Kelebihan dan Kekurangan BMW E36 Seri-3 '92-'99

Kelebihan dan Kekurangan BMW E36 Seri-3 '92-'99

Ulasan Spesifikasi dan Harga BMW E36 Seri-3 - Menyebut nama "mobil Jerman" di Indonesia pastinya hanya akan tersirat di benak akan dua merk terbesar yakni BMW dan Mercedes-Benz. Kita tidak bisa memungkiri hal ini. BMW menjadi incaran bagi para remaja atau eksekutif mudah yang mengidamkan sebuah sedan dengan cita rasa handling yang sporty. Sedangkan Mercedes-Benz terkenal dengan kenyamanannya yang luar biasa. Salah satu sedan BMW yang paling legendaris di era 90-an akan kemampuan handling yang di atas rata-rata adalah BMW E36 Seri-3, yang merupakan generasi ketiga dari lini 3-Series, menggantikan posisi BMW E30 Seri-3.

Secara global, BMW E36 dijual pertama kali di penghujung tahun 1990 untuk pasar Eropa April 1991 untuk pasar Amerika Utara, setelah proses pengembangannya yang cukup lama dari tahun 1983 dan diresmikan pada tahun 1988. Mobil yang di desain oleh Darrin Boyer dan Jori Nagashima ini hadir dalam bentuk sedan, coupe, wagon, convertible, dan hatchback, serta varian paling bertenaga yakni M3. Mobil ini sendiri baru masuk ke Indonesia pada tahun 1992 yang didominasi oleh varian sedan 4 pintu. Sedangkan varian lainnya hanya masuk secara khusus melalui Importir Umum dan impor unit bekas melalui pelabuhan Sabang dan Batam. 

Sejak penjualan perdananya di tahun 1992, BMW E36 hadir melalui pilihan tipe 318i dengan menggunakan mesin 1.8 liter M40 4 silinder SOHC seperti pendahulunya, BMW 318i E30 yang menjadi maskot di film Catatan Si Boy. Pada penghujung 1993, BMW menghadirkan BMW 320i bermesin M50B20 6 silinder berkapasitas 2.0 liter sebagai tipe tertingginya. Setelah tipe 318i diproduksi hingga akhir 1994, BMW menghentikan sementara penjualannya sebelum akhirnya digantikan oleh kehadiran 318i dengan pilihan mesin baru pada tahun 1996. Disini, BMW mengganti mesin tipe 318i dari mulanya M40B18 menjadi M43B18 sekaligus melakukan minor facelift untuk keluarga E36. Kapasitasnya masih 1.8 liter, perbedaannya ada pada penggerak timing yang kembali menggunakan timing chain seperti yang terdapat pada mesin 318 E30 M10B18. Selanjutnya, BMW kembali merilis varian baru dari keluarga E36 yakni BMW 323i dengan mesin M52B25 berkapasitas 2.5 liter pada tahun 1996 yang menggantikan posisi dari market 320i. Ini adalah varian pertama di Indonesia yang tidak mengikuti nomenklatur sistem penamaan BMW dimana angka kedua dan ketiga menunjukkan kapasitas mesin. BMW juga turut menjual tipe 323i Limited Edition yang dijual secara terbatas dengan beberapa fitur tambahan. Dari ketiga tipe tersebut, hanya BMW 318i dan 323i dijual hingga tahun 1998 sebelum akhirnya digantikan oleh kehadiran BMW E46 Seri-3. Sedangkan BMW 320i sudah duluan dihentikan penjualannya pada tahun 1996.

Di pasar lokal, BMW E36 yang berada di bawah market ketika peralihan antara BMW E34 Seri-5 dan BMW E39 Seri-5 ini masuk ke dalam segmen sedan kompak eksekutif. Seperti biasanya, seluruh sedan BMW memiliki kompetitor yang cukup banyak yang berasal dari pabrikan Jepang dikarenakan life cycle yang cukup panjang. Antara lain Toyota Great Corolla yang dilanjutkan oleh Toyota New Corolla All New, Mitsubishi Lancer CB yang dilanjutkan oleh Mitsubishi Lancer CK, serta Honda Civic Genio yang dilanjutkan oleh Honda Civic Ferio. Sementara dari pabrikan Eropa, rival yang persaingannya paling sengit adalah bagi E36 sesama Eropa adalah Mercedes-Benz W202 C-Class dan juga Volvo 850/S70 T5 .

