Kelebihan Kekurangan Kijang Kapsul LX, LSX, LGX, SX, SSX, SGX

Kelebihan Kekurangan Kijang Kapsul LX, LSX, LGX, SX, SSX, SGX

Ulasan Spesifikasi dan Harga Kijang Kapsul - Jika mengingat sejarah mengenai perkembangan Toyota di Indonesia, semua akan setuju jika pilihan utamanya adalah Kijang. Toyota Kijang telah beredar pada tahun 70-an melalui peluncuran perdana Kijang Buaya, dilanjutkan oleh Kijang Doyok dan Kijang Super / Grand Extra. Setelah ketiga gen tersebut dihentikan penjualannya, akhirnya Toyota kembali memperkenalkan produk baru dengan nama Kijang Kapsul. Penamaan ini terlihat sangat cocok, mengingat lekukan body dari Kijang generasi ke-4 membulat dan mirip kapsul.

Kijang Kapsul pertama kali dikenalkan di Indonesia pada tahun 1997 dengan dua jenis body, yaitu MPV dan pick-up. Pada layout body MPV, kembali terbagi menjadi dua jenis whellbase. Per wheelbase memiliki beberapa tipe varian. Untuk whellbase pendek terdapat varian SX, SSX, SGX dan Rangga. Sedangkan untuk wheelbase panjang terdapat varian LX, LSX dan LGX dan Krista. Jika dilihat sekilas, wheelbase panjang terlihat lebih bagus daripada wheelbase pendek. Hal ini dikarenakan panjangnya dipangkas di baris ketiga. Berbeda dengan Mitsubishi Kuda yang terlihat lebih proporsional untuk kedua macam wheelbase karena dimensi yang dipangkas adalah barisan kedua. Selain Mitsubishi Kuda , pesaing berat dari Kijang Kapsul adalah Isuzu Panther. Penjualan Kapsul terus dilakukan hingga permulaan tahun 2004, sebelum Toyota Kijang Innova dikenalkan sebagai gen ke-5 pada pertengahan 2004.

Eksterior Toyota Kijang Kapsul
Sebagai pemain dalam segmen mobil keluarga kelas menengah, Kijang Kapsul dituntut mampu menjadi sebuah mobil yang serba bisa. Maksudnya, mobil ini harus memenuhi segala permintaan yang dituntut oleh konsumen Indonesia dalam mengangkut barang dan penumpang dalam skala besar. Berkaca dari Kijang Grand Extra sebagai pendahulu mobil ini, Toyota seakan sukses dalam hal desain Kijang Kapsul. Terbukti, dimensi mobil ditingkatkan demi mobilitas. Desainnya sendiri terlihat cukup bagus dan mampu bertahan hingga sekarang. Ciri khas body mengkotak dari gen sebelumnya benar-benar hilang pada gen ini.

Pada edisi keluaran pertama, Kijang Kapsul (1997, 1998, 1999) dapat dikenali dengan mudah melalui wajah depannya. Edisi ini menggunakan headlamp buram (belum kristal) model tipis, untuk lampu sein berwarna oranye. Ciri khasnya terdapat pada lampu kabut yang terdapat di samping grill. Sayangnya, model keluaran awal ini masih menggunakan bumper besi di bagian depan.
Eksterior Kijang Kapsul 1997, 1998, 1999

Selanjutnya, Kijang Kapsul mendapat jatah facelift pada tahun 2000. Perubahan yang dapat terlihat jelas di model lampu depan yang diusungnya berupa kristal, namun stoplamp masih model buram. Ukuran lampu depan sedikit berubah, dengan lampu sein memanjang ke belakang. Sedangkan foglamp berganti posisi ke bumper. Bahan bumpernya sendiri berupa plastik, garisnya memanjang hingga mengenai fender.
Eksterior Kijang Kapsul 2000, 2001, 2002

Sebelum mengakhiri masa produksi, Toyota memberikan jatah facelift kedua bagi Kijang Kapsul pada tahun 2003. Beberapa peningkatan meliputi model lampu depan dan lampu kabut yang menjadi sedikit lebih runcing. Selebihnya hanya ada dibagian belakang dimana ada penambahan sepasang lampu garnish berbentuk segitiga.
Eksterior Kijang Kapsul 2003, 2004

