Kelebihan dan Kekurangan BMW E46 Seri-3 '99-05

Kelebihan dan Kekurangan BMW E46 Seri-3 '99-05

Ulasan Spesifikasi dan Harga BMW E46 Seri-3 - Setelah mendulang kesuksesan menguasai sebagian besar pangsa sedan kompak eksekutif melalui generasi ketiga Seri-3 ternyata tidak membuat BMW berpuas hati. BMW terus berusaha untuk mengembangkan platform tulang punggungya ini agar terus menduduki peringkat pertama di seluruh dunia. Sehingga lahirlah generasi ketiga BMW Seri-3 yang menyandang kode nama E46. Seperti kebiasaan pabrikan asal Jerman yang satu ini, kehadiran semua calon produk baru diciptkan berdasarkan hasil feedback dari generasi sebelumnya. Dalam hal ini adalah penyempurnaan dari BMW E36 Seri-3. Segala bentuk feedback pengguna E36 diteliti dan ditampung dalam proses uji coba sebelum E46 dilempar ke pasaran. Terbukti, bomb effect hadirnya E46 sebagai penerus dari E36 ini membuat kehebohan yang luar biasa saat itu. Ini karena model dan fitur yang dibawa oleh E46 seakan mengalami loncatan satu generasi setelah produksi E36 dihentikan.

BMW E46 pertama kali hadir secara global pada tahun 1999 sebagai generasi keempat dari BMW Seri-3, menduduki posisi di bawah market BMW E39 Seri-5. Desain mobil ini dirancang oleh Chris Bangle sehingga perubahan drastis sangat terlihat dibandingkan generasi-generasi sebelumnya bahkan berlaku untuk beberapa produk BMW seri lain. BMW E46 dinilai sangat revolusioner diantara para kompetitor yang juga diproduksi pada peralihan era millenium. Selain fitur elektrikalnya lebih canggih dan lebih kompleks, BMW E46 juga telah menghapus ciri khas Seri-3 sebelumnya yang memiliki desain mengkotak dengan desainnya yang mengkurva nan memukau. Tak hanya itu saja, BMW E46 diklaim memiliki sasis 70% lebih rigid dibandingkan E36, dan masih mempertahankan distribusi berat dengan rasio 50:50 antara bagian depan dan belakang. Sehingga sensasi fun to drive yang disajikan ala Seri-3 semakin menonjol. Maka tak berlebihan jika BMW E46 disebut sebagai generasi tersukses sekaligus sedan yang paling difavoritkan di seluruh dunia hingga sekarang meski telah menginjak usia 16 tahun lebih.

Di Indonesia, penjualan perdana BMW E46 dilakukan pada tahun 1999. Kehadirannya saat itu dimulai oleh penjualan tipe 318i bermesin M43B19TU 4 silinder dengan mengusung bodi sedan 4 pintu. Di tahun yang sama, BMW juga pernah menjual varian coupe 2 pintu tipe 318ci yang juga bermesin M43. Tahun berikutnya, BMW menghadirkan tipe 323i bodi sedan bermesin M52B25TU dengan kapasitas 2.5 liter serta 323ci dengan mengusung bodi coupe yang menyasar celah pasar yang sempit. Pada tahun 2001, seri 323i dihapuskan dari peredaran meski penjualannya baru berlangsung setahun. Lantas tipe ini digantikan oleh 325i dengan mesin M54B25 yang juga berkapasitas 2.5 liter, dengan pengenalan teknologi baru yang dinamakan  Throttle by Wire. Mungkin sebagai dari Anda bingung mengapa tipe 323i dan 325i memiliki kapasitas mesin yang sama namun kode namanya berbeda atau istilah lainnya tidak konsisten. Tipe 323i adalah salah satu tipe yang penamaannya tidak mengikuti sistem nomenklatur BMW dan terlebih dahulu sudah dimulai pada E36. Selanjutnya, BMW melakukan facelift eksterior dan interior untuk keluarga E46 pada tahun 2002. Disini, BMW memperbarui mesin 318i yang mulanya M43B19TU menjadi N42B20 dengan kapasitas 2.0 liter. Meski naik 100cc namun namanya masih menggunakan emblem 318i. Setahun setelahnya, BMW merilis tipe 330i dengan mesin M54B30 berkapasitas 3.0 liter dan otomatis menjadi tipe tertinggi diantara varian E46 yang pernah dijual BMW di tanah air. Terakhir, BMW juga pernah memperbarui mesin 318i untuk kedua kalinya menjelang BMW E90 Seri-3 hadir, dengan menggunakan mesin N46B20.

