Kelebihan Kekurangan Toyota Corona 2000 & Corona TT

Kelebihan Kekurangan Toyota Corona 2000 & Corona TT

Ulasan Spesifikasi dan Harga Toyota Corona 2000 & Corona TT - Toyota Corona merupakan salah satu legenda mobil mewah asal Jepang yang pernah hadir di Indonesia sejak era pemerintahan presiden Soeharto. Mobil yang akan diulas pada kesempatan kali ini adalah Corona 2000 dengan kode sasis RT132, dilucurkan secara perdana di tahun 1978 lalu mendapatkan jatah facelift di tahun 1981. Namanya berubah menjadi Corona TT dengan kode sasis TT132 dan hanya dijual hingga tahun 1982 sebelum digantikan oleh Toyota Corona GL. Sebagai pemain dalam midsize sedan di bawah Toyota Crown dan di atas Corolla KE30, kedua jenis Corona di atas menjadi rival bagi Honda Accord Gen1, Mitsubishi Galant Sigma, BMW E12 5-Series, Mercy Tiger W123, Peugeot 504, serta Mazda Capella Classic.

Pada era 70-an hingga 80-an, Toyota kerap melakukan serangkaian langkah facelift besar terhadap beberapa produknya dengan penggunaan mesin baru dan otomatis kode sasisnya turut berubah. Untuk Corona 2000 memakai kode sasis R karena mobil ini menggunakan mesin berkode R dengan kapasitas 2000cc. Sementara Corona TT memakai kode sasis T karena mesinnya berkode T dengan kapasitas 1800cc. Kode kedua dari RT dan TT yakni huruf T mengindikasikan kode desain dari keluarga Corona. Contoh lain yang paling adalah kode E untuk keluarga Toyota Corolla dan P untuk Toyota Starlet. Lalu apa maksud dari kode 132 dalam sistem penomorannya? Kode ini adalah seri body dari generasi yang disandang oleh keduanya.

Eksterior Toyota Corona 2000 & Corona TT
Sekilas dilihat dari sisi luarnya, penampilan keluarga Corona generasi ke-6 ini benar-benar memikat. Alasannya adalah penggunaan lampu utama model kotak sebanyak 4 buah. Kelebihan dari lampu ini pastinya murah meriah karena bentuknya kecil, sekaligus mudah ditemukan di berbagai toko sparepart. Jika suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan ringan maka Anda hanya harus mengganti bagian lampu yang jadi korban. 

