Kelebihan dan Kekurangan Hyundai H-1

Kelebihan dan Kekurangan Hyundai H-1

Ulasan Spesifikasi dan Harga Hyundai H1 - Gemuknya segmen MPV di pasar lokal membuat gempuran berbagai pabrikan semakin gencar. Salah satunya adalah segmen MPV premium yang semakin hari semakin banyak pemainnya. Hyundai, turut masuk dalam segmen ini dengan memperkenalkan Hyundai H1 dengan mengusung body jumbo, kabin lapang, model mewah dan harga murah. Beberapa poin tersebut menjadi faktor penentu bagi calon konsumen yang ingin merasakan sensasi MPV premium dengan taraf hidup menengah ke atas.

Hyundai H1 atau di beberapa negara disebut sebagai Hyundai Starex, pertama kali dikenalkan secara global pada pergelaran Thailand Motor Expo pada tahun 2007 dengan konfigurasi 9 dan 12 kursi. Melihat antusiasme calon konsumen yang cukup baik, akhirnya ATPM memboyong Hyundai H1 ini secara CBU ke pasar lokal setahun kemudian tepatnya pada permulaan tahun 2008. Pilihan mesin hanya ada bensin saja, berkapasitas 2.4 liter. Setelah lamanya penantian, akhirnya varian diesel CRDi yang terkenal irit mendarat di Indonesia pada medio 2010. Kapasitasnya sebesar 2.5 liter. Di tahun yang sama, PT. Hyundai Mobil Indonesia (HMI) resmi meluncurkan H1 versi CKD yang dirakit di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat sehingga harga jualnya dapat ditekan hingga 28 juta dibandingkan versi CBU.

Tipe-tipe yang disediakan cukup banyak, mulai dari Hyundai H1 Classic, Hyundai H1 XG, Hyundai H1 Elegance hingga Hyundai H1 Royale yang diposisikan sebagai tipe termewah dengan perlengkapan dan fitur paling banyak. Semua tipe disediakan dalam pilihan 9 kursi kecuali tipe Elegance yang mengusung 12 kursi. Hyundai juga turut menjual H1 versi paling murah yang dinamakan Hyundai Starex Mover. Peruntukannya lebih menjurus ke segmen niaga seperti angkutan penumpang atau travel dan juga ambulan.

Sejak dijual dari tahun 2008, Hyundai H1 tercatat pernah mengalami facelift 4 kali facelift, di antaranya pada tahun 2009, 2011, 2014 dan terakhir 2016. Facelift ini ditujukan untuk memperbaiki beberapa titik agar tampil lebih sempurna di mata konsumen. Di dalam segmen MPV premium, Hyundai H1 umumnya menjadi rival bagi Toyota Alphard Gen2, Honda Elysion dan juga Nissan Elgrand E51. Karena panjangnya rentang tahun produksi, mobil ini memiliki rival tambahan di atas tahun 2013 yaitu Toyota All New Alphard dan Nissan New Elgrand. Khusus untuk Hyundai Starex Mover, kompetitornya adalah Toyota Hiace dan Isuzu Elf.

Eksterior Hyundai H1
Hadirnya Hyundai H1 memberikan warna baru pada segmen MPV Premium. Bagaimana tidak, mobil ini memiliki eksterior yang cukup besar dengan dimensi sepanjang 5.125 mm, lebar 1.920 mm dan tinggi 1.925 mm. Ia hanya sedikit lebih pendek dari VW Transporter yang harganya lebih dari 1 milyar dan lebih panjang dari para kompetitor lain yang jauh lebih mahal. Maka tak heran jika Hyundai H1 dan Starex Mover banyak dijadikan sebagai armada travel.