Kehadiran E46 di Indonesia sendiri menandai beakhirnya era transmisi manual untuk seri-3 kecuali bagi varian high performace car E46 M3. Semua varian hanya ada dalam pilihan transmisi otomatis triptonic yang dapat dioperasikan secara manual. Di kelasnya, mobil ini bersaing ketat dengan Mercy W203 C-Class, Volvo S40 Gen1, Peugeot 406 D9 dan Audi A4 B5 yang kurang lebih mengusung fitur dan teknologi serupa. Sedangkan dari pabrikan Jepang, yang menjadi lawannya antara Toyota Corolla Altis Gen1, Honda Civic VTi, serta Mitsubishi Lancer Cedia. 

Eksterior BMW E46 Seri-3
Penjualan perdana BMW E46 ini benar-benar membawa nuansa baru di ranah dunia otomotif Indonesia ketika memasuki era millenium. Ini dikarenakan modelnya yang sangat mewah, elegan namun sama sekali tidak menghilangkan kesan sporty yang telah lama melekat pada BMW Seri-3. Oleh karena itu, banyak eksekutif muda menggunakan mobil ini sebagai kendaraan harian dan juga dikoleksi hingga sekarang dengan perawatan rutin. Saking terawatnya, Anda dapat menemukan E46 dalam kondisi segar bahkan dengan odometer belum menyentuh angka 100.000 km.

Selanjutnya, Topgir akan menjelaskan perbedaan antara BMW E46 prefacelift dan facelift. Untuk model keluaran awal (prefacelift), lampu depannya hampir mirip dengan E36 tapi lebih membulat dan tampak seperti kacang. Moncong panjang khas BMW masih dipertahankan, dengan imbuhan grill kidney pastinya. Pada bagian bumper, sepasang foglamp berbentuk pipih hadir sebagai kelengkapan standar pada setiap varian yang dijual sebelum memasuki tahun 2002.
Eksterior BMW E46 Prefacelift
Eksterior Depan BMW E46 Prefacelift
Setelah dijual selama 3 tahun tanpa ada pembaruan sama sekali, akhirnya BMW mengenalkan E46 facelift. Tampilan E46 facelift terkesan lebih modern dengan beberapa sentuhan baru. Salah satunya adalah pembaruan model lampu utama yang bentuknya lebih pipih. Selain itu, sentuhan baru merambah pada guratan kap mesin dan kidney grill yang lebih lebar serta penggantian foglamp yang mulanya berbentuk pipih menjadi bulat dengan ukuran yang cukup kecil. Meski lebih modern, namun banyak juga yang lebih menyukai model prefacelift karena terkesan lebih kekar.
Eksterior BMW E46 Facelift
Eksterior Depan BMW E46 Facelift
Beralih ke bagian samping. Perbedaan desain terbesar antara E46 dan pendahulunya ada disini. BMW melalui tangan-tangan kreatif tim desainernya mengimprovisasi bentuk bodi agar menjadi lebih aerodinamis dan juga mengingkatkan tampilannya yang tampak lebih agresif. Tak hanya itu, E46 juga memiliki dimensi yang lebih besar dari E36 dengan masing-masing panjang 4.471 mm, lebar 1.739 mm, tinggi 1.415 mm dan panjang sumbu roda 2.725 mm.
Eksterior BMW E46 Prefacelift
Eksterior Samping BMW E46 Prefacelift
Untuk bagian ini, baik model prefacelift ataupun facelift tidak ada perubahan signifikan kecuali pada letak lampu sein pada fender dan model velg. Setiap varian menggunakan model velg bawaan dengan ukuran yang berbeda. Ada yang 15 inci, 16 inci dan juga 17 inci. Tapi berhubung terbatasnya referensi, maka Topgir tidak akan membahas lebih lanjut mengenai hal ini.
Eksterior BMW E46 Facelift
Eksterior Samping BMW E46 Facelift
Melangkah ke area belakang, bagian ini tampak benar-benar seksi. Tata letak lampu belakang tidak lagi menyatu seperti yang ada pada E36. Dimana lampu mundur dengan reflektor di bawahnya berada dalam bagian bagasi. Sedangkan lampu sein dan lampu rem berada di bagian luar. Untuk model prefacelift, stoplamp masih masih menggunakan model mika non-kristal (buram).
Eksterior BMW E46 Prefacelift
Eksterior Belakang BMW E46 Prefacelift
Sedangkan pada varian facelift, BMW sedikit memoles bagian belakang E46 dengan cara mengganti model stoplamp menjadi kristal. Letak masing-masing klaster lampu tidak ada yang berubah. tampilannya berubah drastis menjadi jauh lebih manis dan terkesan modern. Untuk stoplamp aftermarket, beberapa diantaranya menggunakan mika bening menggantikan warna oranye pada posisi lampu sein.  Maka dari itu, banyak juga E46 prefacelift mengganti lampu belakangnya menjadi varian facelift seperti yang tampak pada foto berikut ini.
Eksterior BMW E46 Facelift
Eksterior Belakang BMW E46 Facelift
Interior BMW E46 Seri-3
Memasuki area kabin E46, Anda akan disambut oleh nuansa interior yang sangat terasa ciri khas Eropa bernuansa mewah. Meski kasta Seri-3 ditujukan sebagai kasta terbawah dari keluarga sedan BMW, namun E46 ini tercatat menggunakan bahan berkualitas untuk material kabinnya. Dimana banyak menggunakan material softpad, plastik berlapiskan soft touch dan juga hadirnya jok kulit asli untuk varian menengah hingga teratas serta hadirnya panel kayu asli berwarna gelap (kecuali 318i yang hanya berupa aksen silver). Tampak elegan namun sama sekali tidak mengurangi kesan sporty berkat posisi dashboard yang menghadap ke arah driver. Sehingga memudahkan driver mengoperasikan tombol-tombol panel konsol ketika mengemudi. Sama halnya dengan sedan Eropa produksi di bawah tahun 2005 lain pada umumnya, BMW E46 masih menerapkan penempatan tombol power window di area tuas transmisi. Sedangkan penerusnya E90, tombol power window dipindahkan ke pintu pengemudi.