Eksterior BMW E36 Seri-3
Untuk bagian luarnya, BMW melakukan perombakan besar terhadap seri-3 ini sebelum E36 lahir berdasarkan feedback pengguna E30 sehingga lahirlah desain yang disebut “Dolphin Shape” dan diterapkan pada E36 ini. Dengan dimensi yang membengkak maka BMW mengedepankan unsur aerodinamika disini. Bahkan ia menjadi sedan yang paling aerodinamis di masanya. Perubahan besar-besaran ini ternyata memberinkan dampak positif karena dapat menciptakan distribusi berat dengan perbandingan 50:50 antara bagian depan dan belakang mobil. Pada bagian depan, BMW E36 telah meninggalkan body mengkotak dan juga model lampu bulat. Sebagai gantinya, sepasang lampu model kotak digunakan dengan pengadopsian proyektor agar cahaya merata ke segala penjuru arah. Tak lupa pula, kidney grille yang menjadi khas BMW turut direvisi menjadi lebih melebar dari E30.
Eksterior BMW E36
Eksterior Depan BMW E36 Prefacelift
Selanjutnya ketika memasuki masa facelift (atau sering disebut LCI), BMW sedikit merombak bagian depan seluruh varian E36 yang beredar di Indonesia. Salah satu bagian yang didesain ulang adalah bumper depan yang awalnya datar dengan lubang-lubang kecil menjadi garis-garis tegas yang menyambung antara kedua foglamp. Kidney grille ciri khas BMW juga tak luput dari pembaruan. Meski terlihat sama, namun pada model facelift garis lingkar krom pada grill agak menjorok keluar.
Eksterior BMW E36
Eksterior Depan BMW E36 Facelift
Berikutnya adalah salah satu model dari varian E36 dengan tampilan sporty mirip E36 M3 yaitu versi dengan bumper Mtech. Biasanya paket Mtech disediakan untuk tipe 323i Limited Edition (LE) namun sekarang banyak juga dipasangkan pada tipe-tipe lain sesuai keinginan dari pemilik kendaraan sebelumnya. Maka tak heran jika banyak unit bekas E36 tipe selain 323i LE menggunakan bumper seperti yang tampak pada foto berikut ini .
Eksterior BMW E36
Eksterior Depan BMW E36 Mtech
Pada bagian samping, E36 mengadopsi garis desain siluet layaknya hembusan angin dari depan yang berakhir di bagian belakang. Bagian belakangnya ini didesain meninggi sedemikian rupa sehingga dapat memberikan downforce yang membantu kestabilan mobil agar traksi ban menjadi lebih maksimal. Dibandingkan pendahulunya, BMW E30, E36 memiliki dimensi lebih panjang 108 mm menjadi 4,443 mm, lebih lebar 65 mm menjadi 1,710 mm, 13 mm lebih panjang menjadi 1,393 mm dan sumbu rodanya lebih panjang 130 mm menjadi 2,700 mm. Dimensi yang lebih membengkak pastinya memberikan keuntungan untuk area interior dimana kabinnya menjadi lebih luas. Sehingga ketersediaan legroom dan headroom yang merupakan kelemahan dari E30 jadi tertutupi pada generasi ini. Baik prefacelift dan facelift, tidak ada perbedaan untuk area samping kecuali model velg dan serta ukurannya (tergantung tipe).
Eksterior BMW E36
Eksterior Samping BMW E36
Selanjutnya melangkah ke area belakang, perubahan besar juga tejadi bahkan jejak desain dari E30 sama sekali tidak tampak disini. BMW E36 telah menggunakan stoplamp berbentuk trapesium sedangkan pendahulunya masih berbentuk persegi panjang. BMW juga memperkenalkan desain sirip di ujung bagasi yang menjadi ciri khas pabrikan hingga sekarang. Baik model prefacelift dan facelift, sama tidak ada peningkatan yang dilakukan pada area belakangnya.
Eksterior BMW E36
Eksterior Belakang BMW E36
Interior BMW E36 Seri-3