Untuk bagian depannya, Hyundai H1 menggunakan desain dinamis yang cukup gagah dengan beberapa sentuhan yang membuatnya tampak elegan. Hal ini terlihat dari penggunaan headlamp berukuran besar dengan grill menganga yang diberikan sentuhan chrome. Ketika mendapatkan jatah facelift, perubahan yang dilakukan cukup banyak ada pada area grill, foglamp dan juga model bumper.
Eksterior Depan Hyundai H1
Eksterior Depan Hyundai H1
Beranjak ke area samping, eksterior Hyundai H1 memang terbukti sangat-sangat elegan. Lekukan yang ada pada bagian sampingnya tidak banyak. Mobil ini hanya menawarkan sedikit pahatan pada bagian atas fender berupa tekukan body yang tajam. Meski lebar dan panjang, desainnya jauh dari kesan mengkotak. Dalam hal ini, patut diacungi dua jempol untuk desainer Hyundai.
Eksterior Samping Hyundai H1
Eksterior Samping Hyundai H1
Beralih ke bagian belakang, area ini relatif membosankan. Khususnya untuk varian tipe menengah 9 kursi hingga varian 12 kursi. Pintu belakang belum dibekali wiper dan pastinya akan menghalangi pandangan ke belakang ketika hujan. Area belakangnya ini juga sangat minim sentuhan mewah aksesoris seperti sentuhan chrome. Tapi setelah menjalani beberapa kali facelift, kekurangan ini sudah ditutupi secara perlahan.
Eksterior Belakang Hyundai H1
Eksterior Belakang Hyundai H1
Interior Hyundai H1
Saatnya memasuki interior dari Hyundai Hyunda H1. Untuk mengaksesnya, Anda harus menggeser pintu geser yang masih manual (kecuali tipe tinggi). Untuk area dashboard, desainnya cukup minimalis dan enak dipandang. Jauh dari kesan sebuah mobil pengangkut penumpang murahan meski beberapa trim yang disediakan oleh Hyundai memang menyasar kaum pelaku bisnis. Semua kontrol dapat digapai dengan mudah karena posisinya yang dekat dengan driver. Tak lupa pula, tempat penyimpanan barang kecil turut disediakan, antara lain dua laci di sebelah kiri dan satu laci kecil di samping tuas transmisi untuk menyimpan koin.
Interior Hyundai H1
Interior Hyundai H1
Berada dalam kabinnya, terkesan cukup nyaman. Kesan luxury langsung tampak dari penggunaan jok yang telah dibekali kulit. Pada model 9 seater, jok tengah pada baris kedua dan ketiga dapat dilipat untuk dijadikan sebagai sandaran tangan sekaligus cupholder jika tidak digunakan. Pendinginannya dapat bekerja secara maksimal hingga ke baris paling belakang berkat adanya 6 vent di plafon yang dioperasikan melalui kontrol AC di bagian tengah. Sedangkan pada model termewah yang mengusung 7 seater, setiap kursi pada area tengah dihilangkan sehingga menjadi captain seat guna mempermudah akses ke barisan belakang. 
Interior Hyundai H1
Kabin Hyundai H1
Ketika melakukan perjalanan, para penumpang tidak akan merasa jenuh. Pasalnya, Hyundai H1 telah dibekali oleh sistem entertainment yang cukup lengkap. Head unit 2 DIN dengan monitor mampu memutar CD, MP3, dan DVD dengan dukungan i-Pod ready. Pada varian menengah dan atas, sebuah LCD monitor turut dipasangkan pada plafon baris kedua.

Kinerja dan Performa Mesin Hyundai H1
Pada sektor dapur pacu, Hyundai membekali Hyundai H1 dengan pilihan mesin bensin dan diesel. Untuk mesin berbahan bakar bensin, menggunakan basis dari keluarga Theta II berkapasitas 2.4 liter yang sanggup menggenjot tenaga hingga 175 HP pada 6.000 RPM dengan torsi puncak sebesar 228 Nm pada putaran 4.200 RPM. Akselerasi dari mesin ini cukup lamban karena beban keseluruhan hampir mencapai 3 ton. Alhasil, konsumsi bahan bakar menjadi sangat boros.
Foto Mesin Hyundai H1 Bensin
Foto Mesin Hyundai H1 Bensin
Pilihan kedua menggunakan mesin diesel yang dikenalkan pada medio 2010. Basisnya berupa mesin dari keluarga A2 dengan kapasitas 2.5 liter berteknologi CRDi yang juga dibekali turbocharger. Jika dibandingkan mesin bensin di atas, mesin diesel ini lebih irit dalam hal konsumsi bahan bakar. Tenaga yang mampu dihasilkan sebesar 170 HP pada 3.600 RPM dengan torsi puncak mencapai 392 Nm pada putaran 2.000 hingga 2.250 RPM.
Foto Mesin Hyundai H1 Diesel
Foto Mesin Hyundai H1 Diesel
Impresi dan Handling Hyundai H1
Menjadi supir dalam sebuah van bongsor terkadang menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang. Khususnya yang sudah terbiasa menyetir sebuah sedan atau hatchback. Tapi ketika berada dalam posisi driver dalam kabin Hyundai H1, momok menakutkan itu seakan hilang. Meski bodynya cukup panjang, bongsor dan lebar, mobil ini mampu menyihir siapa saja karena posisi duduknya nyaman dan dapat diatur sesuai keinginan. Tak hanya itu, posisi setir juga dapat diatur ketinggiannya. Dengan posisi tuas yang gampang diraih, perjalanan panjang akan menjadi pengalaman mengesankan.