Untuk area kabin depan, space yang tersedia terasa cukup nyaman dan mudah diatur guna menyesuaikan terhadap tubuh pengemudi. Pada varian menengah hingga teratas, BMW E46 telah dilengkapi oleh jok elektrik, krey, ASC (Automatic Stability Control), kontrol audio di setir serta OBC (Onboard Computer) yang dapat menginformasikan mengenai gangguan pada sistem elektrikal ataupun kondisi mesin (kecuali 318i prefacelift dan facelift pertama). Sedangkan untuk sistem pendinginan kabin, seluruh tipe dilengkapi oleh AC digital dengan single-zone climate control.
Interior BMW E46
Interior BMW E46
Foto di atas adalah contoh dari kabin depan beserta dashboard untuk tipe 318i dan 320i, baik itu prefacelift ataupun facelift karena tidak ada perbedaan signifikan. Hanya saja, tipe 320i mendapatkan wood panel sebagai kelengkapan standar, ada yang warna gelap dan ada juga yang cerah. Wood panel ini baru hadir pada 318i N46 yang merupakan facelift kedua atau keluaran terakhir. Sedangkan untuk tipe lain seperti 325i facelift dan 330i turut ditambahkan dengan fitur audio steering wheel. 325i masih menggunakan setir 4 spoke dan 330i berupa 3 spoke M-Tech. Dari seluruh varian yang dijual beberapa diantaranya hadir dengan warna beige. Seperti tampak pada foto di berikut ini.

Interior BMW E46
Interior BMW E46
Selanjutnya untuk kabin belakang, E46 masih tergolong sempit meski ergonomi yang ditawarkan jauh lebih baik dari E36. Headroom yang disediakan cukup memadai tapi tidak untuk legroomnya. Kenyamanan jok pun baik karena material busa yang empuk dan juga posisinya cukup rebah, kecuali untuk area pundak sekaan terasa tidak ada busa yg menopang. 
Interior BMW E46
Kabin BMW E46
Kinerja dan Performa Mesin BMW E46 Seri-3
Seperti yang telah dijelaskan pada paragraf kedua, BMW E46 hadir dalam pilihan mesin yang cukup banyak berdasarkan perbedaan tipe dan tahun produksi. Mulanya, 318i menggunakan mesin M43B19TU 1.9 liter 4 silinder segaris 8 katup SOHC yang merupakan turunan dari E36 tapi kapasitasnya lebih besar 100cc dari M43B18. Tenaga yang mampu dihasilkan hanya sebatas 118 HP pada putaran 5.500 RPM dan torsi maksimum 180 Nm pada putaran 3.900 RPM.
Mesin BMW M43 E46
Mesin BMW M43 E46
Memasuki masa facelift, E46 selanjutnya hadir dalam pilihan mesin baru dengan kode N42B20 berkapasitas 2.0 liter. Bedanya dari mesin di atas adalah pembaruan pada jumlah katup yang menjadi 16 katup dan perubahan katup variabel dari SOHC menjadi DOHC. Artinya, pada setiap silinder memiliki 4 katup. Tak hanya itu, BMW juga turut menambahkan teknologi VANOS (Variable Nockenwellen Steuerung) yang berfungsi untuk menekan penggunaan bahan bakar agar lebih irit. Untuk tenaganya sendiri melonjak drastis menjadi 143 HP pada putaran 6.000 RPM dan torsi 200 Nm pada 3.750 RPM. 
Mesin BMW N42B20 E46
Mesin BMW N42B20 E46
Menjelang kehadiran E90 yang merupakan suksesor E46, BMW juga pernah memproduksi 318i bermesin N46B20. Mesin N46 memiliki konfigurasi yang sama dengan mesin N42. Namun jika keduanya dibandingkan, mesin N46 ini memiliki pembaruan pada pompa vakum, batang torak (conrod) dan roller gear dalam valve train. Selain itu, mesin N46 juga sedikit lebih unggul karena memiliki tenaga lebih besar, yakni 148 HP pada putaran 6.200 RPM dan torsi 200 Nm pada 3.600 RPM. Sehingga membuatnya lebih unggul.
Mesin BMW N46B20 E46
Mesin BMW N46B20 E46
Untuk pilihan mesin yang lebih besar, terdapat tipe 323i dengan mengusung kapasitas mesin 2.5 liter yang juga merupakan turunan dari E36. Hanya saja, mesin ini mendapatkan pembaruan dari mulanya M52B25 menjadi M52B25TU (Technical Update). Mesin M52 sendiri menggunakan konfigurasi 6 silinder segaris 24 katup DOHC. Mampu menghasilkan daya maksimum sebesar 170 HP pada putaran 5.500 RPM dan torsi puncak 245 Nm pada 3.500 RPM. Tapi sayangnya, tipe 323i hanya beredar setahun saja sebelum akhirnya digantikan oleh tipe 325i.
Mesin M52B25TU BMW E46
Mesin M52B25TU BMW E46
Berikut adalah mesin M54B25 sebagai pengganti mesin M52B25TU yang sekaligus menggantikan tipe 323i menjadi 325i. Berbeda dengan mesin lainnya, mesin M54 adalah satu-satunya mesin yang sudah menerapkan sistem Double VANOS dan tidak pernah digantikan oleh mesin lain selama masa produksinya (2001-2005). Mesin ini terkenal cukup bertenaga, dimana mampu menghasilkan daya hingga 192 HP pada 6.000 RPM dan torsi 237 Nm pada 3.500 RPM.
Mesin M54B25 BMW E46
Mesin M54B25 BMW E46
Terakhir, terdapat mesin M54B30 berkapasitas 3.000 cc yang dijadikan dapur pacu untuk BMW 330i E46. Mesin ini sama seperti mesin 325i di atas, hanya saja kubikasinya lebih besar. Otomatis, tenaga dan torsinya juga lebih besar. Masing-masing 231 HP pada 5.900 RPM untuk tenaga dan 300 Nm pada 3.500 RPM untuk torsinya. 
Mesin M54B30 BMW E46
Mesin M54B30 BMW E46
Impresi dan Handling BMW E46 Seri-3
BMW E46 adalah sedan yang sangat populer di seluruh dunia di kelasnya yang menyasar para remaja dan eksekutif muda. Hampir sama dengan E36, E46 juga mengedepankan unsur sporty di segala aspek untuk menguatkan image nya sebagai sebuah sedan bercita rasa sporty. Maka dari itu, segala kontrol yang ada panel konsol diarahkan ke bangku pengemudi, meski tidak seekstrem yang terdapat pada E36. Disini, beberapa fitur elekrikal tambahan juga turut disematkan, sehingga biaya perawatannya lebih mahal dari E36.