Beranjak ke dalam kabin, Anda akan disambut oleh interior sporty khas BMW Seri-3 dimana desain dashboard mengarah ke posisi pengemudi. Fitur-fitur canggih dengan fungsi kelistrikan yang cukup rumit hadir di E36. Sebut saja seperti OBC (On Board Computer), ABS, Stability Control serta airbag. Meski canggih, tapi seiring berjalannya waktu dan usia mobil yang sudah tak lagi muda, fitur-fitur kelistrikan tersebut khususnya OBC sangat rentan rusak. Jika rusak, biaya perbaikannya juga cukup mahal. OBC sendiri fungsinya adalah mendeteksi keadaan mesin dan fitur-fitur lain langsung dari dalam kabin. Sehingga jika ada suatu gangguan, informasinya akan disampaikan melalui OBC tersebut. Umumnya, skema warna interior yang hadir untuk pasar lokal berupa warna hitam dengan penggunaan setir palang tiga untuk model prefacelift.
Interior BMW E36 Prefacelift
Interior BMW E36 Prefacelift
Pada masa facelift, BMW hanya sedikit memoles tampilan interior seluruh varian E36. Satu-satunya perubahan signifikan adalah pada setir yang menjadi palang empat dan juga penggunaan AC digital. Untuk tipe 323i Limited Editon, beberapa sentuhan wood panel dan juga jok kulit asli hadir di dalamnya sehingga tampak lebih eksklusif dibandingkan tipe-tipe lainnya. 
Interior BMW E36 Facelift
Interior BMW E36 Facelift
Untuk area kabin belakangnya, masih terbilang sempit meski sedikit membaik dari E30. Bentuk kursi juga terasa lebih nyaman untuk diduduki dan juga didukung oleh dua buah headrest di kursi belakang. Mulai dari generasi ini, sepertinya BMW sedang berusaha untuk membuat penumpang belakang merasa nyaman. Namun begitu, tetap saja kenyamanannya masih kalah dari Mercy W202 yang menjadi rival beratnya.
Kabin BMW E36
Kabin BMW E36 
Kinerja dan Performa Mesin BMW E36 Seri-3
Seperti yang telah disebutkan di atas, BMW E36 dijual dengan berbagai tipe dan pilihan mesin yang cukup banyak. Mari kita mulai dari yang terkecil. Mesin pertama berkapasitas 1.8 liter dengan membawa kode nama M40B18 (biasa disebut sebagai M40 saja), yang dipasangkan pada BMW 318i prefacelift atau keluaran awal. Mesin yang diadopsi dari BMW 318i E30 ini mempunyai konfigurasi 4 silinder segaris SOHC 8 katup, bertenaga 116 HP pada putaran 5.500 RPM dan torsi sebesar 165 Nm pada putaran 4.250 RPM. Mesin M40 dihadirkan pilihan transmisi manual dan juga otomatis. Proses penjualannya sempat terhenti pada akhir tahun 1994 hingga 1995 sebelum akhirnya tipe 318i kembali tipe dijual menggunakan mesin baru.
Mesin M40B18 BMW E36
Mesin M40B18 BMW E36
Selanjutnya, ketika BMW melakukan facelift, dapur pacu 318i ikut diganti dari M40B18 menjadi M43B18 yang penjualannya dimulai pada tahun 1996. Bedanya ada pada penggunaan timing chain dari sebelumnya yang berupa timing belt. Tenaga yang mampu dihasilkan menjadi 115 HP pada putaran 5.500 RPM dan torsi 168 Nm pada 3.900 RPM. Sayangnya, pada varian ini hanya hadir dengan transmisi manual saja. Selain itu, mesin M43 menjadi mesin yang paling populer di keluarga E36 serta terkenal di kalangan pecinta mobil tua karena perawatannya lebih mudah dibandingkan pilihan mesin lain.
Mesin M43B18 BMW E36
Mesin M43B18 BMW E36