Pada bagian depan Corona 2000, ciri khas yang disandangnya ada pada grill dengan logo cap matahari di bagian tengah. Sedangkan di sampingnya terdapat tulisan Toyota. Ciri khas lainnya adalah bumper yang dibalur lapisan chrome sehingga kesan mewah begitu terasa. Untuk sisi kiri dan kanannya dipasangkan karet berwarna hitam guna menghindari goresan pada chrome, mengingat jasa lapis ulang chrome di negeri kita ini masih cukup mahal dan tidak bisa dilakukan oleh semua tukang cat. Selain itu, Corona 2000 mengadopsi lampu tanduk khas mobil retro.
Eksterior Toyota Corona 2000 Restorasi
Eksterior Depan Toyota Corona 2000
Untuk bagian depan Corona TT, terlihat banyak perbedaan. Perbedaan yang ada meliputi grill chrome yang lebih menonjol keluar tanpa adanya logo matahari selayaknya Corona 2000. Posisi spion juga telah dirubah di sisi kiri kanan pintu depan. Kesan retro memang sedikit berkurang namun image prestis yang disandangnya justru melebihi Corona 2000. Alasannya adalah model depan Corona TT menyerupai Buick Riviera, si klasik bongsor asal Amerika dengan lampu kotak 4 buah yang menjorok ke dalam. Satu hal lagi, Corona TT tidak lagi menggunakan bumper chrome tapi berganti menjadi bumper plastik berwarna hitam.
Eksterior Toyota Corona TT Restorasi
Eksterior Depan Toyota Corona TT
Bepindah ke area samping, model siluet dari keduanya kurang lebih hampir sama dengan Toyota Century yang merupakan legenda sedan termewah yang pernah ditelurkan Toyota sekaligus menjadi mobil kekaisaran di negara asalnya Jepang. Terlihat dari desain bagasi belakang yang lebih landai, hampir sama landainya dengan bonnet depan.
Eksterior Toyota Corona 2000 Restorasi
Eksterior Samping Toyota Corona 2000
Perbedaan bagian samping untuk Corona TT dibandingkan Corona 2000 ada pada porsi body yang terlihat lebih bongsor. Untuk bumper depan dan belakangnya juga di desain lebih panjang. Jika Anda perhatikan dengan seksama maka ada perbedaan lain. Tepatnya pada bentuk lampu sein yang lebih mengkotak dan absennya lampu sein di atas spakbor.
Eksterior Toyota Corona TT Restorasi
Eksterior Samping Toyota Corona TT
Beralih ke bagian belakang. Secara keseluruhan desainnya cukup baik dengan mengedepankan kesan retro yang begitu kental. Bagasi belakangnya diberi sedikit lekukan sehingga tampak elegan. Untuk lampu belakangnya diberi ukuran yang besar dan lebar. Dengan masing-masing posisi lampu sein di sisi atas sebelah luar, lampu rem di bawah, lampu mundur di sisi atas sebelah dalam dan sebuah reflektor di bawah di bawah lampu mundur yang berfungsi guna memantulkan cahaya dari mobil lain. Untuk bumper belakang Corona 2000 juga dipasangkan bumper chrome yang di sisi kiri kanannya terdapat plastik berwarna hitam. 
Eksterior Toyota Corona 2000 Restorasi
Eksterior Belakang Toyota Corona 2000
Sedangkan untuk buntut dari Corona TT terlihat lebih menarik. Desain bagasi yang diusungya tidak ada perubahan berarti. Perubahan paling kentara hanya ada pada model lampu belakang yang lebih mengkotak dengan masing-masing posisi klaster lampu yang juga sama seperti Corona 2000. Perbedaan lain ada pada bumper yang menggunakan plastik serta letak lampu plat nomer yang berpindah ke tengah bagasi.
Eksterior Toyota Corona TT Restorasi
Eksterior Belakang Toyota Corona TT
Interior Toyota Corona 2000 & Corona TT
Beranjak ke dalam kabin, nuansa klasik juga terasa cukup kental berkat desain dashboard yang mengkotak mengikuti tren di jamannya. Seluruh area kabin Corona 2000 mengadopsi warna hitam. Pada bagian klaster meter terlihat adanya speedometer berbentuk trapesium dengan bagian dalamnya berbentuk kotak.
Interior Toyota Corona 2000 Restorasi
Interior Toyota Corona 2000
Sementara Toyota Corona TT mengadopsi warna interior berupa coklat muda yang lebih mengarah ke warna cream. Perbedaan ada pada speedometer yang bagian dalamnya berbentuk lingkaran. Fitur yang diisikan ke dalam kabin Corona TT juga masih sama seperti Corona 2000, yakni hanya dibekali AC dan Tape Stereo standar. Jangan harapkan ada fitur pembantu tambahan lainnya seperti power steering, electric mirror, power window ataupun central lock karena fitur mahal tersebut bahkan belum lazim ditemukan pada supecar era peralihan 70-an hingga 80-an.
Interior Toyota Corona TT Restorasi
Interior Toyota Corona TT
Kinerja dan Performa Mesin Toyota Corona 2000 & Corona TT
Ketika pertama kali hadir di tanah air, Toyota membenamkan mesin 18R berkapasitas 2.0 liter (2000cc) untuk Corona 2000. Disinilah alasan dibalik penamaan Corona 2000 karena kubikasi mesinnya adalah 2000cc. Tenaga yang dapat dihasilkan oleh mesin ini berada di kisaran 105 HP pada 5.500 RPM dengan torsi puncaj 162 Nm pada 3.600 RPM. Tenaga yang cukup badak di masanya. Hanya saja mesin sekelas 2000cc saat itu tergolong dalam jenis mesin jumbo sehingga banyak orang meragukan akan konsumsi BBM Corona 2000.
Mesin Toyota Corona 2000
Foto Mesin Toyota Corona 2000
Sebagai gantinya, Toyota mengganti opsi mesin di atas dengan cara mengenalkan jenis mesin baru pada Corona TT, berkapasitas 1800cc dengan kode 3T-C yang juga masih mengadopsi penyuplai BBM melalui karburator. Tenaga maksimum terpangkas menjadi sebatas 75 HP pada 5.000 RPM dan torsi 95 Nm pada 2.600 RPM. Sialnya, dengan pemangkasan kapasitas mesin seperti itu konsumsi BBM Corona TT yang notabene sebagai model baru malah tak kunjung irit. Dikarenakan tenaga yang tidak sinkron dengan bobot body keseluruhannya yang jauh lebih berat dari keluarga Corolla.
Mesin Toyota Corona TT
Foto Mesin Toyota Corona TT
Impresi dan Handling Toyota Corona 2000 & Corona TT
Perubahan yang cukup besar pada sistem kaki-kaki menjadi per keong dari model sebelumnya yang masih link rigid menjadikan Corona generasi ke-6 ini tergolong cukup nyaman. Kinerja supensinya ketika melewati gundukan batu kerikil tak mengganggu kenyamanan siapa saja yang berada di ruang kabin. Terlebih bobotnya yang berat, menjadikan bantingan suspensi kian lembut. Satu hal lagi, 