Sedangkan dari segi handling, sedikit lebih baik dari E36. Dengan mengusung konstruksi sistem fabrikasi aluminium pada kaki-kakinya, E46 mampu menawarkan sensasi yang berbeda dari para kompetitor terdekat seperti Mercy. Bantingannya memang keras, tapi hal ini mempengaruhi kepada handling yang baik. Terlebih lagi feedback setir yang sangat mantap akan membuat Anda bersemangat ketika mengemudi.

Spesifikasi BMW E46 Seri-3
  • Mesin : M43B19TU (318i) ; N42B20 (318i facelift) ; N46B20 (318i facelift kedua) ; M52B25TU (323i) ; M54B25 (325i) ; M54B30 (330i).
  • Konfigurasi : 4 silinder segaris 8 katup SOHC (318i M43) ; 4 silinder segaris 16 katup DOHC (318i N42 & N46) ; 6 silinder segaris 24 katup DOHC (323i M52, 325i, 330i).
  • Tenaga : 118 HP @5.500 RPM (318i M43) ; 143 HP @6.000 RPM (318i M42) ; 148 HP @6.200 RPM (318i N46) ; 170 HP @5.500 RPM (323i M52B25TU) ; 192 HP @6.000 RPM (325i M54B25) ; 231 HP @5.900 RPM (330i M54B30).
  • Torsi : 180 Nm @3.900 RPM (318i M43) ; 200 Nm @3.750 RPM (318i N42) ; 200 Nm @3.600 RPM (318i N46) ; 245 Nm @3.500 RPM (323i M52B25TU) ; 237 Nm @3.500 RPM (325i M54B25) ; 300 Nm @3.500 RPM (330i M54B30).
  • Bore x stroke : 85 mm x 83.5 mm (318i M43) ; 84 mm x 90 mm (318i N42 & 318i N46) ; 84 mm x 75 mm (323i M52B25TU & 325i M54B25) ; 84 mm x 89.6 mm (330i M54B30).
  • Rasio kompresi : 9.7:1 (318i M43) ; 10:1 (318i N42) : 10.5:1 (318i N46 & 323i M52B25TU & 325i M54B25) ; 10.2:1 (330i M54B30).
  • Konsumsi BBM : 6-9 km/L (dalam kota) ; 10-12 km/L (luar kota).
  • Transmisi : Manual 5 percepatan dan otomatis 4 percepatan.
  • Suspensi : Depan MacPherson Strut, belakang multilink.
  • Rival : Mercy W203 C-Class, Volvo S40 Gen1, Peugeot 406 D9, Audi A4 B5, Toyota Corolla Altis Gen1, Honda Civic VTi, dan Mitsubishi Lancer Cedia.
  • Tahun Penjualan : 1999 - 2002 (prefacelift) ; 2003 - 2005 (facelift).

Harga BMW E46 Seri-3
  • 318i M43 : 70 - 90 juta.
  • 318i N42 : 80 - 105 juta.
  • 318i N46 : 115 - 130 juta.
  • 323i M52 : 80 - 100 juta.
  • 325i M54 : 90 - 140 juta.
  • 330i M54 : 120 - 160 juta.

Kelebihan BMW E46 Seri-3
  • Image mobil mewah.
  • Suara mesin 6 silinder.
  • Handling mantap.
  • Sasis rigid.
  • Feedback setir.
  • Fitur kabin.
  • Kualitas interior.
  • Dimensi kompak.
  • Aksesoris aftermarket melimpah.
  • Model bertahan.

Kekurangan BMW E46 Seri-3
  • Sparepart lumayan mahal (ori).
  • Mesin M43 sangat underpower.
  • Bantingan keras.
  • Disarankan menggunakan BBM oktan 95.
  • Interior mudah baret.
  • Jok kulit mudah retak termakan usia.
  • Kabin sempit.
  • Suspensi lemah.
  • Relatif boros.
  • Mesin N42 dan N46 agak rewel.

Demikian ulasan lengkap mengenai review spesifikasi, harga, serta keunggulan dan kelemahan BMW E46 Seri-3. Diantara keenam pilihan yang ada, 318i M43 dan 325i M54 adalah yang paling populer dan paling direkomendasikan. Tinggal sesuaikan budget dan kemampuan mengisi tangki bahan bakar saja. Semoga membantu, baca juga :