Satu tingkat atasnya, terdapat pilihan mesin berkapasitas 2.0 liter yang dipasangkan pada tipe 320i prefacelift dengan kode mesin M50B20. Mesin yang diperkenalkan pada tahun 1993 ini memiliki konfigurasi 6 silinder segaris 24 katup sekaligus menjadi mesin yang berkapasitas paling kecil di antara mesin 6 silinder BMW lainnya. Perbedaan utama dari varian mesin yang dipasangkan pada tipe 318i adalah katup variabel mesin M50 sudah DOHC. Tenaganya mampu menembus angka 150 HP pada putaran 6.000 RPM dan torsi 190 Nm pada 4.700 RPM. Tahun berikutnya atau pada 1994, BMW menggunakan teknologi Single VANOS (Variable Nockenwellen Steuerung) untuk mesin M50 yang berfungsi untuk menggerakkan noken as secara variabel sehingga menghasilkan efesensi bahan bakar yang lebih baik. Cara kerjanya kurang lebih sama seperti teknologi VVT-i yang ada pada mesin Toyota. Dengan adanya pembaruan di mesin dengan kode yang sama, maka sistem penamaan mesin dibedakan dengan adanya penambahan huruf TU (Technical Update) di depan nama mesin, dimana M50B20 menjadi M50B20TU. Untuk outputnya tidak ada yang berbeda, hanya saja puncak tenaga dan torsi dapat diraih pada RPM lebih rendah, yaitu 150 HP pada 5.900 RPM dan torsi 190 Nm pada 4.200 RPM.
Mesin M50B20 BMW E36
Mesin M50B20 BMW E36
Memasuki medio 1995, BMW memperkenalkan mesin M52B20 sebagai dapur pacu baru untuk 320i E36 menggantikan mesin M50 di atas. Mesin ini juga telah menerapkan teknologi Single VANOS. Baik tenaga dan torsi yang dihasilkan tidak ada bedanya dari mesin M50 (non TU). Perbedaan terbesar dari mesin sebelumnya ada pada penggunaan kepala blok mesin baru berupa aluminium berlapiskan nikasil dari sebelumnya yang masih menggunakan blok mesin berbahan besi. Sebagai catatan, mesin M52 ini sangat rentan rusak jika menggunakan bahan bakar dan oli berkualitas rendah karena nikasil cenderung sensitif terhadap kandungan sulfur tinggi yang biasanya menyisakan kerak dikarenakan proses pembakaran yang kurang sempurna. Dalam istilah lain, lapisan nikasil (nikel) mengalami reaksi kimia dengan sulfur tersebut, sehingga akan menggerogoti dinding blok dan akhirnya merambat ke ring piston. Kadar sulfur tinggi ini banyak terkandung pada bensin dengan angka oktan 88 (premium). Gejala utama dapat dilihat dari berukurangnya oli dan kepulan asap knalpot yang lebih banyak dari biasanya ketika distarter serta temperatur mesin lebih cepat panas.
Mesin M52B20 BMW E36
Mesin M52B20 BMW E36
Terakhir, BMW mengeluarkan BMW 323i pada tahun 1996 (saat facelift) sebagai varian tertinggi dari seluruh anggota keluarga E36, menggantikan posisi 320i M52 yang hanya dijual selama setahun saja. Mesinnya berkapasitas 2.5 liter dengan kode M52B25. Mesin yang sama seperti 320i di atas namun kapasitasnya lebih besar. Uniknya, BMW 323i justru tidak mengikuti codename sesuai nomenklatur sistem penamaan BMW dimana angka di belakang nomor seri menunjukkan kapasitas mesin. Disini, 323i mengadopsi mesin 6 silinder dengan kode M52B25 berkapasitas 2.5 liter. Untuk urusan tenaga yang dihasilkan cukup besar, yaitu 170 HP pada 5.500 RPM dan torsi puncak 245 Nm pada 3.950 RPM. Mesin ini juga menggunakan blok mesin aluminium dengan lapisan nilkasil. Alhasil, penyakitnya kurang lebih sama seperti mesin 320i M52.
Mesin M52B25 BMW E36
Mesin M52B25 BMW E36
Impresi dan Handling BMW E36 Seri-3
Tidak dapat dipungkiri, BMW E36 adalah salah satu sedan yang sangat nyaman dikendarai. Kenyamanannya ini menggambarkan jati diri E36 sebagai sedan bercitarasa sporty dan mementingkan driver, bukan penumpang. Hal ini tentunya bukan tanpa sebab, E36 menjadi seri-3 pertama yang mendapatkan pembaruan di sektor kaki-kaki yang diadopsi dari BMW Z1 dengan suspensi multilink Z-Axle. Sehingga handling yang dihasilkan menjadi yang terbaik di kelasnya saat itu. Bahkan dengan sedikit sentuhan berupa penambahan part kestabilan dari produk aftermarket, mobil ini dapat langsung melibas lintasan sirkuit.

