Kelebihan dan Kekurangan Mazda Astina

Kelebihan dan Kekurangan Mazda Astina

Spesifikasi dan Harga Mazda 323 Astina - Bertentangan dengan praktek populer, Mazda telah menggebrak pasaran mobil lokal dengan menciptakan sebuah hatchback berdesain unik yang fenomenal hingga sekarang, yaitu Mazda 323 Astina. Dengan penampilan yang konservatif, hatchback ini terbukti mampu menjadi daya tarik pembeli mengingat hatchback pada awal 90-an masih sedikit pemainnya yang hanya diisi oleh Toyota Starlet Kapsul, Honda Civic EstiloDaihatsu Charade CX / Winner dan Suzuki Amenity.

Mazda Astina sangat diminati karena mobil ini adalah satu-satunya dan pertama di Indonesia yang menggunakan lampu depan model pop-up dimana lampu ini dapat dibuka dan ditutup. Mirip dengan mobil legendaris Jepang, Toyota AE86 dan Nissan Silvia S12. Pada awalnya, mobil ini lebih menyasar untuk keluarga sportif, namun berkat keunikannya banyak juga para eksekutif muda memilihnya sebagai tunggangan harian.

Eksterior Mazda Astina
Seperti yang telah disebutkan di atas, desain Mazda Astina tergolong unik, berkat penggunaan lampu depan model pop-up dan garis potongan pada bagian belakang. Pada bagian bagian depan, desain kap cenderung menukik ke atas. Hal ini dipadukan dengan jarak antara bagian bawah hingga ke atap yang tidak terlalu tinggi, sehingga membuatnya stabil ketika melaju dalam kecepatan tinggi (aerodinamis). Sebuah spoiler mungil juga turut dipasang pada bagian belakang. Meskipun terlihat kecil, namun spoiler ini mampu memberikan gaya down force yang cukup berguna ketika mobil diajak ngebut. 

Eksterior Mazda Astina

Interior Mazda Astina
Desain unik Mazda Astina hanya sebatas pada bagian luar saja. Karena ketika Anda masuk ke dalam kabin, kesan yang diticiptakan tergolong biasa saja. Desain dashboard yang digunakan masih terlihat mengkotak seperti hatchback 90-an lain pada umumnya. Fitur-fitur yang hadir juga tidak ada yang "wah". Baiknya, terdapat beberapa fitur penting yang dibawanya seperti tilt steering, kursi asjustable, sistem stereo empat speaker, kunci sentral pintu, spion elektrik, dan variabel wiper intermittent. Beberapa model langka telah menyematkan sunroof sebagai paket standar. Sayangnya, tachometer seperti Mazda Interplay belum hadir pada mobil ini.

Interior Mazda Astina

Berbicara mengenai kenyamanan, Mazda Astina mampu menampung 5 penumpang. Ruang kepala dan ruang kaki untuk penumpang depan tergolong cukup, tapi tidak berlaku untuk barisan belakang. Ruang kabin belakang sepantasnya hanya nyaman jika diisi oleh dua orang dan jika diisi oleh tiga orang akan terlalu berdesakan.

Lanjut ke kapasitas bagasi, Anda dapat membawa banyak barang bawaan karena kapasitas bagasinya super besar, meskipun masih kalah lapang dengan vesi sedan (Mazda Interplay). Jika dirasa belum cukup, Anda dapat melipat kursi belakang dengan rasio 60:40 sehingga kapasitasnya menjadi lebih besar. Ban serep / cadangan diletakkan di bagian bawah bagasi dan ditutup sepotong kayu lapis yang cukup padat. 

Kinerja dan Performa Mesin Mazda Astina
Dalam proses pengembangan keluaga 323, Mazda tidak pernah berkompromi untuk hal yang satu ini. Mesin yang digunakan untuk Mazda Astina berkapasitas 1,8 liter (1800cc) yang jelas mampu memberikan tenaga dan torsi yang kuat lebih dari para kompetitornya. Data teknis menyebutkan mesin yang terdapat di bawah kap mesin Mazda Astina dapat menyemburkan tenaga hingga 102 HP pada putaran mesin 5.500 RPM dan torsi puncak sebesar 150 Nm 4.000 RPM. Kemampuan berakselerasinya juga cukup membanggakan, dimana kecepatan 100 km/jam dapat diraih hanya dalam waktu 13,5 detik saja.

Kinerja dan Performa Mesin Mazda Astina

Cruising di jalan terbuka menggunakan gigi lima adalah urusan gampang, bahkan ketika menaiki bukit yang memiliki tingkat kecuraman rendah. Jika ingin merasakan hentakan torsi besar, silakan gunakan gigi tiga hingga putaran mesin 4.000 RPM. Hentakannya benar-benar terasa. Kinerja dari transmisinya juga tercatat cukup baik, meskipun diluar sana terdapat unit yang kurang bagus (kurang perawatan) sehingga memindahkan posisi gigi menjadi sedikit lebih keras. Maklum saja, hatchback ini telah berumur lebih dari 30 tahun sejak pertama kali dikenalkan.

Impresi dan Handling Mazda Astina
Kenyamanan adalah hal yang diutamakan bagi pengemudi. Roda setir standar bawaan pabrik memiliki performa yang cukup bagus ketika bermanuver karena telah dilengkapi oleh power steering. Suspensinya pun relatif nyaman, ketika melewati permukaan jalan yang kurang rata, guncangan yang ditimbulkan mampu diserap dengan baik. Selain itu, kebisingan dan getaran mesin juga dapat direduksi seminimal mungkin berkat sistem peredaman kolong mesin yang cukup bagus.

Namun ada satu hal yang harus Anda catat, Mazda Astina memiliki ukutan bingkai kaca yang lebih besar dari mobil lain. Khususnya bingkai belakang yang membungkuk ke arah penumpang belakang. Saat cuaca cerah, panas terik matahari cukup terasa ke bagian kabin. Oleh karena itu, sistem pendinginan kabin (AC) dan kaca film berkualitas adalah perlengkapan wajib yang harus Anda teliti sebelum membeli mobil ini.

Spesifikasi Mazda Astina
  • Mesin : 1,8 liter (1800cc) Injeksi 4 silinder segaris 16 katup SOHC.
  • Tenaga maksimum : 102 HP @5.500 RPM.
  • Torsi puncak : 150 Nm @4.000 RPM.
  • Konsumsi BBM : 8-10 km/L (dalam kota), 10-13 km/L (luar kota).
  • Transmisi : Manual 5 percepatan.
  • Suspensi : Depan belakang MacPerson Strut Independent.
  • Rival : Toyota Starlet EP82, Suzuki Amenity dan Honda Civic Estilo.
  • Penjualan : 1990 - 1995.

Harga Mazda Astina
Seperti biasanya, image Mazda belum terlalu bagus di Indonesia dan berimbas ke harga bekas penjualan setiap produknya. Untuk tahun 1990, 1991, 1992 dan 1993 dapat Anda miliki mulai harga 30 jutaan hingga 45 Jutaan. Sedangkan untuk kondisi unit bagus dengan tahun tinggi meliputi tahun 1994 dan 1995 ada yang mencapai harga 65 jutaan.

Kelebihan Mazda Astina
  • Akselerasi cepat.
  • Mesin responsif.
  • Nyaman untuk seukuran hatchback 90-an.
  • Irit jika digunakan santai.
  • Stabil pada kecepatan tinggi.
  • Kapasitas bagasi besar.

Kekurangan Mazda Astina
  • Relatif boros untuk ngebut.
  • Mesin gampang overheat
  • Kabin sempit.
  • Suku cadang mulai langka.
  • Harga onderdil lumayan mahal.

Demikian ulasan lengkap mengenai review spesifikasi serta keunggulan dan kelemahan Mazda 323 Astina. Secara keseluruhan, Mazda telah sukses mengenalkan hatchback sporty ke pasar tanah air. Hanya saja image Mazda yang terbilang buruk dimata masyarakat plus ketersediaan sparepart yang mulai langka membuatnya kalah bersaing dengan para kompetitor. Baca juga :