Lantas bagaimana dengan handlingnya? Cukup nikmat untuk sebuah MPV berukuran jumbo. Hyundai H1 dibekali oleh sistem kemudi Hydraulic Power Assisted, Rack & Pinion yang mampu bekerja baik. Ketika menikung, rasanya memang sedikit agak berat, tapi ini merupakan karakter positif agar Anda tidak terlalu bernafsu melahap tikungan. Sementara itu, suspensi belakangnya tergolong keras, sedikit mengganggu kenyamanan ketika melintasi jalan berlubang. Namun suspensi rigid axle 5 link ini memberikan manfaat positif yakni mengurangi body roll ketika melewati jalan berliku.

Untuk sektor keselamatan, Hyundai mempercayai ESP (electronic stability programme) dan ABS (antilock brakes) untuk semua rodanya. Keempat roda telah menggunakan cakram berventilasi sehingga daya cengkeramnya jauh lebih baik. Respon penggeremannya pun terbilang cukup lembut. Dengan begitu, penumpang tidak akan merasakan hentakan kasar ketika mobil melakukan penggereman.

Spesifikasi Hyundai H1
  • Mesin : Theta II 2.4 liter MPI (bensin) ; A2 2.5 liter CRDi (diesel).
  • Konfigurasi : 4 silinder segaris 16 katup SOHC (bensin) ; 4 silinder segaris 16 katup DOHC (diesel).
  • Tenaga : 175 HP @6.000 RPM (bensin) ; 170 HP @3.600 RPM (diesel)
  • Torsi : 228 Nm @4.200 RPM (bensin) ; 392 Nm @2.000-2.250 RPM.
  • Bore x stroke : 88 mm x 97 mm (bensin) ; 91 mm x 96 mm (diesel).
  • Rasio kompresi : 
  • Konsumsi BBM : 5-8 km/L (dalam kota); 10-14 km/L (luar kota).
  • Transmisi : Manual 5 percepatan, Matic 4 percepatan, dan Matic triptonic 5 percepatan.
  • Suspensi : Depan MacPherson strut, belakang rigid axle 5 link.
  • Rival : Toyota Alphard Gen2, Honda Elysion dan juga Nissan Elgrand E51 (H1 prefacelift) ; Toyota All New Alphard dan Nissan New Elgrand (H1 Facelift) ; Toyota Hiace dan Isuzu Elf (Starex Mover).
  • Tahun Penjualan : 2008 - 2017.

Harga Hyundai H1 Bekas
  • Tahun 2008 : 120 juta - 130 juta.
  • Tahun 2009 : 130 juta - 135 juta.
  • Tahun 2010 : 150 juta - 165 juta.
  • Tahun 2011 : 170 juta - 215 juta.
  • Tahun 2012 : 185 juta - 230 juta.
  • Tahun 2013 : 235 juta - 260 juta.
  • Tahun 2014 : 280 juta - 320 juta.
  • Tahun 2015 : 330 juta - 350 juta.
  • Tahun 2016 : 370 juta - 415 juta.

Kelebihan Hyundai H1
  • Harga murah.
  • Banyak pilihan tipe.
  • Adanya dua varian mesin.
  • Kabin lapang dan nyaman.
  • Muat banyak.

Kekurangan Hyundai H1
  • Boros.
  • Bobot sangat berat.
  • Body roll ketika bermanuver.
  • Pintu geser masih manual, kecuali varian termahal.
  • Tidak adanya wiper belakang untuk model tengah dan bawah.
  • Suspensi keras.
  • Depresiasi harga tinggi.

Demikian ulasan lengkap mengenai review spesifikasi, harga, serta keunggulan dan kelemahan  Hyundai H1. Hingga saat ini, Hyundai H1 masih cukup layak dipilih sebagai alternatif dari kompetitornya dalam segmen premium MPV karena harganya yang cukup terjangkau. Dengan catatan, pilih varian diesel karena selain perawatannya lebih mudah, konsumsi BBMnya pun jauh lebih irit. Semoga membantu. Baca juga :