Pada beberapa varian tertentu misalkan 323i, BMW ikut membenamkan teknologi terbaru di masanya yaitu traction control system atau kontrol traksi. Kontrol traksi ini dapat bereaksi terhadap perbedaan putaran yang rasionya berbeda antara roda depan dan belakang dengan cara mengurangi reaksi throttle, sehingga roda belakang tetap terkendali. Hal ini juga memberikan efek positif sebab dapat mengurangi gejala spin pada ban belakang yang sering kali menyebabkan keausan pada ban belakang.

Sebagai informasi tambahan, setiap tipe dari varian E36 dapat dibedakan melalui rem cakramnya. Rem depan dan belakang BMW 318i prefacelift belum ada ventilasi. Untuk 320i prefacelift dan facelift, rem depannya berventilasi namun tidak ada ventilasi pada rem belakang dan ini juga berlaku untuk 318i facelift. Sedangkan 323i, baik rem depan dan belakangya sudah berventilasi.

Spesifikasi BMW E36 Seri-3
  • Mesin : M40B18 (318i) ; M43B18 (318i facelift) ; M50B20 (320i) ; M52B20 (320i facelift) ; M52B25 (323i facelift).
  • Konfigurasi : 4 silinder segaris SOHC (318i) ; 6 silinder segaris DOHC (320i, 323i).
  • Tenaga : 116 HP @5.500 RPM (318i M40) ; 115 HP @5.500 RPM (318i M43) ; 150 HP @6.000 RPM (320i M50 & 320i M52) ; 150 HP @5.900 RPM (320i M50TU) ; 170 HP @5.500 RPM (M52B25).
  • Torsi : 165 Nm @4.250 RPM (318i M40) ; 168 Nm @3.900 RPM (318i M43) ; 190 Nm @4.700 RPM (320i M50 & 320i M52) ; 190 Nm @4.200 RPM (320i M50TU) ; 245 Nm @3.950 RPM (M52B25).
  • Bore x stroke : 84 mm x 81 mm (318i) ; 80 mm x 66 mm (320i) ; 84 mm x 75 mm (323i).
  • Rasio kompresi : 9:1 (M40) ; 9.7:1 (M43) ; 10.5:1 (M50 & M52B25) ; 11:1 (M50TU & M52B20).
  • Konsumsi BBM : 6-9 km/L (dalam kota) ; 10-12 km/L (luar kota).
  • Transmisi : Manual 5 percepatan dan otomatis 4 percepatan.
  • Suspensi : Depan MacPherson Strut, belakang multilink.
  • Rival : Toyota Great Corolla, Toyota New Corolla All New, Mitsubishi Lancer CB, Mitsubishi Lancer CK, Honda Civic Genio, Honda Civic Ferio, dan Mercedes-Benz W202 C-Class.
  • Tahun Penjualan : 1992 - 1995 (prefacelift) ; 1996 - 1999 (facelift).

Harga BMW E36 Seri-3
  • Tahun 1992 : 28 - 33 juta.
  • Tahun 1993 : 33 - 36 juta.
  • Tahun 1994 : 36 - 40 juta.
  • Tahun 1995 : 40 - 45 juta.
  • Tahun 1996 : 45 - 49 juta.
  • Tahun 1997 : 49 - 54 juta.
  • Tahun 1998 : 54 - 60 juta.
  • Tahun 1999 : 60 - 70 juta.

Kelebihan BMW E36 Seri-3
  • Harga bekas terjangkau.
  • Bentuk bodi atraktif dan aerodinamis.
  • Akselerasi memukau (323i).
  • Fitur lengkap (323i).
  • Handling superior.
  • Interior senyap.
  • Bantingan pas.
  • Radius putar kecil.

Kekurangan BMW E36 Seri-3
  • Suara mesin kasar.
  • Underpower dan akselerasi lamban (318i).
  • Kabin terasa sempit.
  • Kualitas interior rentan rusak karena iklim panas.
  • Model mulai usang.
  • Lampu LED pada OBC sering rusak.
  • Perawatan sedikit lebih mahal dari mobil Jepang.
  • Plafon rentan turun karena cuaca panas.
  • Air flow sering bermasalah.
  • Relatif boros jika kaki kanan tidak disekolahkan.

Demikian ulasan lengkap mengenai review spesifikasi, harga, serta keunggulan dan kelemahan BMW E36 Seri-3. Intinya, BMW E36 sangat mecerminkan definisi dari slogan "Ultimate Driving Machine". Mobil ini sangat cocok bagi pemula yang sekedar ingin mencicipi sebuah sedan Eropa khususnya varian menengah seperti tipe 320i karena kelistrikannya relatif mudah ditangani dibandingkan seri-3 penerusnya seperti E46 ataupun sang kakak, BMW E-39 seri-5 yang jauh lebih rumit. Semoga membantu, baca juga :