Untuk mengetahui lebih jelasnya tentang perbedaan Kijang Kapsul setiap tahun, dapat dilihat pada gambar di bawah ini. (Sumber : blog mobilmotorlama )
Perbedaan lampu Kijang Kapsul setiap model tahun

Setiap masa produksi terdapat sebuah model tambahan bagi masing-masing wheelbase. Untuk wheelbase pendek, dinamakan Kijang Rangga dan Kijang Krista untuk wheelbase panjang. Sebagai varian teratas, kedua mobil ini dapat dikenali dengan mudah karena adanya corak strip sporty dengan skema twotone pada body bagian bawah. Khusus Kijang Rangga, ban serep digantung di pintu belakang.
Eksterior Kijang Rangga dan Krista

Interior Toyota Kijang Kapsul
Kijang Kapsul terkenal karena kabinnya yang lapang. Kriteria inilah yang menjadi nilai plus sehingga menjadikannya sebagai primadona di tanah air. Untuk legroom dan headroom bahkan lebih baik dari Innova. Konfigurasi kursinya menghadap ke depan hingga baris ketiga, kecuali untuk seluruh tipe dari Kijang dengan wheelbase pendek. Dashboardnya terlihat lumayan modern namun sayangnya terdapat ruang / gap antara bagian bawah dashboard untuk transmisi manual. Tata letak tombol konsol tengah dapat digapai dengan mudah oleh pengemudi. Selebihnya, visibilitas pengemudi ke depan cukup luas, begitu pula ke bagian belakang dan setiap sisinya berkat ukuran spion yang besar.
Interior Kijang Kapsul LX, LSX, LGX, Krista
Interior Kijang Kapsul Transmisi Manual
Perbedaan yang terlihat pada setiap tahun keluaran dapat dikenali dengan mudah melalui doortrim. Pada keluaran awal, doortrimnya terlihat terlalu sederhana karena desainnya masih lurus. Pada baris kedua, tombol power windownya berupa saklar kecil. Model ini masih dipertahankan pada facelift pertama. Perbaikan dilakukan pada facelift kedua (terakhir) dimana model doortrimnya terlihat lebih mewah, hampir menyerupai Great Corolla yang notabene sebagai sedan veteran Toyota.
Interior Kijang Kapsul LX, LSX, LGX, Krista
Interior Kijang Kapsul Transmisi Matic
Kinerja dan Performa Mesin Toyota Kijang Kapsul
Keuntungan lain dari Kijang Kapsul adalah banyaknya pilihan mesin yang disediakan, antara lain tiga mesin bensin dan sebuah mesin diesel. Untuk mesin bensin, awalnya Kijang hanya mengandal mesin tipe 7K 1800 cc / 1.8 liter karburator, lalu digantikan oleh mesin bensin injeksi EFI (Electric Fuel Injection) 7K-E berkapasitas sama. Tenaga di atas kertas tercatat sebesar 94 HP pada putaran mesin 5.000 RPM dan 155 Nm torsi pada 3.300 RPM.
Foto Mesin Kijang Kapsul 1800cc 1.8 liter

Selanjutnya ada mesin bensin injeksi 2.0 liter / 2.000cc. Mesin 1RZ-E ini baru ditambahkan pada versi facelift pertama. Tenaganya sebesar 105 HP pada 4.800 RPM dan torsi 160Nm pada 2.800 RPM. 
Foto Mesin Kijang Kapsul 2000cc 2.0 liter

Untuk melengkapi seluruh lininya, Toyota turut menggunakan menggunakan mesin diesel. Mesin tipe 2L berkapasitas 2.4 liter / 2.400 cc ini bertenaga 86 HP dengan torsi 165 Nm.
Foto Mesin Kijang Kapsul 2400cc 2.4 liter

Impresi dan Handling Toyota Kijang Kapsul
Sebuah sifat umum di antara mesin Toyota adalah tenaga mesin yang layak menggunakan torsi low end. Mesin 1.8 liter bensin bertransmisi matic terasa sangat underpower, untuk menyalip atau mendaki Anda harus sering-sering menggunakan kickdown sehingga mesin selalu bekerja pada putaran tinggi. Imbasnya adalah konsumsi BBM menjadi sangat boros. Transmisi matic ini lebih sesuai untuk mesin 2.0 liter. Tenaga lebih sinkron ketika melalui berbagai tantangan di jalanan. Bagaimana konsumsi BBMnya? Boros. Sangat boros bahkan lebih boros dari Kijang Innova bertransmisi matic sekalipun. Jika menginginkan Kijang Kapsul irit dengan biaya perawatan murah, pilih mesin diesel. Kelebihan dari Kijang Kapsul mesin diesel adalah dapat dibekali dengan sebuah turbocharger plus intercooler yang dapat dipasangkan secara pnp dari mesin 2L Toyota di Jepang.

Secara keseluruhan, mobil ini cukup nyaman digunakan untuk perjalanan jauh khususnya mudik. Kenyamanannya sedikit lebih kontras terhadap kompetisi di segmennya. Dengan tingginya jarak antara bawah mesin dengan permukaan tanah, mobil ini cukup tangguh untuk melibas segala medan jalanan yang ada di Indonesia. Namun sayang, gejala limbung dapat dirasakan pada kecepatan 80km/jam jika mobil tidak diisi penuh.

Spesifikasi Toyota Kijang Kapsul
  • Mesin : 1.8 liter karburator (7K) ; 1.8 liter injeksi (7K-E) ; 2.0 liter bensin (1RZ-E) ; 2.4 liter diesel (2L).
  • Tenaga : - (1.8 karbu) ; 94 HP @5.000 RPM (1,8 injeksi) ; 105 HP @4.800 RPM (2.0 bensin), 86 HP (2.4 Diesel)
  • Torsi : - (1.8 karbu) ; 155 Nm @3.200 RPM (1,8 injeksi) ; 161 Nm @2.800 RPM (2.0 bensin) ; 165 Nm (2.4 Diesel).
  • Sistem penggerak : roda belakang.
  • Konsumsi BBM : 5-11 km/L (dalam kota); 7-12 km/L (luar kota) * perkiraan
  • Transmisi : 5-speed manual, 4-speed otomatis.
  • Suspensi : Depan independent double wishbone, belakang rigid axle dengan per daun.

Harga Toyota Kijang Kapsul
  • Tipe SX : 60-70 juta.
  • Tipe SSX : 75-80 juta.
  • Tipe SGX : 80-85 juta.
  • Tipe Rangga : 55-70 juta.
  • Tipe LX : 55-70 juta.
  • Tipe LSX : 65-80 juta.
  • Tipe LGX : 70-115 juta.
  • Tipe Krista : 80-110 juta.

Kelebihan Toyota Kijang Kapsul
  • Mesin diesel hemat
  • Ketersediaan suku cadang terjamin dan harganya murah.
  • Perawatan sangat mudah.
  • Visibilitas yang sangat baik.
  • Ground clearance tinggi.
  • Kabin lapang.
  • Torsi maksimal dapat dirasakan pada putaran rendah hingga menengah.
  • Model awet hingga sekarang.
  • Kaki-kaki dan mesin tangguh.
  • Cukup nyaman di kelasnya.
  • Harga bertahan hingga sekarang.

Kekurangan Toyota Kijang Kapsul
  • Mesin bensin boros.
  • Mesin 1.8 liter sangat underpower.
  • Eksterior belakang tipe SX, SX, SGX dan Rangga kurang proporsional.
  • Topspeed rendah, pada kecepatan 120 km/jam mesin meraung-raung.
  • Material interior murahan.
  • Minim fitur multimedia.
  • Fitur keselamatan/keamanan hanya sebatas seatbelt.

Demikian ulasan lengkap mengenai review spesifikasi, harga serta keunggulan dan kelemahan Toyota Kijang  Kapsul LX, LSX, LGX, Krista, SX, SSX, SGX dan Rangga. Jika ingin memilih di antara semua tipe, pilihlah tipe LGX manual karena tipe inilah yang paling banyak beredar di pasaran. Selain itu, harganya juga sangat bertahan dibandingkan tipe lain baik itu bermesin bensin ataupun diesel. Semoga membantu. Baca juga:

1 komentar :

Marsudi darmawan delete November 25, 2016 at 8:16 AM

sip gun