Spesifikasi Toyota Corona 2000 & Corona TT
  • Mesin : 18R karburator 2.0 liter (2000cc) ; 3T-C karburator 1.8 liter (1800cc).
  • Konfigurasi : 4 silinder segaris 8 katup SOHC (RT132) ; 4 silinder segaris 8 katup OHV (TT132).
  • Tenaga : 105 HP @5.500 RPM (RT132) ; 75 HP@5.000 RPM (TT132).
  • Torsi : 162 Nm @3.600 RPM (RT132) ;  95 Nm @2.600 RPM (TT132).
  • Bore x stroke : 88.5 mm x 80 mm (RT132) ; 85 mm x 78 mm (TT132).
  • Rasio kompresi : 8.5:1 (RT132) ; 9:1 (TT132).
  • Konsumsi BBM : 6-8 km/L (dalam kota) ; 9-11 km/L (luar kota).
  • Transmisi : Manual 4 percepatan
  • Suspensi : Depan MacPherson strut independent, belakang4-link trailing arm.
  • Rival : Honda Accord Gen1, Mitsubishi Galant Sigma, BMW E12 5-Series, Mercy Tiger W123, Peugeot 504, dan Mazda Capella Classic.
  • Tahun Penjualan : 1978 - 1980 (Corona 2000) ; 1981 - 1982 (Corona TT).

Harga Toyota Corona 2000 & Corona TT
  • Tahun 1978 : 10 Juta.
  • Tahun 1979 : 12 Juta.
  • Tahun 1980 : 14 Juta.
  • Tahun 1981 : 16 Juta.
  • Tahun 1982 : 18 Juta.

Kelebihan Toyota Corona 2000 & Corona TT
  • Desain mirip muscle car klasik.
  • Kaki-kaki tahan banting.
  • Bantingan suspensi nyaman.
  • Suku cadang mudah didapat.
  • Perawatan mesin karburator terkenal mudah dan murah.
  • Harga sangat terjangkau.

Kekurangan Toyota Corona 2000 & Corona TT
  • Versi mesin injeksi tidak masuk ke Indonesia.
  • Konsumsi BBM cenderung boros.
  • Beberapa part body mulai langka.
  • Fitur kabin biasa saja.
  • Referensi modifikasi masih minim.
  • Harga jual kembali jatuh.

Demikian ulasan lengkap mengenai review spesifikasi, harga, serta keunggulan dan kelemahan Toyota Corona 2000 & Corona TT. Konsumsi BBMnya yang cenderung boros adalah alasan utama mengapa banyak orang tidak memelihara mobil ini. Alhasil, harganya di pasar mobkas menjadi sangat jatuh. Namun bila Anda ingin mengoleksinya sebagai mobil pajangan, Topgir menyarankan pilihlah Corona TT karena desain keseluruhan luar dalamnya lebih klasik walaupun tahunnya lebih muda dari Corona 2000. Baca juga :