Perilaku Salah Pengemudi Mengenai Penggunaan Mobil

Perilaku Salah Pengemudi Mengenai Penggunaan Mobil

Perilaku Salah Pengemudi - Tidak semua pemilik mobil siap menggunakan mobil, salah satunya dapat dilihat dari perilaku pemiliknya saat mengemudi. Jika perilaku yang kurang bagus, maka dapat menyebabkan komponen mobil cepat rusak. Komponen mobil yang rusak sebelum masa pergantian biasanya memerlukan biaya perbaikan yang lumayan besar karena ada komponen lain yang ikut rusak. Oleh karena itu, sebelum berencana untuk memilih mobil bekas pada umumnya, Anda terlebih dahulu diwajibkan untuk menguasai ilmu otomotif harian agar dapat mengetahui seluruh seluk beluk tentang mobil beserta komponennya. Salah satunya dengan membaca artikel seperti ini.

Kembali ke pokok bahasan, apa saja perilaku salah tersebut? Simak beberapa poin penting berikut ini.
Perilaku Salah Pengemudi Mengenai Penggunaan Mobil
Orang yang biasanya memiliki banyak perilaku salah di jalanan.
1. Menahan gerak setir saat memutar mobil. 
Ini sering dilakukan saat ingin memakirkan mobil Untuk mobil. Pada mobil yang menganut sistem power steering, sistem hidrolis akan mengakibatkan kerusakan komponen sil pompa. Karena tekanan pompa ini akan bekerja secara maksimal ketika setir diputar hingga mentok. Jika setir dikembalikan pada posisi normal, maka tekanan yang terjadi akan berlangsung terus-menerus.

2. Setengah Kopling. 
Biasanya saat menemui tanjakan dengan kondisi lalu lintas macet, pengemudi menggunakan trik setengah kopling agar mobil tetap maju dengan kecepatan lamban. Apabila trik ini digunakan dalam waktu yang lama maka akan menyebabkan kopling cepat aus. Pernahkah Anda mencium bau seperti karet terbakar hangus? Ini adalah salah satu ciri kopling yang aus karena panas berlebihan yang diberikan oleh proses penggunaan setengah kopling. Untuk menghindari kebiasaan buruk ini, sebaiknya Anda menggunakan rem tangan, agar mobil tidak mundur saat menanjak, lalu lepaskan saat mobil Anda akan melaju.

3. Menghentak kopling. 
Melepaskan kopling sambil menekan gas dalam-dalam merupakan salah satu kebiasaan yang harus dirubah, karena menjadikan konsumsi BBM mobil melonjak drastis. Untuk mobil yang menggunakan gardan, kebiaaan ini juga dapat menyebabkan rusaknya komponen cross joint, dapat diketahui dengan adanya suara seperti besi beradu saat melepaskan pedal kopling sambil menginjak pedal gas. Sedangkan untuk mobil gardan depan seperti sedan kebanyakan, komponen yang rentan rusak adalah kepala as roda atau dikenal sebagai CV joint.

4. Melaju dengan kecepatan tinggi saat melintasi jalan rusak. 
Kebiasaan ini dapat menyebabkan umur komponen kaki-kaki seperti bushing arm, shock absorber, ball joint maupun bangku mesin menjadi lebih singkat.

5. Mengerem keras. 
Kebiasaan buruk ini dapat dilihat pada kebanyakan mobil angkutan penumpang, yaitu suka mengocok pedal rem secara beruntun saat menemui tikungan atau mobil di depannya. Menjadikan komponen penggereman seperi kampas rem dan piringan cakram memiliki umur pemakaian yang rendah.

Itulah beberapa Perilaku Salah Pengemudi Mengenai Penggunaan Mobil, adakah Anda memiliki salah satu kebiasaan buruk ini. Jika iya, rubahlah kebiasaan Anda agar komponen-komponen mobil Anda tidak cepat rusak. Semoga bermanfaat. Baca juga artikel terkait berikut ini: