Kelebihan Kekurangan Crown Robot dan Crown Lexus

Kelebihan Kekurangan Crown Robot dan Crown Lexus

Ulasan Spesifikasi dan Harga Toyota Crown Royal Saloon - Toyota Crown merupakan sedan kelas atas yang sangat lekat dengan image prestis dan kemewahan. Crown sendiri telah beredar di Indonesia melalui generasi ke-5 (1974-1979) dan generasi ke-6 (1979-1984). Pada siklus pergantian generasi selanjutnya, Toyota tidak memasukkan Crown generasi ke-7 (1984-1989) karena harganya yang sangat mahal. Sebagai gantinya, Toyota menghadirkan Toyota Cressida / Mark II selama periode ini. Setelah harga Crown berangsur normal, Toyota langsung memboyong Crown kembali ke tanah air pada tahun 1989 melalui generasi ke-8, tipe Royal Saloon dan Super Saloon.

Selanjutnya, Toyota kembali memperbarui lini Crown melalui fasa facelift di tahun 1991 dan terus dijual hingga tahun 2000. Di pasaran, Crown menjadi pesaing berat bagi Mercy Boxer W124, Nissan Cedric, dan Volvo 850 GLT.
Toyota Crown Modifikasi
Toyota Crown Modifikasi
Eksterior Toyota Crown
Tidak seperti sedan mewah saat ini yang terlihat sangat modern, profil Crown di bagian eksteriornya terlihat sangat klasik dan elegan. Sebuah garis memanjang mendomanisi bagian luar body mobil. Garis ini merupakan ciri khas Crown yang telah digunakan pada gen ke-7 dan terus dipertahankan hingga gen ke-8 ini. 

Pada Crown gen-8 sebelum facelift yang lebih akrab disapa Crown Robot, ukuran body hampir menyerupai Toyota Cressida, sangat ramping. Pada bagian depan menggunakan grill yang dilengkapi sepasang foglamp di kedua sisi. Di bawahnya, terdapat sepasang lampu sein tambahan berwarna oranye.
Toyota Crown Robot Tampak Depan
Toyota Crown Robot Tampak Depan
Pada bagian belakang, sepasang stoplamp di desain memanjang dengan adanya dudukan plat nomor di bagian tengah. Di bagian atas stoplamp sisi kiri dibubuhkan badge / emblem untuk mengetahui identitasnya, apakah royal saloon atau super saloon.
Toyota Crown Robot Tampak Belakang
Toyota Crown Robot Tampak Belakang
Beralih ke model facelift. Sebenarnya Crown Lexus ini lebih cocok masuk dalam kategori Crown gen-9. Hanya saja karena basis yang digunakan sama persis dengan Crown Robot berupa S130-series. Inilah alasannya mengapa Crown Lexus disebut hasil facelift, karena perubahan yang dilakukan hanya meliputi eksterior dan fitur saja. 

Pada bagian depan, peningkatan sedikit dilakukan dimana letak foglamp telah dipindahkan posisinya persis di sisi dalam bingkai yang menyatu dengan lampu utama. Sepintas mengingatkan kita dengan foglamp Kijang Kapsul generasi awal. 
Toyota Crown Lexus Tampak Depan
Toyota Crown Lexus Tampak Depan
Perubahan penampilan turut hadir pada bagian belakang. Disini, perubahan yang terlihat ada pada bentuk stoplamp yang lebih besar dan telah meniggalkan kesan klasik dari pendahulunya. Satu hal yang cukup disayangkan, kunci untuk membuka bagasi tidak lagi melalui badge / lambang mahkota Crown, melainkan melalui kunci yang berada di sisi kanan plat nomor.
Toyota Crown Lexus Tampak Belakang
Toyota Crown Lexus Tampak Belakang
Interior Toyota Crown Robot dan Crown Lexus
Memasuki ke dalam interior, Anda akan disuguhi oleh dashboard model datar yang sama dengan Nissan Teana periode 2005. Namun jangan terlalu berharap adanya kecanggihan seperti mobil sedan jaman kini pada umumnya, karena di dashboardnya sama sekali belum dilengkapi MID, melainkan jam digital saja. Sama halnya dengan tombol pengaturan spion terasa kagok karena ditempatkan di belakang tombol power window.
Interior Toyota Crown Robot
Interior Toyota Crown Robot
Secara keseluruhan, material dashboard yang digunakan cukup bagus dan berkualitas, terlihat dari adanya softpad pada beberapa bagian dashboard. Joknya sendiri cukup nyaman walaupun tidak dilapisi bahan kulit tetapi masih memakai bahan fabric berwarna merah untuk Crown robot dan warna abu-abu pudar untuk Crown Lexus. Jok ini menggunakan per di dalamnya sehingga sangat empuk dan anti panas.
Interior Toyota Crown Lexus
Interior Toyota Crown Lexus
Tak lupa pula, berbagai fitur canggih telah menghampiri sedan kasta tertinggi dari Toyota ini. Beberapa fitur tersebut diantaranya cooling box di belakang headrest penimpang belakang guna mendinginkan botol air, electric seat di semua kursi kecuali kursi penumpang depan, dan rear AC beserta controlernya dimana ventilasi AC ini terletak di pinggir atap persis seperti pada Toyota Alphard. Tak lupa pula, AC pada Toyota Crown dapat swing / meratakan aliran udara pendingin ke seluruh ruang kabin. Cukup wah untuk seukuran sedan pembuka era 90-an.

Kinerja dan Performa Mesin Crown Robot dan Crown Lexus
Sepanjang masa produksinya, Crown Robot maupun Crown Lexus dipasangkan dengan mesin yang sangat beragam, mulai dari mesin bensin hingga diesel. Namun seperti biasanya, yang masuk ke Indonesia adalah mesin versi ekonomis untuk mengejar target penjualan. Pada saat pertama kali masuk ke pasar lokal, Crown Robot hanya menggunakan mesin bensin 1G-FE 2.0 liter injeksi bertenaga 135 HP pada 5.600 RPM dan 176 Nm torsi pada 4.400 RPM. Mesin ini turut digunakan pada Crown Lexus. 
Foto Mesin Toyota Crown Robot
Foto Mesin Toyota Crown Robot
Pada pertengahan tahun 1995. Toyota mengganti mesin ini dengan mesin bensin yang berkapasitas lebih besar, yaitu mesin 2JZ-GE 3.0 liter untuk Crown Lexus facelift. Mesin legendaris Toyota ini dapat menghasilkan tenaga hingga 227 HP pada 6.000 RPM dengan torsi 284 Nm pada 4.800 RPM. Kedua mesin baik 2.0 dan 3.0 berkonfigurasi 6 silinder inline 24 katup. 
Foto Mesin Toyota Crown Lexus
Foto Mesin Toyota Crown Lexus
Impresi dan Handling Crown Robot dan Crown Lexus
Bagi Anda yang mengharapkan sesuatu yang menarik dalam aspek mengemudi, silahkan mencari mobil lain, karena Crown hanya mampu melakukan yang terbaik dalam satu aspek: memanjakan penumpang. Crown terkenal sangat boyo dalam hal akselerasi, adanya perubahan kapasitas mesin pun tidak membantu banyak dalam hal ini. Mengingat Crown memiliki bobot yang hampir 2x lipat dari Corolla Twincam ataupun Great Corolla.

Kasus serupa berlaku dalam hal transmisi. Pada transmisi matic, posisi gear sangat susah naik ke gear selanjutnya, mau tak mau mesin hanya meraung keras dalam putaran rendah dan mengakibatkan konsumsi BBM menjadi sangat boros. 

Spesifikasi Toyota Crown Robot dan Crown Lexus
  • Mesin :  1G-FE 2.0 liter dan 2JZ-GE 3.0 liter.
  • Tenaga : 135 HP @5.600 RPM (2.0) : 227 HP @6.00 RPM (3.0).
  • Torsi : 176 Nm @4.400 RPM (2.0) : 284 Nm @4.800 RPM (3.0).
  • Konsumsi BBM : 4-6 km/L (dalam kota), 7-9 km/L (luar kota). *perkiraan
  • Transmisi: 5-speed manual (1988-1992 dan beberapa model mesin 2.0), 4-speed otomatis (1992-akhir produksi)
  • Suspensi : Depan independent double wishbone, belakang independent dengan per keong.
  • Rival : Mercedes Benz W124, Nissan Cedric, Volvo 850
  • Produksi : 1988 - 2000.

Harga Toyota Crown Robot dan Crown Lexus
Di pangsa pasar sedan bekas, kedua jenis sedan mewah di atas memiliki harga yang sangat gelap. Untuk Crown robot dapat Anda pinang mulai 20 hingga 40 jutaan, sedangkan untuk Crown Lexus mulai dari 30 hingga 80 jutaan. Lalu manakah yang lebih baik diantara keduanya? Crown robot adalah pilihan tepat bagi Anda yang mengedepankan eksterior klasik dan Crown Lexus jawaban bagi Anda yang mengutamakan kenyamanan kabin dengan fitur yang lebih lengkap.

Kelebihan Toyota Crown Robot dan Crown Lexus
  • Dilengkapi kursi elektrik.
  • Adanya cooling box.
  • Fitur lengkap, serba elektrik dan tidak ketinggalan zaman.
  • Sangat mewah di jamannya.
  • Kabin luas.
  • Eksterior klasik.
  • Suspensi sangat nyaman.

Kekurangan Toyota Crown Robot dan Crown Lexus 
  • Biaya perawatan mahal.
  • Akselerasi boyo.
  • Mesin kasar pada putaran atas.
  • Bobot terlalu berat.
  • Konsumsi BBM boros.
  • Harga jual kembali rendah.

Demikian ulasan lengkap mengenai review spesifikasi, harga, serta keunggulan dan kelemahan Toyota Crown Robot dan Crown Lexus. Apabila anda ingin bernostalgia dengan sedan mewah pembuka era 90-an dengan suspensi empuk, stabil pada kecepatan tinggi dan juga fitur berlimpah, Crown ini sangat cocok untuk dijadikan pilihan mengingat harganya yang sangat terjangkau. Dengan catatatn Anda tidak bermasalah dengan akselerasinya yang boyo, transmisi jaman batu dan konsumsi BBM yang boros. Baca juga: