juga Double VANOS tentunya. Dibandingkan pendahulunya, mesin N52 lebih ringan dikarenakan penggunaan bahan aluminium dan magnesium pada blok silinder. Sementara itu, sistem buka tutup valvetronic turut diterapkan guna meningkatkan output mesin serta serta mengurangi konsumsi bahan bakar. Tenaga yang mampu dihasilkan oleh mesin ini adalah sebesar 204 HP pada 6.400 RPM dan torsi 250 Nm pada 2.750 - 3.000 RPM.
Mesin BMW 325i E90 Prefacelift
Mesin N52B25 BMW E90
Pada tahapan facelift (LCI), 325i juga mendapatkan update pada dapur pacu yang mulanya menggunakan mesin N52B25 menjadi N53B25. Sama halnya dengan mesin N52 yang diterapkan pada 320i LCI, mesin N53 juga telah menggunakan injeksi langsung (direct injection) dan tidak lagi mengadopsi sistem valvetronic. Anehnya, output mesin menurun menjadi 190 HP pada putaran 6.300 RPM dan torsi maksimum menjadi 235 Nm pada 3.500 RPM. Mesin ini juga dirumorkan hanya ada di pasar Eropa dan tidak masuk ke Indonesia.
Mesin BMW 325i E90 Facelift LCI
Mesin N53B25 BMW E90
Terakhir, terdapat mesin N52B30 yang dipasangkan pada tipe 330i sebagai tipe tertinggi di antara keluarga E90 yang dijual di Indonesia secara terbatas. Mesin ini memiliki konfigurasi dan juga serta common part dengan mesin N52B25 di atas. Tenaganya mencapai 231 HP pada putaran 6.500 RPM dan torsi 270 Nm pada 2.750 RPM.
Mesin BMW 330i E90 Prefacelift
Mesin N52B30 BMW E90
Impresi dan Handling BMW E90 Seri-3
Revolusi dari Seri-3 untuk generasi ini memang terkesan kurang bagus jika dilihat dari segi desain interior. Ini bisa jadi alasan utama mengapa kebanyakan para pengguna E46 merasa enggan untuk memilih E90 sebagai mobil pengganti. Tapi dari segi handling, peningkatan yang ada disini terbilang signifikan daripada pendahulunya. Hal ini dikarenakan pembagian distribusi berat yang lebih baik serta adanya fitur DSC (Dynamic Stability Control) yang sangat membantu saat menikung, understeer dan oversteer. Meski begitu, E90 juga tidak luput dari kelemahan yang membuatnya kurang nyaman untuk penumpang belakang sebab ruang kaki yang sempit serta bantingannya yang tergolong keras karena penggunaan ban RFT (Run Flate Tire). Ban RFT ini memungkinkan Anda menjelelajah sejauh 150km dengan maksimal kecepatan 80 km/jam tanpa udara di dalam ban. Sehingga E90 tidak menyediakan ruang ban serep pada bagasinya. Baiknya, sistem suspensi pada varian facelift mendapatkan sentuhan sehingga bantingannya menjadi jauh lebih nyaman dibandingkan varian prefacelift. Untuk sistem penggereman, BMW turut menerapkan teknologi Brake Standby pada E90. Fungsinya sendiri adalah untuk memposisikan kampas rem semakin mendekat piringan rem ketika driver melepas pedal secara tiba-tiba sehingga jarak penggereman dapat direduksi. Teknologi ini mendampingi ABS, BA, EBD (disebut EBV pada BMW) dan juga CBC (Cornering Brake Control).

Spesifikasi BMW E90 Seri-3
  • Mesin : N46B20 2.0 liter (320i prefacelift) ; N43B20 2.0 liter (320i facelift) ; N52B25 2.5 liter (325i prefacelift), N53B25 2.5 liter (325i facelift), N52B30 (330i).
  • Konfigurasi : 4 silinder segaris 16 katup DOHC Double VANOS (320i) ; 6 silinder segaris 24 katup DOHC Double VANOS (325i, 330i).
  • Tenaga : 148 HP @6.200 RPM (320i N46) ; 170 HP @6.700 RPM (320i N43) ; 204 HP @6.400 RPM (325i N52) ; 190 HP @6.300 RPM (325i N53) ; 231 HP @6.500 RPM (330i N52).
  • Torsi : 200 Nm @3.600 RPM (320i N46) ; 210 Nm @4.250 RPM (320i N43) ; 250 Nm @2.750-3.000 RPM (325i N52) ; 235 Nm @3.500 RPM (325i N53) ; 270 Nm @2.750 RPM (330i N52).
  • Bore x stroke : 84 mm x 90 mm (320i N46, 320i N43) ; 82 mm x 78.8 mm (325i N52,  325i N53) ; 85 mm x 88 mm (330i N52).
  • Rasio kompresi : 10.5:1 (320i N46) ; 12:1 (320i N43, 325i N53) ; 11:1 (325i N52) ; 10.7:1 (330i N52).
  • Konsumsi BBM : 8-10 km/L (dalam kota) ; 9-12 km/L (luar kota).
  • Transmisi : Matic Streptonic 6 percepatan.
  • Suspensi : Depan MacPherson Strut, belakang multilink.
  • Rival : Mercedes W204 C-Class, Audi A4 B7 dan Audi A4 B8, Peugeot 407 Sedan, Volvo S40 Gen2, Honda Civic FD, Toyota Corolla Altis Gen2, dan juga Mitsubishi Lancer EX.
  • Tahun Penjualan : 2005 - 2008 (prefacelift) ; 2009 - 2011 (facelift/LCI).

Harga BMW E90 Seri-3
  • E90 320i : 130 juta - 310 juta.
  • E90 325i : 160 juta - 330 juta.
  • E90 330i : 250 juta - 400 juta.

Kelebihan BMW E90 Seri-3
  • Desain modern.
  • Mesin responsif (kecuali 320i).
  • Fitur kabin dan keselamatan.
  • Handling mantap.
  • Fun to drive.
  • Adanya iDrive (330i).
  • Harga terjangkau.
  • Suara mesin 6 silinder terdengar merdu.

Kekurangan BMW E90 Seri-3
  • Interior tampak monoton.
  • Mesin rewel (320i).
  • Daya tahan material kabin kurang baik.
  • Konsumsi BBM relatif boros.
  • Bantingan keras karena efek ban RFT.
  • Jok belakang terlalu tegak.
  • Ruang belakang sempit.
  • Sistem elektrikal terlalu sensitif.
  • Biaya perawatan dan pajak mahal.
  • Resale value anjlok.

Demikian ulasan lengkap mengenai review spesifikasi, harga, serta keunggulan dan kelemahan BMW E90 Seri-3. Bagi Anda yang bingung dalam menentukan pilihan, pilihlah tipe 325i jika mementingkan performa dan mesin yang responsif. Tapi jika lebih memprioritaskan biaya operasional, tipe 320i adalah pilihan yang paling tepat. Semoga membantu, baca juga :